Lompat ke isi

Soeara Moeslimin 1 Desember 1943

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas

madjallah
Islam

SOEARA
MOESLIMIN
INDONESIA

3 DZOELHIDJDJAH 1362
―――――――――――
1 DESEMBER 2603

No.1

LANDJOETAN „S. MIAI” NO. 22-23

TAHOEN 1

DENGAN IDZIN KANTOR GOEN-KENETSU-HAN

Terbit tiap² tanggal 1 dan 15.

Pemimpin Oemoem:
K. H. M. MANSOER

Badan Pengarang:
R.P.A. BARRY ALBAHRY

Administrasi:

R. SOENADI

Harga Langganan:

Tiga Boelan ............... ƒ 1—
Harga étjéran ............ „ 0.20

Bajar lebih dahoeloe.

PENERBIT:
„Madjlis Sjoero Moeslimin
Indonesia”.
(MASJOEMI)
v. Heutsz-Boulevard 1 — Djk.

Telp. ....... No. 4518 Djk.


—————————————————


BERITA REDAKSI

  Sebagaimana telah kami oemoemkan dalam „Soera MIAI” No.21 jl. bahwa akan ada pergantian nama „Soera MIAI”, maka moelai nomor ini namanja berganti dengan „SOEARA MOESLIMIN INDONESIA”.
Demikian dalam soesoenan dan badan pengasoehnja ada pergantian sebagian, seperti jang tertera dihalaman koelit kedoea.
Lebih tegasnja, pergantian itoe demikian ini:

1. Nama madjallah: „SOEARA MOESLIMIN INDONESIA”,
2. Penerbit: „MADJLIS SJOERO MOESLIMIN INDONESIA’, DJAKARTA,
3. Pemimpin Oemoem: K. H. M. Mansoer,
4. Pemimpin Pengarang: R.P.A. Barry Albahry,
5. Tata Oeasaha: R. Soenadi,
(Boeat Sementara)

  Adapoen „Soeara Moeslimin Indonesia” no. pertama (I) ini, ialah landjoetan dari „Soeara MIAI” no. 22-23. Adapoen „Soeara MIAI” no. 22 tak dapat diterbitkan pada waktoenja (15-11-2608), oleh karena beberapa hal jang amat pentingnja. Oleh karena itoelah, „Soeara MIAI” no. 22-23 didjadikan senomor, jang mana sekarang ini menjadi  „SOEARA MOESLIMIN INDONESIA”. No. Pertama, tahoen Pertama.
Djadi teranglah, bahwa segala sesoeatoe jang berhoeboengan dan berkenaan dengan „Soeara MIAI” langsoeng teroes, hanja sadja berganti namanja, seperti tertera tadi.
Sekianlah, kiranja dima'loemi oleh para pembatja sekalian.

Wassalam,


Badan Pengarang


„SOEARA MOESLIMIN INDONESIA”

—————————————————


—————————————————


DAFTAR ISI


Halaman.


1. Menjamboet terbitnja madjallah .. „ 1
2. Samboetan atas berdirinja Masjoemi„2
3. Menjamboet beban ................. „ 3
4. Pradjoerit Pembela Tanah Air .... „ 4
5. Hari berhikmat ................... „ 5
6. TENNOO HEIKA berkenan menerima Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo„ 6
7. Kesan² dari Nippon ............... „ 7
8. Sepatah kata pesanan ............ „ 11
9. Oemmat Islam haroes toeroet menjoembangkan tenaga .. „ 12
10. Patah toemboeh, hilang berganti„ 13
11. Keterangan Pemerintah tentang Pendirian Masjoemi . „ 14
12. Mendjelaskan kedoedoekan Masjoemi „ 15
13. Mendjalankan kewadjiban ... „ 16
14. Anggaran Dasar Masjoemi ... „ 17
15. Andjoeran dan pengharapan . „ 19
16. Mimbar Djoem’at ................ „ 20
17. Keboedajaan Islam .............. „ 21
18. Djedjak chalifah *Oemar ........ „ 24
19, Darah Ksatrija .................. „ 26
20. Qoerban ........................ „ 28
21. Dalam Negri .................... „ 29
22. Loear Negri .................... „ 30
23. Gelombang Perang Doenia ......„ 31
24. Dasar Bahasa Nippon ............ „ 32

—————————————————


Klise „Asia-Raja”

Menjamboet terbitnya madjallah DARI MASJOEMI


  Dengan segala senang hati saja mengoetjapkan sepatah doea kata sebagai samboetan atas penerbitan madjallah Indonesia baroe berhoeboeng dengan berdirinja „Madjelis Sjoero Moeslimin Indonesia”.
  Dalam tempo sepoeloeh hari sesoedah Balatentara Dai Nippon mendarat dipoelau Djawa, dihantjoerkanlah segala sisa-sisa kekoeatan tentara Belanda, dan ini berarti melepaskan 50 djoeta djiwa daripada belenggoe pemerintahan Belanda, jang meradjalela disini lebih dari 300 tahoen lamanja.
  Saja merasa poeas atas kegiatan dan soembangan tenaga sekalian pendoedoek ditanah Djawa jang diberikan kepada Balatentara Dai Nippon dalam oesaha menjoesoen masjarakat baroe. Tjita-tjita Dai Nippon ialah mema’moerkan masjarakat disini, jang berdjoemlah 50 djoeta, oentoek selama-lamanja.

Gunseikanbu di Djawa beroesaha sebaik-baiknja agar tjita-tjita Dai Nippon jang soetji itoe dapat dilaksanakan selekas moengkin. Maka sebab itoe, dapatlah sekalian pendoedoek di Djawa menaroeh kepertjajaan sepenoehnja kepada Pemerintah Balatentara Dai Nippon, dan melakoekan pekerdjaan masing-masing dengan giat dan senang hati.

  Teroetama perihal Agama, seperti soedah ternjata dari pengoemoeman-pengoemoeman Pemerintah, ra’jat soedah diberi kebebasan seloeas-loeasnja, ketjoeali dalam perkara-perkara Agama, jang bertali rapat dengan oesaha pemerintahan dalam melaksanakan tjita-tjita Dai Nippon terseboet.
  Agama Islam boleh dikatakan agama oemoem ditanah Djawa; sebab itoe Pemerintah Balatentara Dai Nippon tidak sadja menghargai dan melindoenginja, melainkan berharap poela agar agama itoe mendjadi lebih madjoe dan lebih soeboer lagi.
  „Madjelis Sjoero Moeslimin Indonesia” itoe didirikan sebagai pengganti M.I.A.I. jang baroe diboebarkan itoe, maka madjallah jang baroe inipoen diterbitkan sebagai pengganti madjallah „Soeara M.I.A.1.”.
  Toedjoean madjallah baroe ini ialah memberi pimpinan kepada seloeroeh oemmat Islam ditanah Djawa dengan mendjelaskan tjara dan maksoed Pemerintahan Balatentara Dai Nippon dipoelau ini, serta membangkitkan semangat diantara oemmat Islam, jang berarti memberi soembangan tenaga kepada Pemerintah Balatentara Dai Nippon di Djawa choesoesnja, dan kepada oesaha Pembangoenan Djawa Baroe oemoemnja. Itoelah pengharapan saja.
  Sekianlah samboetan saja.

Djakarta, 23 boelan 11 Syoowa 18.


GUNSEIKAN.


1

Samboetan atas berdirinja

MADJLIS SJOERO MOESLIMIN INDONESIA (MASJOEMI)

OLEH: SYUUMUBUTYO


  Nomor jang pertama dari madjallah ini adalah kesempatan jang sebaik-baiknja bagi saja oentoek dengan ichlas hati mengoetjapkan sjoekoer atas berdirinja perkoempoelan agama

„Madjlis Sjoero Moeslimin Indonesia”, jang soenggoeh besar artinja bagi masjarakat Islam dipoelau Djawa ini. Saja rasa, ada pada tempatnja, djika segenap oemmat Islam di Djawa mengoetjapkan banjak-banjak terima kasihnja kepada toean-toean K. H. Abdoelwahab dan K. H. M. Mansoer, serta para wakil-wakil dari Pengoeroes Besar Nahdlatoel Oelama dan Pengoeroes Besar Moehammadijah jang telah bekerdja dengan sekeras-kerasnja dalam pembentoekan perkoempoelan jang terseboet dan merantjang anggaran-dasar jang tidak moedah itoe. Semoea itoe oleh mereka diselesaikan dengan sangat rapih, sehingga perkoempoelan „Masjoemi” dapat disjahkan oleh Pemerintah Balatentara.

 Saja jakin, bahwa berdirinja perkoempoelan seperti Masjoemi itoe, adalah soeatoe peristiwa jang telah lama ditjita-tjitakan oleh semoea perkoempoelan-perkoempoelan agama, dan telah lama dinanti-nantikan oleh segenap oemmat Islam di Djawa. Oleh karena itoe tentoe segenap kaoem Moeslimin menjamboetnja dengan kegembiraan kesjoekoeran dan wadjiblah seloeroeh oemmat Islam dengan segiat-giatnja menoendjang segala langkah „Masjoemi”.
Menoeroet anggaran-dasar Masjoemi bermaksoed hendak mengemoedikan dan merapatkan perhoeboengan antara perkoempoeian-perkoempoelan agama Islam di Djawa, serta memimpin dan memelihara pekerdjaan perkoempoelan-perkoempoelan itoe oentoek memper

tinggi peradaban agar soepaja segenap oemmat Islam membantoe dan menjoembangkan tenaganja oentoek membentoek lingkoengan kemakmoeran bersama di Asia Timoer Raja dibawah pimpinan Dai Nippon. Soenggoeh loeas dan tinggi maksoed perkoempoelan ini, dan memang maksoed jang tinggi itoe tidak menjalahi perintah Allah.

  Sesoeai dengan toedjoean ini Masjoemi antara lain mengoesahakan segala ichtiar jang dipandang perloe oentoek membangkitkan dan mempertinggi semangat menjoembangkan tenaga dan semangat bekerdja bersama dari perkoempoelan-perkoempoelan agama Islam terhadap Pemerintah Balatentara Dai Nippon.
Saja jakin, bahwa dalam hal itoe semoea perkoempoelan-perkoempoelan telah insjaf, dan hanja sedang menoenggoe petoendjoek dan toentoenan belaka. Dan oleh karena pendoedoek tanah Djawa ini sebagian besar beragama Islam, sebab itoe segenap oemmat Islam merasa, bahwa membela tanah ini berarti membela agama Islam. Oleh sebab itoe poela kaoem Moeslimin akan giat menjoembangkan tenaganja kepada Pemerintah.
Kini soedah terbit boeat pertama kalinja madjallah „Soeara Moeslimin Indonesia”, ialah madjallah dari Masjoemi.
Saja jakin, bahwa madjallah ini akan memberi penerangan dan toentoenan kepada segenap oemmat Islam disini. Oleh karena itoe saja harap, moedah-moedahan madjallah ini akan mendapat perhatian jang sepatoetnja dari kaoem Moeslimin seoemoemnja.

2

MENJAMBOET BEBAN

„Pengharapan berdasar toeloes dan ichlas”


  Roepanja soedah takdir Allah Soebhanahoe wa Ta’ala dan sesoeatoenja berlakoe dengan Iradat-Nja, jang tak dapat disisihkan. Madjallah „SOEARA MOESLIMIN INDONESIA” lahir, nomor pertama terbit.
  Beban jang berat sebagai Pemimpin Oemoem terpikoel kepada kami. Sebenarnja sebagai Pemimpin Oemoem dari satoe madjallah, agaknja seorang-orang jang loeas pengetahoeannja dan loeas poela pemandangannja. Diri kami boleh dikata serba koerang. Kekoerangan jang seroepa inilah jang membawa perasaan berat.
  Akan tetapi bagaimana djoega beratnja beban jang telah dipikoelkan kepada kami, akan kami laksanakan dengan sepertinja, karena mengingat kewadjiban jang haroes ditoenaikan dan tanggoeng djawab jang mesti dipenoehi.
  Dalam pada itoe tiadalah loepa kami mintakan perbantoean dan pertolongan saudara-saudara para pembatja, teroetama para ’Alim-Oelama, kiranja soeka dan ichlas poela memberikan dan menjoembangkan boeah pikirannja oentoek bersama-sama toeroet mengisi dan memenoehi lembaran madjallah „SOEARA MOESLIMIN INDONESIA”. Kami perloe ketengahkan demikian, karena kami mengakoei: „Dimana gading jang tiada retak?”
  Madjallah ini boekan kepoenjaan kami seorang-orang atau poen sesoeatoe badan, tetapi adalah kepoenjaan bersama-sama, dan oleh karena itoe sama-sama mempoenjai tanggoeng djawab dalam hal memadjoekan dan menghidoepkannja dengan soeboer, sehingga nampak terang tjahaja menjinari ’Alam Islam, teroetama ’Alam ASIA TIMOER ini.
  Kini waktoenja memanggil kita, panggilan Agama Islam dan Tanah Air. Tak seorangpoen terbebas dari panggilan itoe. Kita haroes memenoehi panggilan jang kini mendjelma sesoedahnja terkoeboer beberapa abad. Kita djalankan dan lakoekan panggilan tadi dengan saksama dan sempoerna, sehingga tertjapai segala tjita-tjita dan toedjoean jang moerni.
  Kembali kepada pengharapan tadi, kami harapkan perbantoean toelisan atau karangan sebagai soembangan bagi „Soeara Moeslimin Indonesia”, tetapi hendaknja semoeanja itoe jang mengandoeng sari dan pati serta berisi toedjoean seperti ini:

a :Perdamaian:

 Karena damai itoe menimboelkan kebaikan, 
 kekoeatan djiwa raga dan kemoedahan akan 
 mentjapai sesoeatoe maksoed.

b. :Pengetahoean:

  Sebab ‘ilmoe pengetahoean itoe menimboelkan 
  penerangan, ketentoean pendirian jang 
  sebenarnja baik serta soetji, dan kemoedahan 
  akan memilih sesoeatoe toedjoean.

c :Semangat:

  Oleh karena semangat itoelah jang 
  menimboelkan dorongan, menghidoepkan 
  kegiatan dan keringanan akan mengerdjakan 
  sesoeatoe tjita-tjita.
  Moedah-moedahan pengharapan kami diatas mendapat samboetan para pembatja dengan mendapat pengetahoean jang terang, mendapat rasa aman-damai dan mendapat semangat jang mendorong madjoe kedepan.
  Demikianlah, kiranja para saudara-saudara jang akan menjoembangkan pikirannja memperhatikan akan 3 perkara terseboet diatas.

Terima kasih penoetoep kata kami.

Wassalaam.
Pemimpin Oemoem:
K.H.M. MANSOER



3

PRADJOERIT PEMBELA TANAH AIR

Oleh: K. H. HASJIM ASJ’ARI.

  Dengan nama Allah Penjajang dan Pengasih.
  Sekalian poedji bagi Allah jg. Loehoer dalam kemoeliaanNja, Jang berkoeasa sendiri akan membalik-balikkan hati hamba-Nja, Jang memberi pertjobaan dengan sesoeatoe hal dan lawan hal itoe. Rachmat dan salam bagi OetoesanNja, Djoendjoengan kita Moechammad, dan keloearganja dan tentaranja.
  Kemoedian, maka inilah keterangan ringkas dari al-Qoer’an dan Hadits bagi para Moeslimin jang masoek djadi pradjoerit pembela tanah air kita (Barisan Soekarela) oemoemnja, dan bagi orang jang berperang oentoek menolak moesoeh, jang ingin mereboet tanah air kita (Inggeris, Amerika dan golongannja) pada choesoesnja. Jaitoe agar mereka itoe mendjalankan pekerdjaan tadi dengan mendapat kenjataan tentang hoekoem perboeatannja, dan agar mereka memperoleh pahaJa (gandjaran) dan barang-barang rampasan (djarahan) ; dan lagi bilamana mati dalam peperangan itoe tadi agar matinja djadi mati sjahid.
  Pertama: Soepaja kaoem Moeslimin terseboet diatas berniat I’ZAZI DINI’L ISLAM

(mengedjar ketinggian agama Islam), jaitoe menoeroet Firman Allah swt.:

  Dan perangilah mereka itoe hingga tida’ ada fitnah (kemoesjrikan) lagi, dan sehingga Agama hanjalah oentoek Allah semata-mata. (Soerat Al-Baqarah 192).
  Kedoea: Soepaja berniat mempertinggi kalimat Allah swt; Ja’ni Kalimat: Lailaha-illa’llah, Moechammadoer Rasoeloe’llah. Jaitoe agar pekerdjaannja itoe termasoek dalam arti „Fi sabili’llah” menoeroet keterangan dalam Hadist:
  Bahwasanja seseorang lelaki datang kepada Nabi Moechammad saw. laloe berkata: „Sete-

ngah orang berperang oentoek mendapat barang rampasan, setengahnja berperang oentoek mendapat nama, setengahnja berperang oentoek mendapat kedoedoekan jang dilihat orang, maka siapakah orang jang berperang fi sabili’llah (dalam djalan Allah) ?” Nabi Moechammad bersabda: Barangsiapa berperang agar kalimat Allah mendjadi moelia (loehoer), itoelah jang berperang didalam djalan Allah. (Boekhary II/94).

  Adapoen sebabnja maka diminta berniat jang demikian itoe, ialah menoeroet sabda Nabi Moechammad saw.:
  Bahwasanja sekalian ’amal (perboeatan) itoe adalah bergantoeng pada niatnja. Dan tiap-tiap orang itoe akan memperoleh hasil sebagai jang diniati. (Boekhary 1/6).
  Dan kaoem Moeslimin jang terseboet setelah mempoenjai niat sebagaimana jang diseboetkan tadi, tidaklah berhalangan akan bekerdja bersama dengan golongan lain Moeslimin, jaitoe

oentoek menolak moesoeh. Hal itoe sebagai keterangan dalam Hadist Boekhary:

  Fasal dalam mentjeritakan, berdjihad adalah langsoeng bersama dengan orang bagoes-bagoes (ber-agama Islam) dan lainnja. Jaitoe menoeroet sabda Nabi Moechammad saw.: Koeda (oentoek berperang) adalah bergantoeng padanja „perkara

baik” hingga hari qyamat (perkara baik artinja: pahala dan barang-barang rampasan). Boekhary II/98).

  Dan menoeroet sabda Nabi Moechammad saw.:
  Djika Allah menoeroenkan siksa pada soeatoe golongan, siksa itoe mengenai sekalian orang didalam lingkoengan golongan itoe; kemoedian kelak mereka akan dibangoenkan (di akhirat) menoeroet pekerdjaannja masing-masing. (Boekhary IV/162).
  Dan djika kaoem Moeslimin jang berperang itoe meninggal dalam peperangan, setelah mempoenjai niat terseboet diatas, maka akan mendapat daradjat sjahid doenia dan achirat. Jaitoe menoeroet keterangan Hadist:
  Orang sjahid adalah 5 orang:

1. Meninggal doenia karena penjakit tha’oen, 2. Meninggal karena sakit peroet, 3. Meninggal karena tenggelam, 4. Meninggal karena kerobohan, dan 5. Meninggal sjahid dalam djalan Allah. (Boekhary I1/96).

  Dan lagi menoeroet Hadist Sahabat Abdoellah bin Amrin, katanja:
  Saja mendengar Nabi kita saw. bersabda: Barangsiapa meninggal karena mempertahankan harta bendanja, maka ia itoe mati sjahid. (Boekhary 11/49).
  Sedang menoeroet riwajat Aboe Dawoed dan Toermoedzy:
  Barangsiapa oeangnja akan dirampas dengan tida benar, kemoedian ia melawan dan meninggal, maka ia itoelah mati

sjahid.

4

Hari berhikmat

―――――――

APAKAH CHIKMAT

jang tersemboenji dalam bertepatannja hari 8 Desember dengan 10 Boelan Besar (Hari Raja Koerban) — Tahoen 2608 dengan Tahoen 1362 ?

  Tidaklah dapat kita poengkiri, bahwa se soeatoe kedjadian itoe ada mengandoeng hikmat atau rahsia jang tersemboenji didalamnja. Machloek Allah jang didjadikan-Nja terkandoeng chikmat didalamnja. Hari-boelan, pekan-tahoen, tentoe poela ada goenanja ada chikmatnja. Matahari, boelan dan bintangpoen tidak kalah kegoenaannja. Dengan benda-benda itoelah dapat diketahoei dan dapat dirasakan pergantian sa’at kesa’at lain. Tatkala matahari terbit menandakan siang hari, dan manoesia dikerahkan kepekerdjaannja masing-masing mendjalankan kewadjibannja. Kalau matahari soedah terbenam, laloe terbitlah bintang² dan boelan, dengan sendirinja kita mengetahoei, bahwa hari soedah malam. Dan dengan tidak diberi tahoekan lebih doeloe kita soedah merasakan kelelahan toeboeh dan kelemahan tenaga, dan diwaktoe itoe kita dikerahkan beristirahat. Demikianlah selandjoetnja, kesemoeanja itoe soedah teratoer dan soedah dalam qoedrat-iradat Toehan Jang Maha Koeasa.
  Kita perhatikan pergantian hari-boelan-tahoen dan pergeseran perdjalanan matahari-boelan-bintang, maka pada tahoen ini 2603 (S.) dengan tahoen 1362 (H.) roepanja ada soeatoe harinja jang berbetoelan, bertepatan, ja’ni bertepatan moelianja antara kedoea hari tahoen 2603 dengan hari tahoen 1362, ialah hari 8 Desember dengan hari 10 Hadjdji - Hari Perajaan Koa Sai djatoeh sehari dengan Hari Raja Koerban. —
  Berhoeboeng dengan peristiwa bertepatannja tadi, maka tiada koerang jang soeka memperhatikan serta mengandoeng pertanjaan jang sebenarnja haroes ditanjakan dan didjawab serta poela haroes diterangkan dan didjelaskan ma’nanja.
  Demikianlah oedjoed pertanjaan seperti jang diterakan diatas, jang toemboeh dalam fikiran orang-orang jang merenoengkan akan perdjalanan zaman dan masa. „ADAKAH CHIKMAT?”, tentoe, tentoe tidak boleh tidak, ada chikmat jang tersemboenji didalamnja. Agar renoengan tadi beroleh hasil, baik kiranja dioetarakan disini menoeroet garis besarnja:
  — 8 Desember hari keloearnja Titah jang 
  Soetji dari J. M. M. TENNOO HEIKA, oentoek 
  peperangan jang soetji, peperangan oentoek 
  menegakkan ke’adilan jang soedah diindjak- 
  indjak oleh kaoem Sekoetoe bera toes-ratoes 
  tahoen jang laloe. —
  10 Boelan-Besar, ialah Hari Raja Hadjdji, 
  Hari Raja Koerban. Adapoen Hadjdji, ialah
  roekoen Islam jang ke-5, jang pada hari itoe 
  seloeroeh kaoem Moeslimin mengenangkan persatoeannja dipadang pasir „'Arafah” 
  dengan disertai 'Ibadat Koerban, jang 
  mempoenjai arti: Tidak akan yegak persatoean 
  kalau tidak ada pengoerbanan. —
  Demikianlah kebetoelan dan bertepatannja 8 Desember dengan 10 Boelan Besar — Hari Raja Koerban djatoeh sehari, jang mana maksoed kedoea-doea hari tadi telah dioetarakan jang mengandoeng chikmat jang moelia.
  Dan tegasnja lagi chikmat jang terkandoeng didalamnja, ialah:
  — Kita kaoem Moeslimin seloeroehnja haroes 

bersatoe serta ichlas berkoerban

  oentoek mengikoeti Balatentara Dai Nippon 
  akan melenjapkan kekotoran-kekotoran 
  Sekoetoe dari seloeroeh Asia, bahkan dari 
  seloeroeh Doenia. —
  Sekianlah adanja chikmat jang tersemboenji itoe, moedah-moedahan mendjadi penerangan jang membawa faedah dan manfa’at.

K. H. M. MANSOER.

5

TENNOO HEIKA

BERKENAN MENERIMA

SOEKARNO, Drs. Moh. HATTA

dan KI BAGOES HADIKOESOEMO

  Tokio, 16-11-’08. Pada tgl. 16 Nopember pagi,

TENNOO HEIKA berkenan menerima Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo di Istana. Ir. Soekarno diperkenalkan kepada TENNOO HEIKA oleh Pemimpin Oepatjara Istana Matsudaira.

  Ketika Ir. Soekarno memberi hormat, 

TENNOO HEIKA berkenan berdjabatan tangan dan bersabda kepadanja sepatah doea patah.

  Kemoedian Drs. Hohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo diperkenalkan kepada 

TENNOO HEIKA oleh Ir. Soekarno sendiri. Dengan sangat terharoe mereka meninggalkan Istana.

  Ketiga Pemimpin dari Djawa itoe telah diperkenankan menghadap 

TENNOO HEIKA sebagai tanda penghargaan atas djasa-djasanja dalam toeroet membentoek Asia Timoer Raja.

Ir. SOEKARNO, Drs. Moh. HATTA

DAN KI BAGOES HADIKOESOEMO

DIANOEGERAHI BINTANG

 Tokio, 15-11-’03. Pada tgl. 15 Nopember

TENNOO HEIKA telah berkenan menganoegerahkan bintang-bintang kepada toean-toean Ir.Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo sebagai penghargaan atas djasa-djasanja kepada Pemerintah Balatentara Nippon di Djawa.

  Bintang-bintang jang dianoegerahkan adalah sebagai berikoet:
  Ir. Soekarno — Gityo Tyuuoo Sangi-In — dianoegerahi Bintang Kun Nito Zuiho-Sho

(„Ratna Soetji” kelas 2).

  Drs. Moh. Hatta — Giin Tyuuoo Sangi-In— dianoegerahi Bintang Kun Santo Zuiho-Sho

(„Ratna Soetji” kelas 3).

  Ki Bagoes Hadikoesoemo — Giin Tyuuoo Sangi-In — dianoegerahi Bintang Kun Santo Zuiho-Sho („Ratna Soetji” kelas 3).
  Keterangan:
  Bintang „Ratna Soetji” ini dianoegerahkan kepada pegawai Negeri jang telah banjak djasanja, baik dari Balatentara maoepoen dari Pemerintah dan djoega kepada orang preman. Bintang ini dibagi dalam 8 tingkatan.
  Jang telah diterima oleh ketiga toean itoe ialah tanda djasa jang tinggi.

6

KESAN² DARI NIPPON
  Kepada beberapa orang „Rombongan Penindjau bangsa Indonesia", jang baharoe ini datang kembali dari Nippon, oleh Kantor Oeroesan Agama dihadapkan beberapa pertanjaan.
  Soepaja dapat diketahoei oleh orang banjak, pertanjaan² itoe dan djoega djawaban²nja, walaupoen dengan singkat, kami hidangkan seperti dibawah ini:

Pertanjaan 1:

  Apakah kesan-kesan toean jang terbesar, moelai dari berangkat sampai poelang dari

Nippon?

 Djawaban T. Soetardjo:

a. bahwa seloeroeh rakjat Nippon mempoenjai

  semangat jg. koeat jang soembernja terletak 
  pada: kebaktian kepada J. M. M. TENNOO HEIKA
  dan pengabdian kepada noesa dan bangsa, 
  sehingga ia meroepakan soeatoe gaboengan 
  rakjat jang ta’ dapat dipatahkan dan 
  sanggoep menderita apa djoeapoen;

b. bahwa rakjat Nippon memberi boekti jang

  seterang-terangnja bahwa bangsa Asia, 
  meskipoen sanggoep menerima pengetahoean dan
  ketjakapan Barat, tidak ia meninggalkan ke 
  Timoerannja, sehingga kami tegoeh 
  berkejakinan, bahwa orang Asia akan tetap 
  mendjadi orang Asia;

c. melihat perlengkapan alat² perang dan bahan2

  serta peroesahaan² jang tersedia boeat 
  perlengkapan² itoe, menilik poela besarnja 
  semangat di kalangan militér dan digarisan 
  belakang, mengingat poela bahwa bangsa² Asia
  sanggoep menjokong Nippon dalam peperangan 
  ini, sebab bangsa² Asia menjetoedjoei 
  kebidjaksanaan pimpinan Nippon terhadap pada 
  bangsa-bangsa Asia lainnja, maka kami jakin, 
  bahwa kemenangan achir tentoe ada difihak
  kita, bangsa Asia;

d. bahwa toedjoean Pemweintah Agoeng di Tokio

  dan toedjoean rakjat Indonesia boeat 
  membangoen masjarakat baroe dinegeri ini 
  pasti tertjapainja, oleh karena kedoea fihak 
  ternjata bersatoe hati pada melakoekan 
  ichtiar bersama kedjoeroesan itoe.
  Djawaban T. R. P. Ir. Soerachman:
  Kesan jang terbesar jang tidak dapat saja loepakan ialah kesatoean semangat ra’jat Nippon, hidoep dan mati oentoek TENNOO HEIKA. Semangat kesatoean itoe terdapat didalam segala lapangan kehidoepan dan semangat itoe dipegang tegoeh sampai njawa berpisah dari badan.
  Djawaban T. Soebroto:
  Semangat Ra’jat Nippon oemoemnja betoel² berkobar²; semangat itoe soedah digembleng sebagai wadja.

Pertanjaan 2:

  Apakah kesan-kesan toean tentang kehidoepan jang soenggoeh² dari bangsa Nippon sehari-hari, dibelakang garis peperangan? teroetama tentang

memelihara, menoendjang pradjoerit², dan menoendjang keloearganja pradjoerit² itoe?

  Djawaban T. Soetardjo:
  Kehidoepan bangsa Nippon sehari-hari telah disederhanakan dengan tiada orang jang mengeloeh, sebab mereka bersatoe hati menjokong dengan sepenoehnja oentoek mentjapai kemenangan dalam peperangan ini. Poen terhadap pada pradjoerit² Nippon rakjat menghargai benar² atas kewadjiban jang berat jang dipikoelkan pada pradjoerit² itoe serta mendjoendjoeng tinggi djasa²nja. Keloearga pradjoerit² jang djatoeh dipeperangan mendapat kehormatan jang besar dari teman² pendoedoek tempatnja masing².
  Djawaban T. R. Soepomo:
  Oentoek mengadakan persediaan makanan jang tjoekoep:

1. Pemerintah bekerdja rapat dengan ra’jat.

  Pertanian dikerdjakan dengan sesempoerna- 
  sempoernanja. Segala tanah jang kosong 
  dipakai, maoepoen didesa atau dikota. Si 
  Tani dengan Si Ahli Pertanian berhoeboeng 
  rapat agar kepandaian dapat didjalankan 
  dengan langsoeng.

2. Soepaja makanan djangan terpakai dengan sia-

  sia, diadakan pembagian, serta pengoekoeran 
  menoeroet keperloean hidoep setiap orang 
  (standaard menu).

3. Pakaian djoega dibagi-bagi oleh pemerintah,

  dan tjara memakainja djoega teratoer 
  menoeroet keadaan. Boekan kebagoesan jang 
  dipentingkan akan tetapi baiknja menoeroet 
  keperloean. Oempamanja banjak kaoem 
  perempoean memakai sematjam tjelana (mompe).

4. Hidoep kekeloeargaan serta tolong menolong

  (gotong rojong) sangat berkobar-kobar. Tjara 
  soesoenan gotong-rojong itoe diseboetkan 
  Tonari-gumi, dan diatoer antara beberapa 
  roemah  tangga. Systim tonari-gumi ini 
  melipoeti seloeroeh ra’jat, dan setiap orang 
  mendjalankannja dengan penoeh keichlasan 
  serta semangat.
  Djawaban T. Soepandi:
  Adapoen kehidoepan bangsa Nippon amat sederhana, apalagi pada masa perang ini. Walaupoen  sekalian bahan makanan soekar diperolehnja, akan tetapi dengan sabar dan tenang tidak mengeloeh kesah, bangsa Nippon mendjalankan pekerdjaannja sehari-hari. Oentoek memperoleh bahan² makanan, diberikan lebih

dahoeloe kartjis² pembagian, dan dimana-mana terlihat bagaimana tertib dan rapihnja ra’jat Nippon mengambil bahan² makanan itoe. Tidak ter lihat mereka berdesak-desak atau bereboet-reboetan. Dan tentang berpakaian poen bangsa Nippon amat sederhana, sehingga hampir tidak tertampak perhiasan² mas atau intan. Segala roepa² barang jang diboetoehkan oentoek perang, mereka

7

dengan ichlas hati menjoembangkannja kepada Pemerintah. Dengan ringkas dapat diseboetkan, bahwa kehidoepan bangsa Nippon pada masa ini,

betoel² dipoesatkan kepada oesaha membantoe Pemerintah, oentoek mentjapai kemenangan achir. Tonari Gumi, tidak sedikit membantoe Pemerintah dalam oesaha perang Asia Timoer Raja, dalam membagi bahan² makanan serta menoendjang keloearga pradjoerit² jg. meninggal doenia dimedan perang.

Pertanjaan 3:

  Bagaimanakah  pendapatan toean tentang idoestri alat-alat perang dan productienja

sangat besar.

  Dijawaban T. R. P. Ir. Soerachman:
  Indoestri alat-alat perang dan prodoeksinja di Nippon sangat menta’djoebkan saja. Disini djoega kita menjaksikan semangan kesatoean ra’jat Nippon berkoerban oentoek 

TENNOO HEIKA. Segala indoestri digaboengkan mendjadi satoe ditangan Pemerintah. Persediaan bahan dan tenaga boeroeh sangat tjoekoepnja. Dibagian jang tenaga kaoem perempoean boleh menggantikan tenaga lelaki, pergantian itoe telah dilakoekan dengan hasil jang memoeaskan.

  Djawaban T. R. Soepomo:
  Sebagai toean telah mengetahoei, atau boleh djadi djoega beloem mengetahoei, perindoestrian Nippon telah mentjapai tingkatan jang amat tinggi maoepoen dalam hal techniek baik dalam hal keachlian serta organisasinja. Diantara Moji dan Tokio jang beratoes-ratoes kilometer djaoehnja penoeh tersebar dengan perpoesatan² indoestri, seperti Osaka, Kobe, Nagoya dll. Oentoek menginsafkan loeasnja perindoestrian saja ambil satoe tjontoh oempamanja di Kawasaki didekat kota Tokio. Kawasaki hanja poesat jang beloem begitoe besar, seperti ditempat lain; kami beloem pernah mendengar nama kota itoe, akan tetapi ditempat ini sadja ada pabrik jang berjadjar-djadjar hingga 25 kilo meter pandjangnja.
  Pada perindoestrian jang amat loeas itoe sekarang berdjoeta-djoeta boeroeh teroes meneroes bekerdja memboeat alat perang seperti tank, mesin terbang, mesipr, makanan dalam blek dsb. Segala jang perloe oentoek peperangan telah dipegang dan dipimpin oleh Balatentara. Kami ta’ dapat angka-angka tentang prodoeksi,

akan tetapi dapatlah rasanja mengira²kan sendiri betapa besarnja prodoeksinja jang mengalir teroes oentoek keperloean peperangan ini.

  Segala kaoem pekerdja tinggi rendah, toea moeda, lelaki perempoean bekerdja dengan giat,

mengetahoei disipline dan ta’ mengingat lama waktoe bekerdja akan tetapi dengan girang hati memenoehi kewadjibannja karena insjaf akan arti peperangan ini oentoek bangsa Nippon dan bangsa Asia oemoemnja. Bahan-bahan oentoek „Bengkel Pacific” ini mengalir dari segala djoeroesan; dipelaboehan kapal-kapal beriring-iring membawanja.

  Demikianlah adanja pemboeatan alat perang.
  Kami dapat kesempatan mengoendjoengi beberapa sekolah militer dari Angkatan Darat

dan Angkatan laoet.

  Pemimpin² dari sekolah² itoe berkata, djika ada panggilan berdoejoen-doejoen pemoeda mengandjoerkan dirinja hingga beriboe-riboe jang haroes ditolak permintaannja. Pada tem-

pat² itoelah kami melihat bagaimana tjaranja tjalon² pendekar peperangan Asia Timoer Raja ditempa mendjadi perdjoerit jang menjapoe bersih segala perlawanan sekoetoe dimedan perang jang amat loeas itoe.

  Boekan sadja disekolah, diloear sekolah ra’jatpoen mendidik badannja agar tjakap menahan segala penderitaan perang dengan mengadakan olah raga. Moelai dari ketjil, dari sekolah ra’jat keperloean ini telah dikemoekakan. Mereka jang mendapat panggilan dari tanah air, merasa beroentoeng ikoet berdjoeang. Tjalon-tjalon jang dipilih diantara pendoedoek berarak-arakan ketempat pendidikannja. Soenggoeh pasti melihat djoemlah serta ketjakapan dari militer Nippon, keperloean dari peperangan jang amat loeas ini dengan moedah ditjoekoepi. 

Pertanjaan 4:

  Bagaimanakah pendapatan toean tentang keadaan latihan jang berat dan soenggoeh² itoe

disekolah-sekolah angkatan darat dan angkatan laoet?

  Djawaban T. R. P. Ir. Soerachman:
  Latihan jang diberikan disekolah-sekolah angkatan darat dan angkatan laoet, soenggoeh

berat sekali. Disanalah tempat semangat wadja, keras hati, toeloes, toeroet perintah, tak sajang djiwa dan lain² sifat kepradjoeritan setjoekoep²-nja. Tidaklah salah perkataan orang: „semangat kepradjoeritan Nippon, soesah ditjari bandingannja didoenia, lebih² angkatan laoetnja”.

 Djawaban T. Soebroto:
  Latihan-latihan itoe mengherankan. Menoeroet kejakinan saja, Balatentara jang menerima latihan seroepa itoe, jang ta’ada bandingannja didoenia, ta’ dapat dikalahkan oleh Balatentara manapoen djoega.
  Djawaban T, Soepandi:
  Latihan pada tempat pendidikan Angkatan Laoet dan Darat, soenggoeh² meta’djoebkan. Disitoe dapat saja menjaksikan pradjoerit² jang menerima didikan dan latihan jang sesempoerna²-nja, oentoek melakoekan peperangan. Boekan sadja diadjarkan, bagaimana tjaranja menggoenakan sendjata, akan tetapi lebih² mereka dapat latihan tentang menebalkan semangat berdjoeang. Tidak mengherankan kalau

pradjoerit² Nippon mengambil poetoesan bagi dirinja, lebih baik mati dari pada menjerahkan diri, jaitoe sesoedahnja menempoeh latihan terseboet. Disini boleh diperingatkan kedjadian dipoelau Attu.

Pertanjaan 5:

  Bagaimanakah tentang kelengkapan atoeran dan keadaan kepolisian, pengadjaran dan tata negara?

8

Djawaban T. Soetardjo:
  Atoeran tata-negara dan kepolisian di Nippon benar-benar mentjotjoki apa jang kami idam-idamkan boeat negeri kami disini. Pokoknja: pemerintahan dan kepolisian disana mendjadi alat negara jang sebaik-baiknja boeat memimpin

dan mendidik rakjat, hingga ia mentjapai tingkatan jang tinggi. Poen pengadjaran disoesoen dan ditoedjoekan kepada toedjoean itoe. Tidaklah mengherankan, bahwa rakjat di Nippon dalam keadaannja lahir batin dan dalam penghidoepannja sehari-hari menoendjoekkan sifat jang lebih baik dari pada jang diperlihatkan bangsa-bangsa jg. dipimpin menoeroet paham dan tjara kebaratan.

  Djawaban T, R. P. Ir. Soerachman:
  Pekerdjaan polisi disana tidak teroetama mengintip-intip dan menangkap orang jang melanggar atoeran, melainkan mendjaga dan memimpin orang, soepaja djangan sampai melanggar atoeran itoe. Mereka bekerdja sebagai bapa, mendjaga dan memimpin, boekan sebagai moesoeh, mengintip dan menangkap.

Djawaban T. Soebroto:

  Perhoeboengan diantara Ra’jat dan Pemerintah (dan bagian-bagiannja, seperti Pangreh Pradja dan Polisi) rapat dan kokoh sekali. Perhoeboengan itoe seroepa perhoeboengan diantara bapa dan anak. Hal ini adalah akibatnja pendidikan, dimana-manapoen djoega, jang dioeroes dengan teliti dan seksama. Dengan moedah dapat dimengerti, bahwa Pegawai Polisi ta’ perloe memegang sendjata. Jang menarik hati saja, ja’itoe, bahwa semendjak petjahnja peperangan Soetji ini, banjaknja kedjahatan

dan pelanggaran toeroen hingga + 50%.

  Diawaban T. Parada Harahap:
  Kepertjajaan rakjat, moelai kanak-kanak sampai kepada orang toea terhadap pada polisi,

sangat bagoes. Kesan saja:

  Pegawai Polisi di Nippon itoe dipandang orang sebagai penoeloeng dan pelindoengnja.
  Sifat dan tertib pegawai polisi Nippon jang manis tetapi adil dan bersifat soeka menolong, menjebabkan ia dapat kepertjajaan dari rakjat.
  Djawaban T. Soekardjo Wirjopranoto:
  Tentang pengadjaran ada perobahan. Sekolah rendah diperpandjangkan dari 6 sampai 8 tahoen. Beberapa sekolah tinggi ditoetoep dan stoeden-stoedennja masoek Balatentara.
  Keadaan tatanegara disesoeaikan dengan kepentingan perang misalnja partai-partai politik telah diboebarkan.

Pertanjaan 6:

  Bagaimanakah halnja menjoembangkan tenaganja dengan kemaoean sendiri moerid-moerid sekolah laki-laki maoepoen perempoean, dari sekolah

rendah sampai sekolah tinggi?

  Djawaban T. R. P. Ir. Soerachman:
  Sekolah² di Nippon dari jang rendah sampai jang tinggi, semoeanja mendjadi djembatan jang merapatkan perhoeboengan antara anak-anak dan pemoeda-pemoeda dengan masjarakat bangsanja. Dari masih dalam sekolah soedah tertanam rasa wadjib menjoembangkan tenaga oentoek masjarakat oemoem dikalangan mereka. Diwaktoe sekolah ditoetoep, moerid-moerid mengerdjakan pekerdjaan oemoem, seperti membersihkan djalan-djalan, taman-taman dan sebagainja dalam kota. Dan diloear kota, mereka bekerdja disawah-sawah dan dikeboen-keboen membantoe pekerdjaan kaoem tani mengoeroeskan sawah-ladangnja. Sekaliannja itoe mereka kerdjakan dengan maoe sendiri dan

dengan soeka hati. Djoega moerid-moerid sekolah mendapat didikan militer, tidak hanja oleh goeroe sekolah biasa sebagai peladjaran tambahan atau sambilan, melainkan oleh pihak militer sendiri.

  Djawaban T. Soepandi:
  Sekalian moerid-moerid sekolah dari semoea tingkatannja, sama pergi ke ladang atau ke sawah, oentoek menolong kaoem tani dalam pekerdjaannja.
  Moerid² sekolah setiap waktoe mengirimkan barang² kepada para pradjoerit di medan perang sebagai penghiboer mereka. Dan kadang-kadang

moerid² itoe dengan sendirinja mengoempoelkan oewang oentoek diserahkan kepada Pemerintah. Wang itoe diperolehnja dengan perantaraan mendjoeal barang-barang jang dibikinnja sendiri. Selainnja mereka bekerdja diladang dan disawah, djoega mereka membersihkan djalan-djalan dan sebagainja.

  Djawaban T. Parada Harahap: 
  Boekan pemoeda² sadja, tetapi orang toeapoen djoega mengerdjakan dengan soeka rela pekerdjaan pembersihan pekarangan, djalan-djalan, atau pergi ke ladang beramai-ramai

oentoek bekerdja. Menoeroet pendapatan saja selama di Nippon, njatalah keadaan jang tenang dan rapi disana itoe sebagian karena ketjakapan dan rapinja pekerdjaan kaoem iboe disana.

  Ketjoeali adanja Tonari Gumi, poen adat-istiadat dan tjara beroemah tangga dan keloearga jang amat rapat perhoeboengannja sangat banjak memberi bantoe kepada rapinja keadaan penghidoepan di Nippon.
 Ketjocali adat-istiadat Nippon jang menjebabkan Wanita Nippon semendjak  ketjilnja

sampai memasoeki roeangan beroemah tangga (kawin), bagaimana soepaja mendjadi seorang isteri, seorang iboe bagi anaknja dan achirnja sebagai iboe bagi masjarakat.

Pertanjaan 7:

  Bagaimanakah tentang keboedajaan Nippon jang indah dan jang sesoeai dengan perasaan ketjantikan ketimoeran?
  Djawaban T. R. Soepomo:
  Keboedajaan Nippon, mitsalnja kesenian jang menarik hati, ialah kesenian mengarang boenga, meloekis, kesenian klasiek jang dipertoendjoekkan di Kabuki dsb, memang benar-benar bertingkat tinggi atas dasar ketimoeran.
  Djawaban T. Soetardjo:
  Keboedajaan Nasional Nippon jang asli soenggoeh loe-

9

hoer deradjatnja. Keboedajaan itoe soenggoeh keboedajaan Nippon asli diperkaja oleh keboedajaan doenia loear. Pada zaman poerbakala keboedajaan Tiongkok telah melimpah kepoelauan Nippon.
  Dengan masoeknja keboedajaan Tiongkok, termasoek poelalah keboedajaan Hindia, keagamaan Boedda serta keboedajaan Parsi kenegeri Nippon. Selain daripada itoe keboedajaan bangsa Scyth jang berasal dari

Asia Oetara djoega ikoet memperkaja keboedajaan Nippon. Ta’ boleh poela diloepakan keboedajaan Gandhara — jaitoe soeatoe pertjampoeran keboedajaan jg. asli di Gandhara (soeatoe tempat di bagian Barat Hindia) — dan keboedajaan Joenani jang dibawa oleh Iskandar Zoelkarnain ke Timoer, jg. terbawa melaloei Hindia dan Tiongkok kenegeri Matahari Terbit itoe. Dalam abad jang terbelakang ini Nippon mengambil technik serta ilmoe pengetahoean Barat.

  Dalam pengambilan tahadi ada doea hal jang njata benar; pertama: bagian² keboedajaan² asing tadi dilaraskan dengan kehendak keboedajaan Nippon asli serta mendapat tjap Nippon; kedoea: bagian² keboedajaan asing tadi diperbaiki hingga lebih tinggi deradjatnja daripada ditanah airnja sendiri. Demikianlah djoega dalam pengaroeh Agama dari loear. Keagamaan Boeddha jang datang ke Nippon melaloei Tiongkok dapat dilaraskan dengan Shintoisme jang asli dinegeri Nippon, serta keagamaan Boeddha itoe lebih berkembang daripada ditanah asalnja sendiri,
  Sebenarnja tjara-tjara memadoe keboedajaan asing dengan keboedajaan kebangsaan dan djoega dalam hal keagamaan jang datang dari loear boeat kita bangsa Indonesia tidak asing. Dengan tjara-tjara jang dioeraikan diatas tahadi moedahlah Nippon melaraskan diri dengan kehendak zaman. Segala ilmoe dan techniek Barat

diambil oleh Nippon dan Nippon memperbaikinja sedang sifat ketimoerannja ta’ beroebah. Pada waktoe sekarang ini keboedajaan Nippon mendoedoeki tingkatan jang sedemikian tingginja, hingga Nippon sanggoep memperkaja dan memperbaiki keboedajaan bangsa-bangsa di Asia Timoer Raja choesoesnja dan didoenia oemoemnja.

Pertanjaan 8:

  Bagaimana moerid² bangsa Indonesia disamboetnja di Nippon? Dapatkah mereka kesem-

patan oentoek bersembahjang baik diroemah atau dimesdjid-mesdjid?

  Dijawaban T. Soetardjo:
  Moerid² Indonesia di Nippon mendapat samboetan jang baik sekali.
  Bagi mereka disediakan tempat jang istimewa oleh Nanyo Kyokai dan kepada mereka diberikan kesempatan sepenoehnja oentoek mentjoekoepi kewadjibannja sebagai ’oemmat Islam. Mereka disana bermoela merasa soekar dapat mentjotjokkan diri dengan keadaan, akan tetapi waktoe kami berada di Tokio, keadaan soedah ber

obah mendjadi baik.

  Oleh kami telah diminta kepada Graaf Kodama, jang mendjadi pemimpin oemoem dari Nanyo Kyokai, soepaja pemoeda pemoeda kita itoe diperlindoenginja.
  Djawahan T. R. P. Tr. Soerachman:
  Kedatangan moerid² bangsa kita disana disamboet dengan baik, ta’ koerang soeatoe apa.

Dan dalam pembitjaraan² jang saja dengar sewaktoe saja disana, moerid² dari Djawa ini mendapat nama baik sekali, dan sampai sekarang mereka itoe masih tetap dibawah pengawasan P. T. Kodama.

  Mereka kelihatannja gembira dan giat.
  Dan dari pada beberapa orang jang dapat saja adjak bertjakap-tjakap, saja lihat kemaoean jang keras dan tjita² jang besar oentoek berchidmat kepada bangsa dan tanah airnja, sekembalinja menoentoet ilmoe disana.

Pertanjaan 9:

  Apakah toean („Rombongan penindjau Indonesia’) mendapat samboetan dengan mengindahkan agama toean?
  Djawaban T. Soetardjo:
  Oetoesan kami mendapat samboetan jang baik benar dengan mengindahkan agama kami, maka kami didjaga betoel-betoel, sedang sedatang kami di Tokio kami diberi kesempatan oentoek memenoehi

wadjib kami dimesdjid Tokio. Oleh oemmat Islam di Tokio diadakan perdjamoean oentoek oetoesan kami, dimana kami diterima oleh saudara-saudara oemmat Islam bangsa Nippon dengan rasa persaudaraan. Lain dari pada itoe kepada oetoesan kami diberikan tanda peringatan beroepa boekoe-boekoe dah gambar-gambar.

  Djawaban T. R. P. Ir. Soerachman:
  Sjoekoer, kedatangan penindjau² kita dapat penjamboetan baik dengan mengindahkan agama kita, Islam. Teroetama perkara makanan, dalam perdjamoean², oetoesan² kita tidak pernah disoegoehi makanan jg. haram menoeroet hoekoem agama kita.
  Kebetoelan sekali rombongan penindjau kita sampai di Tokio pada hari Djoem’at. Maka sesoedah ziarah kekoeil-koeil sebagai jang ditentoekan dalam programma, semoea rombongan

kita dipersilahkan melakoekan sembahjang Djoem’at dimesdjid djami’ Tokio.

  Hari itoe djoega kita didjamoe makan-minoem oleh „Perkoempoelan — perkoempoelan Islam Nippon”, dan disitoe tidak loepa dinjatakan permintaan ma’af oleh pihak pendjamoe (karena boelan poeasa!), tetapi kitapoen ma’loem, sebagai moesafir, rombongan kita, tidaklah termasoek orang jang menoeroet agama wadjib poeasa.

Pertanjaan 10:

  Bagaimanakah keadaan Bangsa Islam jang ada di Nippon?
  Djawaban T. Soetardjo:
  Meskipoen banjaknja orang beragama Islam di Nippon beloem begitoe berarti, maka dikalangan mereka terdapat keroekoenan jang kekal sekali, sedang mereka mendapat sokongan jang sebesar-besarnja dari Pemerintah. :

10

SEPATAH KATA PESANAN

oleh

Harsono Tjokroaminote

  Dengan berhentinja madjallah „Soeara M.LA.I.” lahirlah poela madjallah Islam jang

baroe, bernama „Soeara Moeslimin Indonesia”. Walau beda namanja, tetapi saja jakin bahwa hakikatnja tetap sama. Asasnja tidak dioebah, ja’ni asasnja soeatoe madjallah Islam jang membimbing soearanja kaoem Moeslimin déwasa ini menghadapi pembangoenan Djaman Baroenja.

  Sebagai bekas pemimpin badan pengarang Soeara MIAI jang soedah laloe itoe, saja diminta oléh pimpinan madjallah jang baroe itoe oentoek menoelis sepatah doea kata.
  Dari sedjak S. MIAI berada dalam pimpinan saja, ialah sedjak No. 2 hingga No. 21, jang

beroemoer hampir setahoen, saja sadar bahwa pada moela-moelanja mentjahari haloean jang sewadjarnja bagi madjallah Islam kita itoe tidaklah moedah. Di masa jang lampau, djaman Belanda doeloe, oemoemnja madjallah kita didjadikan sendjata-penentang, tempat menjoearakan hati jang dendam, hati jang kesal karena pelbagai tindisan pemerintah Belanda doeloe terhadap Agama kita Islam dan kaoem Moeslimin.

  Bédalah pedoman jang saja goenakan dalam mengemoedikan S. MIAI itoe. Asas-pertentangan, sikap - permoesoehan, atau langkah-pertjeraian jang doeloe-doeloe itoe, sekarang hendaknja tidak sedikitpoen djoega masoek dalam impiannja seorang wartawan Islam. Wartawan Islam — tidak beda dengan wartawan² angkatan Indonesia-Baroe lain-lainnja tidaklah semestinja membangkit-bangkitkan rasa pertentangan atau rasa permoesoehan antara segolongan dengan golongan jang lainnja, melainkan sebagai bagian daripada pemimpin pikiran ra’jat hendaknja menentoekan haloean jang menoedjoe kepada keboelatan pikiran ra’jat seloeroeh Asia Timoer-Raja, istiméwa sekali dengan djalan Agama, menghadapi gelombang peperangan waktoe ini.
  Naséhat Tokichi Tanaka (Ketoea perserikatan Persoerat Kabaran Nippon) dalam sidang pemboekaan Permoesjawaratan Persoerat Kabaran Asia Timoer Raja di Tokio pada tgl. 17-11-2603 patoetlah mendjadi perhatiannja kaoem wartawan Islam djoega. Naséhat beliau itoe begini:
  „Kewadjiban kaoem wartawan Asia Timoer Raja ialah memimpin pikiran ra’jat bangsa-bangsa Asia Timoer Raja agar antara mereka terdjalin persatoean batin dan kerdja bersama jang kokoh koeat. Semangat kita menjala-njala oentock melakoekan kewadjiban jang maha penting ini. Soedah sewadjibnja wartawan-wartawan diseloeroeh Asia Timoer Raja rapat bekerdja bersama-sama dan beroesaha segiat-giatnja oentoek memimpin pikiran ra’jat kearah jang

benar agar mereka dengan sekoeat tenaganja dapat membantoe oesaha perang kita hingga moesoeh-moesoeh kita, Inggeris-Amerika hantjoer-leboer.

  Menilik pentingnja kewadjiban kaoem wartawan, maka kedoedoekan mereka soenggoeh tidak kalah djika dibandingkan dengan peradjoerit-peradjoerit kita jang berdjoeang dimedan perang jang paling depan.
  Kami harap, soepaja dalam permoesjawaratan ini para wakil akan membentangkan pikiran dan andjoerannja dengan teroes terang, hingga permoesjawaratan ini mendapat hasil jang sebaik-baiknja sebagai Permoesjawaratan Asia

Timoer Raja jang patoet ditjatat dalam sedjarah”.

  Nasehat itoe lebih menegaskan lagi, betapa pentingnja kedoedoekan kaoem wartawan dalam pembangoenan Asia Timoer Raja ini. Disitoe tidak segan² t. Tanaka mengatakan, bahwa kedoedoekan kaoem wartawan itoe tidak kalah djika dibandingkan dengan peradjoerit² kita jang berdjoeang dimedan perang jang paling depan. Memang! Sebab tidak akan dapat dioedjoedkan soeatoe oesaha jang boelat dan koeat, bilamana tidak terlahir sebagai tjiptaannja pikiran jang  boelat poela. Dan djoestroe memboelat-boelatkan pikiran ra’jat inilah jang mendjadi kewadjiban teroetama daripada kaoem wartawan kita. Hanja sadja perloe diingati poela, bahwa tidak sebarang pikiran jang boelat itoe mesti soedah baik. Melainkan, pikiran jang boelat bersandar

kepada aliran dan panggilan djaman sekarang. Djangan sampai melését pikiran ra’jat menoedjoe haloean jang keliroe, jang sesat, jang hanja menodai nama serta kehormatannja sendiri. Soenggoeh penting kedoedoekan seroepa itoe. Tetapi, soengoeh berat poela pikoelannja kaoem wartawan dalam pertanggoengan djawabnja terhadap noesa dan bangsa. Kaoem wartawan bisa meloehoerkan deradjat bangsanja. Tetapi sebaliknja kaoem wartawan bisa djoega menghantjoerkan deradjat bangsanja!

