Lompat ke isi

Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (2022)

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kelima ini merupakan pemutakhiran dari pedoman ejaan sebelumnya, yaitu Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (2015) (PUEBI) yang ditetapkan oleh Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nomor 0424/I/BS.00.01/2022. Dalam EYD ini terdapat penambahan kaidah baru dan perubahan kaidah lama yang disesuaikan dengan perkembangan bahasa Indonesia. Penambahan dan perubahan itu menandakan keterbukaan bahasa Indonesia terhadap perkembangan. Untuk menjamin kemudahan akses dan keluasan jangkauan, EYD Edisi V ini juga diterbitkan dalam bentuk aplikasi web yang dapat diakses melalui laman https://ejaan.kemdikbud.go.id.


BAB I
PENGGUNAAN HURUF

A. Huruf

Huruf dalam abjad bahasa Indonesia ada 26 seperti dalam tabel berikut.

Huruf Nama Ucapan
Kapital Nonkapital
A a a a
B b be be
C c ce ce
D d de de
E e e e
F f ef ef
G g ge ge
H h ha ha
I i i i
J j je je
K k ka ka
L l el el
M m em em
N n en en
O o o o
P p pe pe
Q q qi ki
R r er er
S s es es
T t te te
U u u u
V v ve fe
W w we we
X x eks eks
Y y ye ye
Z z zet zet

B. Huruf Vokal

Vokal dalam bahasa Indonesia dilambangkan menjadi lima huruf, yaitu a, e, i, o, dan u.

Huruf Vokal Contoh Penggunaan
Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
a api padi lusa
e* enak petak sore
emas kena tipe
i itu simpan murni
o oleh kota radio
u ulang bumi ibu

*) untuk membedakan pengucapan, pada huruf e pepet dapat diberikan tanda diakritik [ê] yang dilafalkan [ə].
Misalnya:
Anak-anak bermain di teras.
Upacara itu dihadiri pejabat teras [têras] Bank Indonesia.

Kami menonton film seri.
Pertandingan itu berakhir seri [sêri].

Seret saja barang itu jika berat!
Makanan ini membuat kerongkonganku seret [sêrêt].

C. Huruf Konsonan

Konsonan dalam bahasa Indonesia dilambangkan menjadi 21 huruf, yaitu b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.

Huruf Konsonan Contoh Penggunaan
Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
b bahasa sebut adab
c cakap kaca -
f fakir kafan maaf
g guna tiga mug
h hari saham tuah
j jalan manja mikraj
k kami paksa politik
l lekas alas akal
m maka kami diam
n nama tanah daun
p pasang apa siap
q* qariah iqra Benuaq
r raih bara putar
s sampai asli tangkas
t tali mata rapat
v variasi lava molotov
w wanita hawa takraw
x* xenon marxisme Max
y yakin payung alay
z zeni lazim juz

*) Huruf q dan x khusus digunakan untuk nama diri dan keperluan bidang tertentu. Huruf x pada posisi awal pada posisi awal kata diucapkan [s] dan pada posisi tengah atau akhir diucapkan [ks].

D. Gabungan Hukum Vokal

1. Monoftong

Monoftong dalam bahasa Indonesia dilambangkan dengan gabungan huruf vokal eu yang dilafalkan [ə].

Monoftong Contoh Penggunaan
Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
eu eurih seudati sadeu

2. Diftong

Diftong dalam bahasa Indonesia dilambangkan dengan gabungan huruf vokal ai, au, ei, dan oi.

Diftong Contoh Penggunaan
Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
ai aikido kailan pandai
au audit taufik harimau
ei eigendom geiser survei
oi oikumene boikot koboi

E. Gabungan Huruf Konsonan

Gabungan huruf konsonan kh, ng, ny, dan sy melambangkan satu bunyi konsonan.

Gabungan Huruf Konsonan Contoh Penggunaan
Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
kh khusus akhir tarikh
ng ngarai bangun senang
ny nyata banyak -
sy syarat musyawarah arasy

F. Huruf Kapital

1. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama awal kalimat.

Misalnya:

Apa maksudnya?

Tolong ambilkan buku itu!

Kita harus bekerja keras.

Pekerjaan itu akan selesai dalam 1 jam.


2. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.

Misalnya:

Amir Hamzah

Dewi Sartika

André-Marie Ampère

James Watt

Mujair

Rudolf Diesel

Bapak Koperasi

Jenderal Kancil

3. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Misalnya: 5 ampere 15 watt ikan mujair mesin diesel 4. Huruf kapital digunakan pada nama orang seperti pada nama teori, hukum, dan rumus. Misalnya: teori Darwin hukum Archimedes rumus Phytagoras 5. Huruf kapital tidak digunakan untuk menuliskan huruf pertama kata yang bermakna 'anak dari', seperti bin, binti, boru, dan van, kecuali dituliskan sebagai awal nama atau huruf pertama kata tugas dari. Misalnya: Abdul Rahman bin Zaini Fatimah binti Salim Indani boru Sitanggang Ayam Jantan dari Timur Charles Adriaan van Ophuijsen Salah satu pencetak gol terbanyak adalah Van Basten. 6. Huruf kapital digunakan pada awal kalimat dalam petikan langsung. Misalnya: Ibu berpesan, "Berhati-hatilah, Nak!" "Mereka berhasil meraih medali emas," katanya. "Besok pagi," kata Rino, "mereka akan berangkat." 7. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama dalam hal tertentu yang berkaitan dengan nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti Tuhan serta singkatan nama Tuhan. Misalnya: Buddha

Al-Qur'an

Hindu

Alkitab Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/9 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/10 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/11 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/12 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/13 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/14 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/15 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/16 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/17 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/18 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/19 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/20 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/21 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/22 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/23 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/24 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/25 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/26 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/27 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/28 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/29 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/30 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/31 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/32 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/33 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/34 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/35 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/36 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/37 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/38 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/39 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/40 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/41 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/42 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/43 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/44 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/45 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/46 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/47 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/48 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/49 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/50 4. Tanda elipsis di akhir kalimat diikuti dengan tanda baca akhir kalimat berupa tanda titik, tanda tanya, atau tanda seru. Misalnya: Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disebutkan bahwa bahasa negara ialah …. "Jadi, mengapa selama ini dia bekerja sebagai …?" "Pergi dari sini jika kamu …!" J. Tanda Petik ("…") 1. Tanda petik digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Misalnya: "Merdeka atau mati!" seru Bung Tomo dalam pidatonya. "Kerjakan tugas ini sekarang," perintah atasannya, "karena besok akan dibahas dalam rapat!" Menurut Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, "Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan." 2. Tanda petik digunakan untuk mengapit judul puisi, judul lagu, judul artikel, judul naskah, judul bab buku, judul pidato/khotbah, atau tema/subtema yang terdapat di dalam kalimat. Misalnya: Puisi "Pahlawanku" terdapat pada halaman 125 buku itu. Marilah, kita menyanyikan lagu "Maju Tak Gentar"! Saya sedang membaca "Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indonesia" dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani. Makalah "Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif" menarik perhatian peserta seminar. Perhatikan "Hubungan Antarklausa" dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

Ceramah subuh minggu lalu di Masjid Istiqlal berjudul "Hikmah dan Tujuan Berpuasa Ramadan". Kongres Bahasa Indonesia XI bertema "Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia".

3. Tanda petik digunakan untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/52 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/53 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/54 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/55 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/56 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/57 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/58 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/59 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/60 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/61 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/62 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/63 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/64 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/65 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/66 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/67 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/68 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/69 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/70 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/71 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/72 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/73 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/74 Halaman:SK EYD Edisi V 16082022.pdf/75