Pernyataan bersama pada Persetujuan Manila

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pernyataan bersama pada Persetujuan Manila
(1963) 
Pemerintahan Federasi Malaya, Filipina, dan Indonesia
, diterjemahkan oleh Wikisource


PERNYATAAN BERSAMA[1] OLEH FILIPINA, FEDERASI MALAYA, DAN INDONESIA. YANG DITANDATANGANI DI MANILA PADA TANGGAL 5 Agustus 1963

Presiden Republik Indonesia, Presiden Filipina, dan Perdana Menteri Federasi Malaya telah bertemu dalam sebuah pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi yang diselenggarakan di Manila mulai dari 30 Juli sampai dengan 5 Agustus 1963.
1. Tergerak oleh keinginan yang tulus untuk memecahkan masalah bersama mereka dalam suasana persaudaraan pemahaman, mereka menganggap, disetujui dan diterima Laporan dan Rekomendasi dari para Menteri Luar Negeri dari ketiga negara yang diadopsi di Manila pada tanggal 11 Juni 1963 (selanjutnya dikenal sebagai Persetujuan Manila (Manila Accord).[2]
2. Untuk memberikan prinsip-prinsip panduan untuk pelaksanaan Persetujuan Manila (Manila Accord) para Kepala Pemerintah telah mengeluarkan deklarasi yang dikenal sebagai Deklarasi Manila (Manila Declaration)[3] untuk mewujudkan aspirasi dan tujuan yang sama dan dari masyarakat dan pemerintah dari ketiga negara.
3. Sebagai hasil dari konsultasi antara tiga Kepala Pemerintahan sesuai dengan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Deklarasi Manila (Manila Declaration), para pihak telah memecahkan masalah saat ini berbagai perhatian bersama.
4. Berdasarkan paragraf 10 dan 11 dari Persetujuan Manila (Manila Accord) yang kemudian akan ditindak lanjuti oleh Sekretaris Jenderal PBB atau wakilnya yang harus memastikan sebelum terbentuknya Federasi Malaysia sesuai dengan keinginan rakyat Sabah (North Borneo) dan Sarawak dalam kontekstual dari Resolusi Majelis Umum 1541 (XV),[4]Prinsip 9 dari Lampiran, dengan pendekatan baru, yangmana dalam pendapatnya Sekretaris Jenderal diperlukan untuk memastikan kepatuhan lengkap dengan prinsip penentuan nasib sendiri dalam persyaratan yang akan diwujudkan melalui Prinsip 9, dengan mempertimbangkan:
(i) Pemilu sekarang di Sabah (Borneo Utara) dan Sarawak tetapi harus tetap dilanjutkn dengan memeriksa, memverifikasi dan agar dapat memuaskan hasil mengenai apakah
(a) Malaysia adalah isu utama akan tetapi atau bukan masalah utama;
(b) Pendaftaran para peserta pemilu yang disusun dengan baik; Halaman:Manila Accord (31 July 1963).djvu/9 Halaman:Manila Accord (31 July 1963).djvu/10





Catatan[sunting]

  1. Mulai berlaku pada tanggal 5 Agustus 1963, dengan ditanda tanganinya.
  2. Lihat hal. 344 dari buku ini.
  3. Lihat hal. 352 dari buku ini.
  4. Dokumen resmi Majelis Umum PBB, Sesi Kelimabelas, Tambahan No 16 (A/4684), hal. 29.


Terjemahan ini memiliki informasi lisensi yang berbeda dengan naskah aslinya. Status terjemahan berlaku untuk edisi ini.
Naskah asli:
PD-icon.svg Karya ini adalah cuplikan dari dokumen resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kebijakan organisasi ini adalah menyimpan sebagian besar dokumen dalam domain publik untuk menyebarkan "seluas mungkin pemikiran (yang terkandung) dalam Publikasi PBB".

Sesuai dengan ketentuan PBB Administrative Instruction ST/AI/189/Add.9/Rev.2 yang hanya tersedia dalam bahasa Inggris, dokumen berikut ini berada pada domain publik di seluruh dunia:

  1. Catatan resmi (hasil konferensi, ringkasan catatan dan notulensi sidang, ...)
  2. Dokumen PBB yang diterbitkan dengan simbol PBB
  3. Bahan informasi publik yang dirancang terutama untuk menginformasikan kepada publik mengenai kegiatan PBB (tidak termasuk bahan informasi publik yang ditawarkan untuk dijual).
Logo of the United Nations (B&W).svg
Terjemahan:
PD-icon.svg Saya, pemegang hak cipta atas karya ini, dengan ini melepaskannya ke domain publik. Ini berlaku di seluruh dunia.

Jika hal ini tidak memungkinkan secara hukum:
Saya memberikan hak kepada siapapun untuk menggunakan karya ini untuk tujuan apapun, tanpa syarat, kecuali ada syarat tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan.