Lompat ke isi

Tengah Malam

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Tengah Malam

Tengah malam
mata mengalir, tubuh menggigir.
Menyerbu, sayu dan rayu, ke dalam kalbu.
Wah jahatnya kenangan:
resah risau tiada keruan,

Tengah malam
aku mendamba kepada sa'at,
yang membawa jiwa ke hadirat Tuhan.
Wah besar gembira beta,
Alam silam, Malam bertakhta.

(Percikan Permenung, 1926)