Antiquitates Iudaicae/Volume XI

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

VOLUME XI.

Memuat Rentang Waktu Dua Ratus Lima Puluh Tiga Tahun Dan Lima Bulan.

Dari Tahun Pertama Koresh Sampai Kematian Aleksander Agung.

Bab 1[sunting]

Bagaimana Koresh, Raja orang Persia, memerdekakan orang Yahudi keluar dari Babel dan mengizinkan mereka untuk pulang ke negeri mereka sendiri dan untuk membangun Bait mereka, untuk pekerjaan mana ia memberi mereka uang.

Bab 5[sunting]

Bagaimana Xerxes putra Darius sangat bermurah hati terhadap orang Yahudi; juga mengenai Ezra dan Nehemia.

1. Setelah kematian Darius, Xerxes putranya mengambil alih kerajaan, yang selain mewarisi kerajaan ayahnya, juga mewarisi kesalehan terhadap Allah, dan memuliakan Dia; karena ia melakukan semua hal yang cocok dengan ayahnya mengenai ibadah Ilahi, dan ia sangat bersahabat terhadap orang Yahudi. Maka sekitar waktu ini seorang putra Yesua (Jeshua), yang bernama Yoyakim (Joacim), menjadi Imam Besar. Lebih lagi, di Babilonia saat itu ada seorang saleh, dan yang bereputasi tinggi di antara orang banyak. Ia adalah imam utama umat itu, dan namanya adalah Ezra (Esdras). Ia sangat ahli dalam hukum-hukum Musa, dan sangat dekat dengan raja Xerxes. Ia telah bertekad untuk berangkat ke Yerusalem, dan membawa besertanya sejumlah orang Yahudi yang ada di Babilon; dan ia ingin agar raja memberinya sebuah surat untuk para gubernur Suriah, supaya mereka tahu siapa dia itu. Karenanya, raja menulis surat berikut kepada para gubernur: "Xerxes, raja segala raja, kepada Ezra, imam dan pembaca hukum Ilahi, salam. Aku berpikir sangatlah cocok dengan kasih yang aku miliki bagi umat manusia, untuk mengizinkan mereka yang dari bangsa Yahudi yang sudah dibuang, serta mereka para imam dan orang Lewi yang ada di kerajaan kita, untuk pergi bersama ke Yerusalem. Karenanya, aku telah memberikan perintah untuk tujuan tersebut; dan biarlah setiap orang yang mempunyai pikiran itu untuk pergi, sesuai yang aku rasa baik, dan kepada ketujuh penasihatku, dan ini agar mereka meninjau urusan Yudea, untuk melihat apakah sudah cocok dengan hukum Allah. Biarlah mereka juga membawa beserta mereka hadiah-hadiah yang telah dijanjikan olehku dan sahabat-sahabatku, dengan semua perak dan emas yang ditemukan dalam negara Babilonia, untuk didedikasikan kepada Allah, dan biaralah semua ini dibawa ke Yerusalem kepada Allah sebagai kurban. Biarlah juga halal bagi engkau dan saudara-saudaramu untuk membuat seberapa banyak perkakas perak dan emas yang engkau ingini. Engkau juga akan mendedikasikan perkakas kudus yang telah diberikan kepadamu, dan sebanyak yang engkau ingin buat, dan akan dibiayai dari perbendaharaan raja. Lebih lanjut, aku telah menulis kepada para bendahara di Suriah dan Fenisia, supaya mereka menangani urusan-urusan ini yang diutuskan kepada Ezra, imam dan pembaca hukum Allah. Dan supaya Allah tidak marah sama sekali kepadaku atau kepada anak-anakku, aku memberikan semua yang dibutuhkan untuk kurban persembahan kepada Allah, menurut hukum, sejauh seratus kori gandum. Dan aku memerintahkan engkau untuk tidak menaruh imposisi yang culas, atau upeti apapun, bagi imam-imam mereka atau orang-orang Lewi, atau penyanyi-penyanyi kudus, atau penjaga pintu gerbang, atau budak-budak kudus, atau juru tulis Bait Suci. Dan kiranya engkau, O Ezra, mengangkat hakim-hakim menurut kebijaksanaan (yang diberikan kepadamu) dari Allah, dan sedemikian yang dimengerti dari hukum, supaya mereka dapat menghakimi di seluruh Suriah dan Fenisia; dan kiranya engkau mengajar mereka juga yang tidak mengerti mengenai hal itu, dan jika salah seorang sebangsamu melanggar hukum Allah, atau hukum raja, ia akan dihukum karena tidak melanggar dalam ketidaktahuan, tetapi sebagai seorang yang sesungguhnya tahu, tetapi dengan jelas mengejek dan menghinanya; dan sedemikian itu dapat dihukum mati, atau membayar denda. Pergilah dengan selamat."

...

5. Maka ketika mereka merayakan hari Pondok Daun-daunan (feast of tabernacles) pada bulan ketujuh dan hampir semua orang datang bersama-sama, mereka naik ke bagian terbuka Bait Suci, ke pintu gerbang yang menghadap ke timur, dan ingin agar Ezra membacakan hukum Musa kepada mereka. Karenanya, ia berdiri di antara orang banyak dan membacakannya; dan ini dilakukan dari pagi sampai tengah hari. Maka, setelah mendengar hukum-hukum yang dibacakan kepad mereka, mereka diberi petunjuk untuk menjadi orang saleh sekarang dan di kemudian hari; tetapi untuk pelanggaran masa lampau mereka, mereka tidak senang pada diri sendiri, dan mulai meneteskan air mata untuk itu, karena mempertimbangkan sendiri bahwa jika mereka tadinya memelihara hukum itu, mereka tidak akan mengalami kemalangan apapun yang telah mereka alami. Namun ketika Ezra melihat mereka dalam keadaan demikian, ia menyuruh mereka pulang, dan tidak menangis, karena saat itu hari perayaan, dan mereka tidak boleh menangis pada hari itu, karena tidak diperbolehkan oleh hukum untuk melakukannya. Ia menasihati mereka agar segera mulai berpesta, dan melakukan apa yang cocok untuk pesta, dan apa yang cocok untuk hari sukacit; tetapi membiarkan pertobatan dan penderitaan akibat dosa masa lalu mereka menjadi keamanan dan penjaga bagi mereka, sehinga mereka tidak jatuh lagi kepada pelanggaran-pelanggaran yang serupa. Atas nasihat Ezra mereka mulai berpesta; dan ketika mereka telah melakukannya delapan hari dalam pondok-pondok mereka, mereka pulang ke rumah masing-masing, menyanyikan kidung bagi Allah, dan mengucapkan terima kasih kepada Ezra untuk reformasinya terhadap korupsi yang telah masuk ke dalam pemukiman mereka. Maka terjadilah, setelah ia telah mendapatkan reputasi ini di antara umat, ia mati dalam usia lanjut, dan dikuburkan secara megah di Yerusalem. Sekitar waktu yang sama juga terjadi bahwa Yoyakim, Imam Besar itu, mati; dan putranya Elyasib menggantikannya sebagai Imam Besar.

6. Maka sekarang ada salah seorang Yahudi yang dibawa ke pembuangan yang merupakan juru minuman raja Xerxes; namanya Nehemia.

Bab 8[sunting]

...

5. Dan ketika [Yadua] mengetahui bahwa [Aleksander] tidak jauh dari kota [Yerusalem], [Yadua] pergi keluar dalam barisan, bersama para imam dan banyak umat. Prosesi itu sangat khidmat, dan dengan cara berbeda dibandingkan bangsa-bangsa lain. Barisan itu mencapai tempat yang disebut "Sapha", nama yang diterjemahkan dalam bahasa Yunani berarti "prospek", karena Anda mendapatkan di sana prospek untuk Yerusalem maupun untuk Bait Suci. Dan ketika orang-orang Fenisia dan Kasdim yang mengikuti [Aleksander] berpikir bahwa mereka akan mendapatkan kebebasan untuk menjarah kota itu, dan menyiksa Imam Besar sampai mati, yang pernah dijanjikan oleh raja dalam kemarahannya kepada mereka, terjadilah hal yang sebaliknya; karena Aleksander, ketika ia melihat orang banyak dari kejauhan, dalam pakaian putih, sementara imam-imam berdiri dengan kain lenan halus, dan Imam Besar dalam pakaian ungu dan merah, dengan tiara pada kepalanya, memakai lempengan emas yang berukiran nama Allah, ia mendekati sendirian, dan memuliakan nama itu, dan pertama kali memberi salam kepada Imam Besar itu. Orang-orang Yahudi juga bersama-sama dengan satu suara memberi salam kepada Aleksander, dan mengelilinginya; akibatnya raja-raja Suriah dan yang lain sangat terkejut akan kelakuan Aleksander, dan mengira ia sudah gila. Namun, Parmenio seorang diri datang kepada [Aleksander], dan menanyainya bagaimana dapat terjadi bahwa ketika semua yang lain memuliakannya, [Aleksander] malah memuliakan Imam Besar orang Yahudi itu? Kepada siapa [Aleksander] menjawab, "Aku tidak memuliakannya, melainkan Allah yang telah memberikan kehormatan kepadanya dengan jabatan Imam Besar; karena aku melihat orang ini dalam suatu mimpi, dalam keadaan tepat seperti ini, ketika aku masih pada Dios di Makedonia, yang, ketika aku mempertimbangkan sendiri bagaimana aku dapat memperoleh kekuasaan di Asia, menasihatiku untuk tidak berlambat-lambat, melainkan dengan berani menyeberangi lautan di sana, karena ia akan mengatur tentaraku, dan akan memberiku kekuasaan atas orang Persia; karenanya, setelah melihat tidak lain keadaan ini, dan sekarang melihat orang itu di sini, dan mengingat penglihatan itu, dan nasihat yang aku dapatkan dalam mimpiku, aku percaya bahwa aku membawa tentara ini di bawah aturan Ilahi, dan dengan demikian akan mengalahkan Darius, dan menghancurkan kekuasaan orang Persia, dan bahwa semua hal itu akan berhasil menurut apa yang ada dalam pikiranku." Dan ketika ia telah mengatakannya kepada Parmenio, dan mengulurkan tangan kanannya kepada Imam Besar itu, para imam berlari bersamanya, dan ia tiba di kota itu. Dan ketika ia naik ke Bait Suci, ia mempersembahkan kurban kepada Allah, menurut petunjuk Imam Besar, dan dengan megah memperlakukan baik Imam Besar maupun para imam. Dan ketika Kitab Daniel ditunjukkan kepada [Aleksander], di mana Daniel menyatakan bahwa salah satu orang Yunani akan menghancurkan kekaisaran Persia, [Aleksander] menganggap orang itu adalah dia sendiri yang dimaksudkan. Dan karena kemudian ia bergembira, di menyuruh orang banyak saat itu; tetapi keesokan harinya ia memanggil mereka menghadap kepadanya, dan menanyakan apa permintaan yang dapat diajukan kepadanya; di mana Imam Besar meminta agar mereka dapat menikmati hukum dari leluhur mereka, dan tidak membayar upeti pada tahun ketujuh. [Aleksander] mengabulkan semua permintaan mereka. Dan ketika mereka memohon agar ia mengizinkan orang Yahudi di Babel dan Madai menikmati hukum mereka sendiri juga, ia bersedia berjanji untuk melakukan permintaan itu kelak. Dan ketika ia berbicara kepada orang banyak, bahwa jika ada dari mereka yang mau mendaftarkan diri ke dalam tentaranya, dengan syarat ini, bahwa mereka terus di bawah hukum leluhur mereka, dan hidup mengikutinya, ia bersedia membawa mereka bersamanya, banyak orang siap menemani [Aleksander] dalam peperangannya.

...