  Hal-hal itoelah jang sangat mendjadi perhatian saja selama mengemoedikan madjallah S. MIAI jang laloe. Boléh djadi sikap hati-hati saja itoe menimboelkan keketjéwaan para pembantoe², tetapi apa hendak dikata. Soedah begitoelah tanggoengan djawab dari seboeah

badan pengarang. Tanggoengan djawab jang tidak sadja terhenti kepada sedjarah, tetapi teroetama sekali teroes kelak kehadhrat Toehan, Rabbal-’alamin.

  Kepada sidang pembatja S. MIAI jang kini teroes poela mendjadi pembatja madjallah Islam jang baroe ini, tiada lain pengharapan serta do’a saja:

a. hendaknja menganggap segala soembangan kami

  beroepa madjallah Soeara MIAI itoe sebagai 
  soembangan jang pertama, tanaman pertama 
  oentoek mengoedjoedkan madjallah Islam jang 
  lebih sem-

11

Oemmat Islam heroes toeroet menjoembangkan tenaga bagi

PEMBENTOEKAN KEMA'MOERAN A.T.R.

]
  Beratoes² tahoen lamanja moesoeh kita, ialah Amerika/Inggeris mengindjak² benoea Asia. 1000 djoeta ra’jat di benoea Asia dipaksa hidoep sebagai hamba dibawah penganiajaan mereka itoe. Diantara negeri² Asia, hanjalah negeri Nippon sadja jang berkoeasa menolak penganiajaan Amerika/Inggeris dengan tenaga sendiri. Keadaan demikian itoe berdjalan sampai kepada waktoe sebeloem petjah peperangan Asia Timoer Raja dan oleh karena Amerika/Inggeris tidak hendak membathalkan maksoednja jang djahat itoe, petjahlah peperangan Asia Timoer Raja, sementara bangsa² Belanda dan Australia ikoet serta difihak Amerika/Inggeris. Negeri Nippon

terpaksa melakoekan peperangan ini oentoek mempertahankan pendirian negeri sendiri pada choesoesnja dan oentoek memerdekakan negeri² bangsa Asia dalam lingkoengan Asia Timoer Raja oemoemnja. Maka ternjatalah, bahwa maksoed peperangan Nippon adalah soetji.

  Sekarang genaplah doea tahoen sedjak dioemoemkan sabda

TENNOO HEIKA pada tg. 8, boelan XII 2601, oentoek memerangi Amerika/Inggeris. Pada hari jang pertama dalam penjerangan di Teloek Moetiara Balatentara Dai Nippon mendapat kemenangan jang serba gemilang dan selandjoetnja di dalam tempo jang pendek dapat mendoedoeki poelau Hongkong, kepoelauan Pilipina, Semenandjoeng Melajoe dan Singapoera. Pada permoelaan boelan III tahoen 2602 Balatentara Dai Nippon mendarat di tanah Djawa dan dalam beberapa hari sadja tentara Belanda telah menjerahkan diri. Penjerahan ini berarti, bahwa rakjat Indonesia menghadapi hari kemoedian jang penoeh pengharapan, sebab mereka telah dilepaskan dari belenggoe pemerintah Belanda jang telah mengikat mereka lamanja 300 tahoen lebih.

  Sesoedah Pemerintah Balatentara Dai Nippon ditanah Djawa moelai bekerdja, makin hari makin sempoernalah keadaan dinegeri ini. Toedjoean

Pemerintah Dai Nippon, ialah soepaja 50 djoeta pendoedoek ditanah Djawa beroleh bahagia jang kekal.

  Teroetama bagi golongan jang memeloek agama Islam, Pemerintah Balatentara memberi kemerdekaan jang loeas, bahkan agama Islam selaloe mendapat perlindoengan dan sokongan agar mendjadi lebih madjoe dan soeboer. Peperangan dimasa ini adalah peperangan jang terbesar, jeng pernah diketahoei oleh doenia.
  Negeri² Amerika/Inggeris adalah negeri² jang besar di doenia. Tetapi negeri Nippon jang berpendirian adil tidak sekali² akan dapat dikalahkan oleh negeri² Amerika dan Inggeris, jang seolah² dihinggapi Iblis. Tjita2 kita bangsa Asia, ialah membentoek lingkoengan baroe dengan lebih doeloe meroentoehkan kekoeatan Inggeris/Amerika. Pembentoekan kema’moeran Asia Raja memerloekan penghapoesan kekoeatan Amerika/Inggeris dari benoea kita.
  Peperangan dimasa ini tidak dapat disoedahi dalam tempo setahoen doea. 1000 djoeta bangsa Asia haroes insaf dan mengambil teladan daripada kegiatan bangsa Nippon dalam mendjalankan peperangan ini, dengan tidak memperdoelikan kesoekaran apapoen djoega; siang malam mereka teroes melakoekan kewadjiban oentoek mentjapai kemenangan achir. Maka sebab itoe sekalian bangsa Indonesia soedah selajaknjalah koeat menahan segala kekoerangan atau keadaan² jang tidak sebagaimana biasanja; inilah sikap jang perloe oentoek meroentoehkan Sekoetoe. Dengan bersikap demikian bangsa Indonesia toeroet beroesaha membentoek kema’moeran bersama dilingkoengan Asia Timoer

Raja.

  Toean-toean sebagai pemeloek agama Islam haroeslah berdjoeang, sambil memegang tegoeh kepertjajaan terhadap agama oentoek membinasakan Amerika/Inggeris bersama² dengan tenaga Dai Nippon.

(Hodohan).

—————————

  poerna dan jang lebih hébat oentoek 
  didjadikan tjiptaan dan pendjilmaan pikiran 
  kaoem Moeslimin Indonesia oemoemnja dan di 
  Djawa choesoesnja;

b. hendaknja soedi memberi ma’af sebanjak-

  banjak kepada saja sebagai pengemoedi Soeara 
  MIAI jang laloe itoe, djika terselip 
  kechilafan jang tidak tersengadja.
  Toehan jang Maha Mengetahoei jang mendjadi Pentjatat daripada segala perboeatan, ’amal dan kata-kata bahkan pikiran kita bersama oentoek diberi pengadilan jang sewadjarnja.
  Kepada sidang pengarang madjallah Islam jang baroe saja oetjapkan: Selamat bekerdja! Bimbinglah pikiran dan soeara ra’jat kaoem Moeslimin ke arah kebahagiaan, jang  diridhai

ALLAH Soebhanahoe wa-Ta-’ala!
Amin.

—————————

KOERSOES MESINTOELIS
& STENO INDONESIA

‘PESAT’

PETJENONGAN 20
TELP 4697 DJK.
mintalah
keterangan
pada alamat
diatas PATAH-TOEMBOEH, HILANG-BERGANTI
„Datang tampak moeka, pergi tampak poenggoeng”.

  Keadaan ’alam serta peristiwa-peristiwa jang didalamnja mengandoeng peroebahan dan pertoekaran silih-berganti. Kesemoeanja mempoenjai riwajat. Jang hilang meninggalkan riwajat, penggantinjapoen merentjanakan riwajat poela sebagai langkah kedepan; meskipoen serba sedikit.
  Agak gelisah kita menantikan, hendak mengetahoei betapa benar isi riwajat-riwajat jang dihadjatkan. Lazimnja setelah terboeka lembaran riwajat tadi, kepada sebagian merasa terharoe dan sebagian lagi lega-lapang perasaannja. Tetapi pada hakikatnja namoen mengharoekan kepada sekalian atau melega-lapangkan sebagian, adalah seroepa sadja hikmatnja.
  Boekankah ta’kan mengetjawakan, bila tersoea dalam riwajat itoe bekas-bekas atau tanda-tanda jang baik, jang mengagoemkan, teristimewa lagi djika segalanja itoe penoeh dengan manfa’at-faedah bagi masjarakat. Itoelah soeatoe kemoeliaan. Masjarakat akan berterima kasih serta mentjoerahkan penghormatan soetji kepada pentjipta riwajat jang semoelia itoe. Djasanja ra'kan sia-sia.
  Pemboeka riwajat jang moelia, perintis djalan jang berfaedah, poen mereka jang sepaham akan mendapat tempat dan bahagia jang istimewa baiknja.
  Apabila kita balik lembaran kita-kitab jang berisi sabda-sabda Rasoeloe’llah s.a.w., maka

akan bersoealah satoe nasihat Beliau, demikian ini maksoednja:

  „Barang siapa mengadjak (merintis djalan) orang kepada pertoendjoek jang baik, adalah 

baginja gandjaran seperti gandjaran-gandjaran mereka jang mengikoetnja, sedikitpoen tiada dikoerangi. Dan barang siapa mengadjak atau menoendjoeki orang kepada djalan sesat, adalah baginja dosa-dosa seperti dosa-dosa mereka jang mengikoetnja, sedikitpoen tiada dikoerangi."

(R. Aboe Hoerairah).

  Dikala terbetik berita, Madjlis Islam A’laa Indonesia (M.I.A.I.) boebar, sedang gantinja beloem lagi diketahoei njata, maka tiada sedikit teman-sedjawat bertanja-tanja, baik dilahirkan njata, maoepoen tersemboenji dalam hatinja: „Boekankah nama M.1.A.I. itoe soedah moeloek, bagoes dan masjhoer, apakah nama jang melebihi dari itoe?”
  Memang kalau nama hendak dipokokkan atas-mengatasi tak ada lagi. Tetapi boekan so’al nama jang mendjadi perbintjangan dan tidak poela nama jang mendjadi pokok, bahkan lazimnja dan soedah ter‘adat „Patah-toemboeh, hilang 

berganti", namoen nama jang baroe tidak melebihi jang lama. Nama hanja sebagai perhiasan belaka, ia dipandang tjantik dan sedap dalam pemandangan serta menarik perhatian, kalau nama jang baik itoe sesoeai dengan djiwa-raga dan ’amal pekerdjaannja jang baik poela.

  Pokoknja:’Amal-oesaha” jang haroes diketengahkan. 
  Jang lama seperti M.I.A.I. soedah ada ’amal-oesahanja jg. ditinggalkannja dan jang baroe akan ber’amal-beroesaha poela dengan tidak mengoerangi penghargaan dan penghormatan bagi jang lama, bahkan baik poela sebab djalan pertama soedah diboeka, dirintis oleh jang lama. Terboeka djalan.
  Diantara pidato bekas ketoea Dewan M.LA.I. (lihat Soeara Miai no. 21, th. I) ada kata-kata

jang moeloek jang keloear dari hati jang ichlas dan lisan jang soetji, kita terakan disini:

  „Moedah-moedahan segala_benih jang kita tanam itoe akan toemboeh mendjadi boeah jang lezat rasanja dan manfa’at bagi Oemmat Islam Indonesia pada oemoemnja. Amin!” Sekian.
  „Madjlis Sjoero Moeslimin Indonesia” (MASJOEMI) lahir dan pengendalinja telah siap-

lengkap. Salah satoe dari oesaha MIAI dilandjoetkan oleh „Masjoemi”, ialah beroepa madjallah jang toeroet poela berganti nama dan pengasoehnja.

  Sepatah-doea patah kata ada ditoeliskan oleh pengasoeh jang lama (Pemimpin Redaksi), dimoeat dalam nomor ini djoega.
  Pengasoeh jang baroe menjamboet: Moedah-moedahan ’amal-oesaha jang telah ada dan telah didjalankan itoe mendjadi soeatoe ’amalan jang soetji serta bahagia disisi Allah Ta’-ala.
  „Datang tampak moea, pergi tampak poenggoeng”, kias kata orang toea-toea. Kalau ditilik pengasoeh baroe ini masih serba moeda dalam hal menjoesoen dan menarikan penanja, amat berat terasa menggerakkan pena itoe. Akan tetapi dengan setjara tolong-menolong memberikan soembangan pikiran, moedah-moedahan jang serba berat itoe mendjadi serba ringan. Kepada Allah kita mohonkan pertoendjoekNja.
  „Masjoemi" lahir, namanja tidak akan mengatasi nama „MIAI”, tetapi MASJOEMI bertjita-tjita melakoekan sesoeatoe 'amal pekerdjaan jang moerni. Masjoemi bertjita-tjita mempertinggi peradaban, dan mempersemangatkan, agar Oemmat Islam tidak maoe ketinggalam, ikoet membantoe dan menjoembangkan tenaganja oentoek keagoengan Islam dalam „Lingkoengan Kemakmoeran Bersama di Asia Timoer Raya” dibawah pimpinan Dai Nippon.
  Kami soedahi dengan pesanan Djoendjoengan kita Nabi Moehammad s.a.w. demikian ini:
  „Barang siapa menghidoepkan soennahkoe {pengadjarankoe), sebenarnja karena tjintanja

kepadakoe (Nabi Moehammad s.a.w.); dan mereka jang mentjintai saja akan saja adjak bersama-sama, beristirahat di Djannah (Taman Bahagia Raya).”

  Moedah-moedahan sadja, langkah kita kedepan ini benar-benar dapat disesoeaikan dengan kehendak dan panggilan zaman ASIA TIMOER RAYA.
  Wa bi'llahi’ttaufiq.

R A P Y.

13

Keterangan Pemerintah

tentang

Pendirian „MASJOEMI”

  Berhoeboeng dengan pengesahan Gunseikan atas berdirinja Madjelis Sjoero Moeslimin Indonesia „MASJOEMI” seboeah badan penghoeboeng dan penge

moedi sekalian perkoempoelan² Agama Islam di Djawa pada tgl. 22 Nopember, maka Gunseikan-bu-Sjoemoeboe telah memberi keterangan kepada „Domei” sbb.:

  Atas titah

TENNOO HEIKA, Dai Nippon telah mengirimkan balatentaranja kepoelau Djawa oentoek membela kebenaran. Dalam satoe minggoe sahadja Balatentara Dai Nippon telah berhasil nembinasakan moesoeh, dan melepaskan Oemmat Islam di poelau Djawa dari genggaman si penindas.

  Seloeroeh Oemmat Islam Djawa jang tadinja beratoes-ratoes tahoen hidoep didalam gelap goelita, terbelenggoe dibawah kekoeasaan Belanda, sekarang berperasaan seolah-olah

mereka bersama-sama menengok keatas menjamboet sinar jang gilang-gemilang jang memantjarkan tjahanja kepada mereka itoe. Semendjak itoe mereka menaroeh kepertjajaan jang tegoeh kepada Balatentara Dai Nippon, dan senantiasa membantoe dalam oesahanja membentoek dan mendjaga Djawa Baroe.

  Sebagaimana telah diketahoei Madjelis Islam A’laa Indonesia (M.1.A.I.) jang didirikan

oentoek menentang Pemerintah Belanda pada tahoen 2597 di Soerabaja, poen telah bekerdja bersama-sama dengan Pemerintah Balatentara Dai Nippon sebagai Pemimpin Oemmat Islam.

  Pemerintah sangat berterima kasih kepada kaoem Moeslimin jang telah toeroet bekerdja dalam lingkoengan M.I.A.I. atas djasa² mereka.
  Teroetama berhoeboeng dengan keadaan kemadjoean masjarakat zaman sekarang, maka 

kegiatan rakjat oentoek memberi bantoean dan menjoembangkan tenaganja kepada Pemerintah telah berkobar-kobar diseloeroeh kota-kota dan peloksok² poelau Djawa, dan setelah pengoemoeman Pemerintah tentang pengesahan berdirinja doea perkoempoelan Agama Islam jang terbesar, ja’ni Moehammadijah dan Nahdlatoel Oelama, keloear, maka timboellah keinginan diantara kaoem Moeslimin akan membentoek badan baharoe, jang dapat didjadikan pemimpin dan pengemoedi jang lebih koeat.

  Oleh karena adanja keinginan jang demikian, maka pada tanggal 24 Oktober, M.I.A.I. telah mengadakan rapat pleno, dan dalam rapat itoe dipoetoeskan oentoek memboebarkan M.1.A.I. berdasar atas kejakinan jang tegoeh, oentoek memperoleh kemadjoean jang pesat, sepadan dengan masjarakat, jaitoe dengan djalan membentoek soeatoe badan persatoean perkoempoelan² Agama Islam, oentoek memoesatkan segenap tenaga kaoem Moeslimin.
  Pada hari itoe poela mereka menetapkan siapa jang akan mendirikan dan menjampaikan soerat permohonan kepada Pemerintah oentoek minta pengesahan atas berdirinja badan itoe, dengan memakai nama „Madjelis Sjoero Moeslimin Indonesia” (MASJOEMI).
  „MASJOEMI” terdiri dari seloeroeh perkoempoelan² Agama Islam jang mendjadi tiang² besarnja dan djoega dari Alim Oelama Islam jang ternama.
  Maksoednja ialah oentoek menghidoepkan dan memboelatkan tenaga para Alim Oelama Indonesia dalam pekerdjaannja pada lapangan pendidikan hingga sampai kepoentjaknja oentoek membentoek soesoenan penjoembangan tenaga dari seloeroeh Oemmat Islam pada masa perang ini.
  Pemerintah telah mengerti akan pentingnja kewadjiban perkoempoelan² Agama dan Alim Oeclama bagi masjarakat ini, dan telah memberi kesempatan kepada Oemmat Islam oentoek membantoe serta menjoembangkan tenaga jang diboetoehkan pada masa peperangan ini dengan. djalan oesaha pendidikan mereka.
  Peristiwa ini  seharoesnja mendapat perhatian sepenoeh-penoehnja dari seloeroeh Oemmat Islam dan kalau kita bandingkan sikap Pemerintah Belanda jang senantiasa menindas Agama Islam, maka tertampaklah bagi kita satoe boekti dari penghargaan Pemerintah sekarang terhadap Agama Islam.
  Pada peperangan sekarang ini bergantoeng nasib hidoep atau matinja bangsa-bangsa Asia. Peperangan ini soenggoeh peperangan mati-matian jang hebat sekali dan poelau Djawa-poen toeroet berdjoeang dalam peperangan jang sehebat itoe.

Oleh karena itoelah maka kewadjiban Alim Oelama jang berdiri digaris depan oentoek mendidik rakjat, beloem pernah mendjadi sepenting, seberat dan sebesar sekarang ini.

  Oleh karena itoe besar sekali pengharapan Pemerintah dari perkoempoelan jang telah terbentoek sebagai badan poesat pimpinan dan pengemoedi perkoempoelan² Agama Islam, soepaja selekas moengkin bekerdja dengan segiat-iatnja, dan hendaklah Ketoea Besarnja serta sekalian pengoeroes²nja dan segenap perkoempoelan² Agama

Islam dengan para Alim Oelama jang tergaboeng didalam „MASJOEMI” itoe bersatoe seboelat-boelatnja dengan meloepakan kepentingan diri sendiri, dan berkoerban sebanjak-banjaknja oentoek kepentingan oemoem.

  Pada waktoe ini, perkoempoelan² jang bergaboeng dalam „MASJOEMI” itoe hanja 2, jaitoe Moehammadijah dan Nahdlatoel-Oelama, dan peristiwa ini soedah selajaknja oleh karena beloem ada lagi perkoempoelan jang telah mendapat pengesahan dari Pemerintah, selain 2

perkoempoelan terseboet. Maka boleh dikatakan, bahwa peristi-

14

Mendjelaskan kedoedoekan MASJOEMI

(Oleh: K.H.M. Mansoer pada tg. 23-11-'03
poekoel 20.30 malam depan radio Djakarta.) ——————————————————————

  Saudara² kaoem Moeslimin dan Moeslimat!
  Sebagai toean-toean sekalian soedah makloem, setelah M.I.A.I., jaitoe Madjelis Islam A’laa Indonesia diboebarkan dengan kepoetoesan rapatnja jang sah, laloe didirikan perkoempoelan baroe.
  Perkoempoelan baroe ini diberi nama Madjelis Sjoero Moeslimin Indonesia, atau dengan singkat Masjoemi.
  Masjoemi ini atas kemoerahan Pemerintah Balatentara Dai Nippon soedah disahkan. 
  Perkoempoelan kita jang baroe ini didirikan boekan dalam zaman jang gelap seperti zaman Belanda dahoeloe, melainkan dalam zaman jang baroe, jang penoeh dengan soeasana baroe dan terang tjemerlang.
  Dan kita segenap kaoem Moeslimin haroes insaf atas pertoekaran zaman ini. Dengan tidak meninggalkan agama Islam, kita haroes dapat melaraskan kehidoepan dan menjesoeaikan pemandangan kita dengan zaman baroe ini. Karena kalau tidak demikian kita tidak akan dapat mengikoeti dan merasai kemadjoean zaman dan akan tinggal terbelakang dalam keadaan jang gelap seperti dalam zaman jang lampau.
  Kalau dahoeloe dizaman pemerintahan Belanda, kita kaoem Moeslimin, oleh karena politik Belanda jang menindas itoe, haroes mendjaoehkan diri dari pemerintah, akan tetapi dizaman sekarang ini kita segenap kaoem Moeslimin haroes membantoe pemerintah. Segenap kaoem Moeslimin di Djawa haroes serentak madjoe kedepan oentoek bekerdja dengan sekoeat tenaga membantoe segala oesaha pemerintah, oleh karena

kaoem Moeslimin sekarang mendapat perlindoengan jang sebesar-besarnja dari pemerintah.

  Demikianlah dengan singkat perbedaan zaman jang lampau dengan zaman jang sekarang, jang mendorong kita semoea madjoe kemoeka, dan melaraskan djiwa-raga kita dengan keadaan jang njata dan terang. Dan begitoelah kedoedoekan perkoempoelan kita jang baroe ini, Masjoemi haroes dipandangnja. Kedoedoekan Masjoemi haroes selaras dengan keadaan perang dan kehendak zaman baroe jang penoeh dengan tjahaja

jang terang itoe.

  Antara semoea perkoempoelan agama diseloeroeh Djawa haroes ada pertalian persaudaraan jang erat dan koeat, soepaja kaoem Moeslimin diseloeroeh Djawa dapat madjoe serentak oentoek bersama-sama bekerdja sekeras-kerasnja membantoe Pemerintah Balatentara Dai Nippon dalam oesahanja jang soetji, jaitoe membentoek lingkoengan kemakmoeran bersama di Asia Timoer Raja.
  Toean-toean sekalian soedah makloem, bahwa membentoek lingkoengan kemakmoeran bersama di Asia Timoer Raja ialah toedjoean peperangan soetji jg. sekarang dilakoekan oleh Balatentara Dai Nippon ini. P. T. Somoeboetjo dalam pidatonja didepan sidang Tjoeo Sangi-In berkata, bahwa oentoek peperangan soetji ini sekalian soember tenaga, baik tenaga manoesia,

maoepoen tenaga benda haroes dipersatoekan, dan segala kekoeatannja dipoesatkan oentoek tenaga perang.

  Saja rasa kewadjiban segenap kaoem Moeslimin ialah memenoehi seroean itoe dan menjoembangkan segala tenaganja lahir dan batin, agar kemenangan achir lekas tertjapai. Dan soepaja kaoem Moeslimin dapat menjoembangkan semoea tenaga lahir dan batin dengan toeloes dan ichlas hati, haroeslah kita menebalkan iman dan

mempertinggi boedi kita.

  Maksoed dan toedjoean perkoempoelan Masjoemi seharoesnja memenoehi sjarat² jang soedah saja oeraikan tadi. Oleh karena itoe maksoed dan toedjoean Masjoemi ialah: mengendalikan dan merapatkan perhoeboengan antara perkoempoelan² agama Islam di Djawa dan Madoera, serta me mimpin dan memelihara pekerdjaan perkoempoelan² itoe oentoek mempertinggi peradaban, agar soepaja segenap oemmat Islam membantoe dan menjoembangkan tenaganja oentoek membentoek lingkoengan kemakmoeran bersama di Asia Timoer Raja dibawah pimpinan Dai Nippon, jang memang sesoeai dengan perintah Allah.
  Masjoemi ini terdiri dari sekalian perkoempoelan² agama Islam jang soedah disahkan

oleh Pemerintah. Sedang oentoek para pemimpin agama Islam jang berwatak baik dan berpengetahoean tinggi ada kemoengkinan boeat mendjadi anggota Masjoemi, jaitoe dengan izin Kepala Kantor Oeroesan Agama.

  Teranglah soedah maksoed, toedjoean dan bentoek perkoempoelan baroe Masjoemi ini.
  Soedah selajaknja oentoek maksoed dan toedjoean jang baik dan tinggi itoe haroes di-

———————————————————————————————

wa ini hanja oentoek sementara waktoe sadja.

  Adapoen kewadjiban „MASJOEMI” jang terbesar, ialah mengadakan persatoean jang setegoeh-tegoehnja diantara sekalian perkoempoelan Agama Islam dengan melenjapkan sikap perseorangan serta mementingkan kepentingan oemoem. Perkoempoelan jang beloem dapat pengesahan, hendaklah dengan selekasnja memadjoekan soerat permohonan oentoek mendapat pengesahan itoe, dan sesoedah mendapat pengesahan itoe, hendaklah dengan selekasnja menggaboengkan dirinja dalam „MASJOEMI” soepaja dapat bekerdja bersama-sama dan bergandengan tangan, melakoekan kewadjiban jang berat dan besar itoe. 

15

MENDJALANKAN KEWADJIBAN
  Sekarang peperangan A.T.R.sesaat demi sesaat makin bertambah hebat. Menghadapi masa jang demikian ini soeara rakjat Indonesia bergemoeroeh diseloeroeh tanah Djawa bahwa rakjat Indonesia wadjib berbangkit serentak oentoek berdjoeang dengan mentjoerahkan segenap tenaganja, sehidoep-semati bersama-sama dengan

Dai Nippon, hingga tertjapailah kemenangan jang sesempoerna-sempoernanja. Dan dimana-manapoen terdapat poela peristiwa² oentoek membantoe Pemerintah, jang soenggoeh baik, terpoedji dan mengharoekan sekali.

  Beloem lama berselang kami mendengar poela soeatoe kedjadian jang hangat. Sebagai seorang Islam kami merasa wadjib menggambarkan kedjadian terseboet kepada saudara² kijai-kijai, goeroe² agama, alim² oelama dan segenap oemmat Islam diseloeroeh tanah Djawa agar soepaja peristiwa itoe mendjadi teladan bagi kita semoea.
  Kedjadian itoe terdjadi di Tjirebon Syuu pada waktoe melakoekan pekerdjaan Negeri jang

penting sekali.

  Oleh karena pekedjaan itoe sangat penting dan haroes selesai selekas-lekasnja, maka pekerdjaan itoe dikerdjakan oleh kaoem boeroeh jang banjak sekali. Kebetoelan waktoe itoe menghadapi Lebaran Poeasa.
  Akan tetapi djika kaoem boeroeh itoe poelang kedesanja masing² oentoek toeroet merajakan hari Lebaran dan berziarah kekoeboeran orang toeanja, pekerdjaan itoe akan terlambat sekali dan dichawatirkan ta’ akan dapat diselesaikan dalam tempo jang telah ditetapkan.
  Kijai² di Tjirebon Syuu melihat kesoelitan terseboet, maka k.1. 60 orang kijai memadjoekan

dirinja ditempat pekerdjaan itoe, dan ta’ segan mereka menginap didalam barak. Mereka menerangkan kepentingan pekerdjaan itoe dan memberi nasehat kepada berpoeloeh² riboe orang koeli itoe sebagai berikoet:

  „Kita pada hari Lebaran Poeasa (Id’1 fitri) akan poelang kedesa kita masing-masing dan berziarah. Hal itoe adalah kebiasaan kita belaka, jang telah kita lakoekan sedjak dahoeloe. Akan tetapi pada saat ini peperangan jang besar jang akan menetapkan hidoep mati negeri dan bangsa kita, sedang berkobar-kobar.

Oleh karena itoe pada waktoe menghadapi masa jang sepenting ini, kita tidak haroes menoeroet kebiasaan djika ada kepentingan jang dikehendaki oleh Pemerintah, negeri atau Bangsa.

  Sesoenggoehnja, memenoehi kehendak Pemerintah, Negeri dan Bangsa adalah kewadjiban oemmat Islam. Maka orang jang berchianat terhadap kehendak itoe, orang itoe melanggar hoekoem agama Islam”.
  Demikianlah penerangan dan nasehat para Kijai² itoe.
  Bagaimanakah kesoedahannja, setelah berpoeloeh² riboe kaoem boeroeh itoe mendengar

nasehat² dan seroean² kijai² itoe jang dilimpahkan dengan penoeh perasaan dan keichlasan hati itoe?

  Sjoekoerlah! Sesoedah mendengar nasehat ini, tidak seorang poen dari koeli² itoe jang poelang kedesanja. Semoeanja melakoekan kewadjibannja masing² sebagai pada hari biasa, dengan senang hati. Bahkan satoe hari liboeranpoen jang diberikan oleh Kantor Syuu dengan perasaan terharoe sebagai ajah dan iboe kepada anaknja, agar soepaja mereka dapat beristirahat dan bersoeka-ria melihat sandiwara dsb., itoepoen mereka tolak, dengan mengoetjapkan: „Kami semoea seharoesnja tidak dibolehkan beristirahat”.
  (Sjoekoer! Sjoekoer!)
  Pekerdjaan jang penting itoe dilangsoengkanlah sebagaimana telah direntjanakan.
  Saudara²; peristiwa itoe adalah satoe teladan jang njata sekali bagi kita semoea, pekerdjaan dan kewadjiban apakah jang haroes didjalankan pada masa jang penting ini.
  Saja berseroe:
  „Marilah kita bersama-sama membanting toelang mendjalankan kewadjiban jang besar dan penting jang diberikan kepada kita pada masa peperangan ini”.

(Shuumubu).

——————————————————————————————— kerdjakan beberapa daja-oepaja dan ichtiar-ichtiar, agar soepaja maksoed perkoempoelan tadi dapat tertjapai.

  Oleh karena itoe perkoempoelan berichtiar:

a. Oentoek memperdamai perselisihan² faham

  tentang pengertian hoekoem² Agama atau azas- 
  azas pengadjarannja,

b. merapatkan perhoeboengan dan membangoenkan

  semangat tolong menolong antara 
  perkoempoelan² Agama Islam dan Oemmat Islam 
  oemoemnja.

c. ichtiar² lainnja jang dipandang perloe

  oentoek membangkitkan dan mempertinggi 
  semangat menjoembangkan tenaga dan semangat 
  bekerdja bersama dari perkoempoelan² Agama 
  Islam terhadap Pemerintah Balatentara Dai 
  Nippon.
  Goena keperloean ini perkoempoelan akan menerbitkan madjallah, mengadakan tabligh² oemoem, koeroes² dan lain-lain jang berfaedah oentoek maksoed perkoempoelan ini.
  Walaupoen oeraian saja ini sangat singkat, akan tetapi saja harap sekalian oemmat Islam

di Djawa dapat menangkap penerangan² jang diboetoehkan dengan setjoekoepnja. Saja jakin bahwa segenap oemmat Islam di Djawa menerima perkoempoelan kita Masjoemi ini dengan hati jang gembira.

  Kita sekalian merasa berhoetang boedi kepada Balatentara Dai Nippon. Oentoek menjatakan berterima kasih kita, tidak ada lain djalan, melainkan menjokong dengan sekoeat-koeatnja Pemerintah Balatentara Dai Nippon dalam segala oesahanja jang baik itoe.
  Oleh karena itoe kepada segenap kaoem Moeslimin seloeroeh Djawa saja berseroe soepaja mentjoerahkan segala tenaganja oentoek membantoePemerintah.

16

Andjoeran dan pengharapan „MASJOEMI”


Berhoeboeng hari Raja Idul Koerban (10 Hadjdji 1862) dan hari perajaan Koa Sai (8 Desember 2603) kebetoelan djatoeh sehari, maka „Madjlis Sjoero Moeslimin Indonesia” mengandjoerkan: Dimana² MESDJID jang berdampingan (berdekatan) dengan TANAH LAPANG, soepaja melakoekan sembahjang ’Idil Adlha dan DO’A oentoek kemenangan achir.
Mesdjid² dipersatoekan (dipersamboengkan) dari mesdjid sampai tanah lapang itoe.
Semoeanja berkoempoel disitoe sedapat moengkin oentoek melakoekan terseboet.

Diminta dimana-mana jang soedah dapat melakoekan andjoeran „MASJOEMI” terseboet, soepaja memberi chabar.

a/n „MASJOEMI”

Oeroesan Penjiaran:

—————————————————————————
DO'A

Ja Allah! Djadikanlah djiwa kami, tenang,

         pertjaja akan menghadap Dikau, dan 
         setia, rela atas poetoesanMOE.

Ja Allah! Ma’moerkanlah lisan-lisan kami,

         menjeboet-njeboet namaMOE, dan hati 
         kami, toendoek kepadaMOE, dan djiwa 
         kami, berbakti kepadaMOE.

Ja Allah! Tetapkanlah kaki kami, dan tolonglah

         kami dan Keradjaan Dai Nippon atas 
         moesoeh-moesoeh kami.

Ja Allah! Menangkanlah kami atas moesoeh-

         moesoeh kami, dengan kemenangan jang 
         gilang-gemilang.

Ja Allah! Lekaskanlah kemenangan kami dalam

         waktoe, jang sesingkat-singkatnja 
         atas moesoeh-moesoeh kami Amerika dan 
         Inggeris.

Ja Allah! ENGKAU berfirman: „Moehoenlah

         semoeanja kepadaKOE, Kami toeroeti 
         permohonanmoe.........” Sekarang, 
         kami soenggoeh-soenggoeh bermohon 
         kepadaMOE dalam rapat jang besar ini, 
         rapat Hari-Raja Koerban bagi kaoem- 
         Moeslimin.

Ja Allah! Kaboelkanlah permohonan kami ini,

         Toehan Maha Mendengar, dan Maha 
         Melihat, dan Toehan atas semoeanja 
         Maha Koeasa.

Moedah-moedahan rachmat dan salam atas djoendjoengan kami Nabi Moechammad dan Keloearganja dan Sahabat-sahabatnja SEMOBANJA.

Amin.. Amin.. Amin.

—————————————————————————

19

MENDJALANKAN KEWADJIBAN
  Sekarang peperangan A.T.R.sesaat demi sesaat makin bertambah hebat. Menghadapi masa jang demikian ini soeara rakjat Indonesia bergemoeroeh diseloeroeh tanah Djawa bahwa rakjat Indonesia wadjib berbangkit serentak oentoek berdjoeang dengan mentjoerahkan segenap tenaganja, sehidoep-semati bersama-sama dengan

Dai Nippon, hingga tertjapailah kemenangan jang sesempoerna-sempoernanja. Dan dimana-manapoen terdapat poela peristiwa² oentoek membantoe Pemerintah, jang soenggoeh baik, terpoedji dan mengharoekan sekali.

  Beloem lama berselang kami mendengar poela soeatoe kedjadian jang hangat. Sebagai seorang Islam kami merasa wadjib menggambarkan kedjadian terseboet kepada saudara² kijai-kijai, goeroe² agama, alim² oelama dan segenap oemmat Islam diseloeroeh tanah Djawa agar soepaja peristiwa itoe mendjadi teladan bagi kita semoea.
  Kedjadian itoe terdjadi di Tjirebon Syuu pada waktoe melakoekan pekerdjaan Negeri jang

penting sekali.

  Oleh karena pekedjaan itoe sangat penting dan haroes selesai selekas-lekasnja, maka pekerdjaan itoe dikerdjakan oleh kaoem boeroeh jang banjak sekali. Kebetoelan waktoe itoe menghadapi Lebaran Poeasa.
  Akan tetapi djika kaoem boeroeh itoe poelang kedesanja masing² oentoek toeroet merajakan hari Lebaran dan berziarah kekoeboeran orang toeanja, pekerdjaan itoe akan terlambat sekali dan dichawatirkan ta’ akan dapat diselesaikan dalam tempo jang telah ditetapkan.
  Kijai² di Tjirebon Syuu melihat kesoelitan terseboet, maka k.1. 60 orang kijai memadjoekan

dirinja ditempat pekerdjaan itoe, dan ta’ segan mereka menginap didalam barak. Mereka menerangkan kepentingan pekerdjaan itoe dan memberi nasehat kepada berpoeloeh² riboe orang koeli itoe sebagai berikoet:

  „Kita pada hari Lebaran Poeasa (Id’1 fitri) akan poelang kedesa kita masing-masing dan berziarah. Hal itoe adalah kebiasaan kita belaka, jang telah kita lakoekan sedjak dahoeloe. Akan tetapi pada saat ini peperangan jang besar jang akan menetapkan hidoep mati negeri dan bangsa kita, sedang berkobar-kobar.

Oleh karena itoe pada waktoe menghadapi masa jang sepenting ini, kita tidak haroes menoeroet kebiasaan djika ada kepentingan jang dikehendaki oleh Pemerintah, negeri atau Bangsa.

  Sesoenggoehnja, memenoehi kehendak Pemerintah, Negeri dan Bangsa adalah kewadjiban oemmat Islam. Maka orang jang berchianat terhadap kehendak itoe, orang itoe melanggar hoekoem agama Islam”.
  Demikianlah penerangan dan nasehat para Kijai² itoe.
  Bagaimanakah kesoedahannja, setelah berpoeloeh² riboe kaoem boeroeh itoe mendengar

nasehat² dan seroean² kijai² itoe jang dilimpahkan dengan penoeh perasaan dan keichlasan hati itoe?

  Sjoekoerlah! Sesoedah mendengar nasehat ini, tidak seorang poen dari koeli² itoe jang poelang kedesanja. Semoeanja melakoekan kewadjibannja masing² sebagai pada hari biasa, dengan senang hati. Bahkan satoe hari liboeranpoen jang diberikan oleh Kantor Syuu dengan perasaan terharoe sebagai ajah dan iboe kepada anaknja, agar soepaja mereka dapat beristirahat dan bersoeka-ria melihat sandiwara dsb., itoepoen mereka tolak, dengan mengoetjapkan: „Kami semoea seharoesnja tidak dibolehkan beristirahat”.
  (Sjoekoer! Sjoekoer!)
  Pekerdjaan jang penting itoe dilangsoengkanlah sebagaimana telah direntjanakan.
  Saudara²; peristiwa itoe adalah satoe teladan jang njata sekali bagi kita semoea, pekerdjaan dan kewadjiban apakah jang haroes didjalankan pada masa jang penting ini.
  Saja berseroe:
  „Marilah kita bersama-sama membanting toelang mendjalankan kewadjiban jang besar dan penting jang diberikan kepada kita pada masa peperangan ini”.

(Shuumubu).

——————————————————————————————— kerdjakan beberapa daja-oepaja dan ichtiar-ichtiar, agar soepaja maksoed perkoempoelan tadi dapat tertjapai.

  Oleh karena itoe perkoempoelan berichtiar:

a. Oentoek memperdamai perselisihan² faham

  tentang pengertian hoekoem² Agama atau azas- 
  azas pengadjarannja,

b. merapatkan perhoeboengan dan membangoenkan

  semangat tolong menolong antara 
  perkoempoelan² Agama Islam dan Oemmat Islam 
  oemoemnja.

c. ichtiar² lainnja jang dipandang perloe

  oentoek membangkitkan dan mempertinggi 
  semangat menjoembangkan tenaga dan semangat 
  bekerdja bersama dari perkoempoelan² Agama 
  Islam terhadap Pemerintah Balatentara Dai 
  Nippon.
  Goena keperloean ini perkoempoelan akan menerbitkan madjallah, mengadakan tabligh² oemoem, koeroes² dan lain-lain jang berfaedah oentoek maksoed perkoempoelan ini.
  Walaupoen oeraian saja ini sangat singkat, akan tetapi saja harap sekalian oemmat Islam

di Djawa dapat menangkap penerangan² jang diboetoehkan dengan setjoekoepnja. Saja jakin bahwa segenap oemmat Islam di Djawa menerima perkoempoelan kita Masjoemi ini dengan hati jang gembira.

  Kita sekalian merasa berhoetang boedi kepada Balatentara Dai Nippon. Oentoek menjatakan berterima kasih kita, tidak ada lain djalan, melainkan menjokong dengan sekoeat-koeatnja Pemerintah Balatentara Dai Nippon dalam segala oesahanja jang baik itoe.
  Oleh karena itoe kepada segenap kaoem Moeslimin seloeroeh Djawa saja berseroe soepaja mentjoerahkan segala tenaganja oentoek membantoePemerintah.

16

Andjoeran dan pengharapan „MASJOEMI”


Berhoeboeng hari Raja Idul Koerban (10 Hadjdji 1862) dan hari perajaan Koa Sai (8 Desember 2603) kebetoelan djatoeh sehari, maka „Madjlis Sjoero Moeslimin Indonesia” mengandjoerkan: Dimana² MESDJID jang berdampingan (berdekatan) dengan TANAH LAPANG, soepaja melakoekan sembahjang ’Idil Adlha dan DO’A oentoek kemenangan achir.
Mesdjid² dipersatoekan (dipersamboengkan) dari mesdjid sampai tanah lapang itoe.
Semoeanja berkoempoel disitoe sedapat moengkin oentoek melakoekan terseboet.

Diminta dimana-mana jang soedah dapat melakoekan andjoeran „MASJOEMI” terseboet, soepaja memberi chabar.

a/n „MASJOEMI”

Oeroesan Penjiaran:

—————————————————————————
DO'A

Ja Allah! Djadikanlah djiwa kami, tenang,

         pertjaja akan menghadap Dikau, dan 
         setia, rela atas poetoesanMOE.

Ja Allah! Ma’moerkanlah lisan-lisan kami,

         menjeboet-njeboet namaMOE, dan hati 
         kami, toendoek kepadaMOE, dan djiwa 
         kami, berbakti kepadaMOE.

Ja Allah! Tetapkanlah kaki kami, dan tolonglah

         kami dan Keradjaan Dai Nippon atas 
         moesoeh-moesoeh kami.

Ja Allah! Menangkanlah kami atas moesoeh-

         moesoeh kami, dengan kemenangan jang 
         gilang-gemilang.

Ja Allah! Lekaskanlah kemenangan kami dalam

         waktoe, jang sesingkat-singkatnja 
         atas moesoeh-moesoeh kami Amerika dan 
         Inggeris.

Ja Allah! ENGKAU berfirman: „Moehoenlah

         semoeanja kepadaKOE, Kami toeroeti 
         permohonanmoe.........” Sekarang, 
         kami soenggoeh-soenggoeh bermohon 
         kepadaMOE dalam rapat jang besar ini, 
         rapat Hari-Raja Koerban bagi kaoem- 
         Moeslimin.

Ja Allah! Kaboelkanlah permohonan kami ini,

         Toehan Maha Mendengar, dan Maha 
         Melihat, dan Toehan atas semoeanja 
         Maha Koeasa.

Moedah-moedahan rachmat dan salam atas djoendjoengan kami Nabi Moechammad dan Keloearganja dan Sahabat-sahabatnja SEMOBANJA.

Amin.. Amin.. Amin.

—————————————————————————

19

MIMBAR DJOEM'AT

—————————

HIDOEP-MATI MENGHENDAKI PERDJOEANGAN

Oleh:

ROEBAI

  „Kita tjoerahkan poedjian jang terbit dari djiwa jang soetji terhadap Toehan Allah, Rabboel Djalil jang telah mendjadikan dan mendjandjikan kebahagiaan hidoep dan mati bagi machloek-Nja jang berchidmat-tho’at mendjalankan titah-titah-Nja.
  Tak loepa kita atoerkan selawat dan salam bagi djoendjoengan semesta ‘alam, Nabi Moehammad s.a.w. serta tak loepa mengingati djasa-djasa Beliau jang moelia dan moerni jang dihormati dan disegani oleh para oemmatnja, baik semasa djiwa Beliau masih berada memimpin mereka ditengah-tengah masjarakat jang baroe moelai bangoen dan insaf akan peri kemestian tjaranja menempatkan hidoep dan meletakkan mati, maoepoen kemoedian dari itoe sepeninggal

Beliau berpisah dari ’alam doenia jang penoeh dengan serba-roepa pertjatoeran diatas koelit doenia ini.

  Pengadjaran dan pendidikan Beliau tetap tak lapoek — tak lekang, meskipoen dipaloe oleh peredaran zaman atau masa. Oemmatnja bersoenggoeh-soenggoeh meng'amalkan segala perintah Beliau, didjoendjoeng tinggi dan segala larangannja dilenjapkan sebersih-bersihnja.
  Moedah-moedahan sadja limpah koernia Toehan Allah bertjoetjoeran dengan kekal bagi mereka

jang berboeat bakti. Amin!”

  Saudara-saudara jang moelia!
  Allah soebhanahoe wa Ta’ala memberi qoedrat manoesia hidoep, hidoep jang berpadoe mati. 

— Hidoep jang sedjatinja dan mati jang sebenarnja — boekan hidoep-hidoepan dan tidak poela mati-matian. Ja’ni dalam pada itoe dikehendaki Allah, soepaja manoesia faham dan insaf soenggoeh-soenggoeh akan hakikat rahsia toentoetan hidoep dan rahsia perbekalan mati.

  Kalau hanja mengerti: selagi njawa berada didalam toeboeh ia hidoep dan bila njawa berpisah dari toeboehnja ia mati, maka djanganlah ingin hidoep lama-lama, dan djangan poela berketjil hati djika diberi tjap „hidoep-hidoepan atau mati-matian”, karena kedoeanja bo

leh diartikan „bangkai bernjawa” bisa mendjadi hidoep-hidoepan dan mati-matian.

  Kita sebagai manoesia jang dihidoepkan dan sebagai manoesia poela jang akan dimatikan haroeslah insaf, bahwa selama hidoep menanggoeng perdjoeangan dan mendjelang mati

menghendaki perdjoeangan terlebih doeloe. Rasa ni’mat lezat jang dikandoeng oleh hidoep dalam perdjoeangan dan aman - damai jang dikandoeng oleh djiwa menghadapi mati sesoedah melaksanakan perdjoeangan.

  Bangsa chewan, machloek jang hina itoe selama hidoepnjapoen berdjoeang djoega, mentjari makanannja, tetapi mendjelang matinja bangsa chewan tadi tak perloe berdjoeang oleh karena mereka tak ada 'akalnja memikirkan mati

dan tidak mengarti apa jang dinamakan mati. Mereka hanja berdjoeang oentoek isi peroetnja, mereka hidoep hanja mentjari makan.

  Beda soenggoh dengan bangsa manoesia. Manoesia hidoep boekan oentoek makan, tetapi makanannja oentoek hidoep. Hidoep-mati manoesia penoeh dalam perdjoeangan. Serba matjam dan beroepa ragam haroes dilaloeinja selama hidoep dan jang haroes ditempoehnja lebih doeloe sebeloem berpisah meninggalkan 'alam doenia. Tak dapat dipoengkiri, karena manoesia, poen tiap² bangsa haroes memboektikan sesoeatoe keagoengan atau kedjajaan jang ditinggalkannja atau diwariskan bagi angkatan jang hidoep dibelakangnja.
  Kita tidak boleh heran, bahwa: „Adat hidoep menanggoeng ragam” dan „Adat mati meninggalkan djedjak”.
  Bermatjam ragam haroes ditanggoeng selama hidoep dan djedjak jang baik haroes ditinggalkan sebagai tanda seorang orang jang soetji dari koetoekan doenia.
  Titah Toehan Allah, demikian:
  „Djanganiah kamoe mati (meninggalkan doenia) sebeIlcem kamoe lakoekan (toenaikan) kewadjiban sebagai Moeslim pentjinta Agama.”

(S. Bagarah, 132).

  Djadinja, sekalipoen ada pengadjaran tentang haroes mengenangkan mati, akan tetapi dibalik itoe: „Toenaikanlah kewadjiban sebagai Moeslim didalam mengenangkan mati.” Tidak pantas djika kita mengenangkan mati, padahal loepa mengerdjakan kewadjiban² jang dibebankan kepadanja.
  Disini kami sampaikan nasihat t. K. H: M. Mansoer jang dioetjapkan beliau dalam pidato

rapat oemoem di Djakarta, tgl. 8-11-2608, diantaranja sebagai berikoet:

Tidak ada risico hidoep hanjalah mati. Batas antara hidoep dan mati itoe hanjalah seperti batas antara ada dan tidak, atau siang dan malam.
  Oleh sebab itoe, siapa jang berani hidoep  haroes berani mati; dan siapa jang takoet mati, djangan hidoep!
  Djika kita haroes mati, baiklah kita tentoekan mati kita, jang bergoena mati kita itoe oentoek bangsa dan toeroenan kita, oentoek memperhambakan diri kepada Toehan.”
  Firman Toehan Allah, termaktoeb dalam Soerat Tien, begini: \
  „sesoenggoehnja kami djadikan manoesia itoe dalam keadaan jang serba baik dan tjantik, tetapi kemoedian Kami balikkan mereka kelembah jang serendah-rendahnja; ketjoeali mereka jang ber-iman serta mengerdjakan pekerdjaan jang

20

KEBOEDAJAAN ISLAM DAN DJASA²-NJA

DALAM MEHIDOEPKAN ‘ILMOE DAN PERADABAN BAROE

Oleh: 'Abdai.

  Adapoen keboedajaan Islam jang telah mengambil bahagian jang terpenting dalam riwajat keboedajaan dan peradaban doenia itoe,

menoeroet ahli penjiasat, adalah hasil dari andjoeran ’akidah Islamijah jang dibangkitkan oleh Al-qoerän dalam djiwa pemeloek²nja, itoe Kitab Soetji jang menggiatkan oemmat manoesia menoentoet ilmoe, menjiasat dan menjelidik serta menaikkan kedoedoekan akal keatas daradjat jang menjanggoepkan dia menindjau perbendaharaan alam majapada ini dengan bebas merdeka.

  Sebeloem keboedajaan Islam itoe mengalir ke Eropah adalah kedoedoekannja diseloeroeh negeri-negeri Timoer seperti ditanah Arabia, Mesir; Afrika, Persia, Hindoestan bahkan sampai ketanah Tiongkok dan Timoer Djaoeh soedah koeat

dan tegoeh. Didalam negeri² ini agama Islam boekan sadja dapat menggantikan kedoedoekan agama² lama, bahkan bahasanja poen, ja’ni bahasa Arab, telah dapat poela mendjadi bahasa keboedajaan dan peradaban pendoedoek negeri² jang terseboet.

  Biarpoen bangsa Joenani pernah mendjadjahi tanah Persia hampir doea abad lamanja, tetapi ia tidak berdaja oentoek mempengaroehi bahasa dan keboedajaan pendoedoek negeri jang didjadjahnja itoe. Demikian djoega bangsa Persia itoe sendiri; biarpoen soedah poela mendjadjahi negeri Mesir, tetapi ia tidak sanggoep menjebarkan peradaban Persia dinegeri Pelembahan Nile itoe.
  Tetapi seketika negeri-negeri ini dimasoeki oleh Islam terdjadilah perobahan jang tjepat dan besar sekali dalam kepertjajaan, bahasa keboedajaan dan peradaban pendoedoeknja. 'Akidah Islamijah itoe dipeloek oleh pendoedoek tiap-tiap negeri jang didjelang Islam dengan sepenoeh iman dan kejakinan, sementara bahasanja atau bahasa Arab dapat poela menjaingi dan mengalahkan bahasa pendoedoek asli, mengalahkan bahasa Persia ditanah Persia sendiri, mengalahkan bahasa Roemawi dinegeri

Sjam dan mengalahkan bahasa Copt dinegeri Mesir. Begitoelah ’akidah dan bahasa Islam itoe berdjalan bahoe-membahoe. Dimana agama melangkah dan mendapat kemadjoean, disitoe bahasanja madjoe dan mendapat kemenangan, sebagaimana dalam bahagian keboedajaan dan pergerakan ilmoe ia poen telah mengambil bahagian jang terpenting poela dalam tiap² negeri jang didatanginja itoe. Karena ia boekan sadja membebaskan bahkan mengandjoerkan pemeloeknja menoentoet ilmoe walaupoen sampai kenegeri Tiongkok dan menjoeroeh ambil hikmah dan kebenaran itoe walau keloear dari moeloet kaoem moesjrikin sekalipoen.

  Demikian kata seorang ahli ketimoeran: „Adapoen kesan jang ditinggalkan oleh bahasa dan keboedajaan Arab dalam akal fikiran oemmat Persia, Hindoestan, Toerkia dan sebagainja sesoenggoehnja lebih besar lagi kesan jang ditinggalkan oleh bahasa Latin dalam akal fikiran ahli keboedajaan Eropah pada abad pertengahan”. Selandjoetnja ahli ketimoeran itoe berkata: „Biarpoen bahasa Latin ketika itoe mendjadi bahasa perantaraan dalam so'al agama dan ilmoe di Eropah, tetapi ia tidak mempoenjai kedoedoekan jang teristimewa dalam doenia keboedajaan dan peradaban. Tidak demikian dengan bahasa Arab! Bahasa Arab boekan sadja telah berdjasa dalam menerangi akal fikiran kaoem Moeslimin sendiri, tetapi djoega telah berdjasa mengoeloerkan peradaban baroe kepada golongan kaoem terpeladjar Eropah dan memboekakan akal fikiran mereka oentoek menjamboet dan menerima ilmoe pengetahoean modern jang tadinja beloem mereka mimpikan”,

Sebahagian orang ada jang merendahkan tenaga agama oemoemnja dalam membangoenkan peroemahan peradaban dan keboedajaan. Katanja: kemadjoean peradaban dan keboedajaan itoe adalah semata-mata hasil dari perobahan oendang² alam jang memang bersifat menoedjoei arah kemadjoean. Tetapi dengan mentjermini keboedajaan Islam itoe, ———————————————————————————————————

   baik-baik lagi bermanfa’at, maka mereka ini akan diberi gandjaran jang tak terhingga”.
  Teroetama jang dikoerniakan Allah kepada manoesia, ialah ’akal dan boedi pekerti jang tinggi. Dengan inilah kita haroes mengoekoer kebagoesan dan ketjantikan pemberian Toehan jang nampak pada lahir.
  Memang manoesia bagoes dan tjantik, serba elok roepa dan gerak-langkahnja, tidak seperti

bangsa chewan. Akan tetapi kebagoesan dan ketjantikan jang dikoerniakan Toehan pada lahir itoe, semestinja dipadoe dengan kebagoesan dan ketjantikan di dalam bathin (’akal jang sehat dan boedi pekerti jang tinggi).

  Apabila manoesia berbangga dengan kebagoesan dan ketjantikan lahirnja sadja, maka mereka ini tiada sanggoep menempoeh serba perdjoeangan hidoep dan mati, mereka ini lebih baik djangan hidoep, agar riwajatnja tidak mentjemarkan doenia jang menghendaki kesoetjian.
  Walakin manoesia boleh berbangga dengan kebagoesan dan ketjantikan ’akal jang sehat

dan boedi pekertinja jang tinggi, dengan boekti djasa-djasa jang telah dapat diketengahkannja kepada masjarakatnja.

  Sabda Nabi Moehammad s.a.w.: „,Bahwasanja Allah Soebhanahoe wa Ta’ala kasih dan tjinta apabila seseorang kamoe mengerdjakan sesoeatoe pekerdjaan dengan sejakin-jakinnja.”

(Riwajat Thabrany).

  Sekian! Hendaknja segala perdjoeangan jang dilakoekan itoe djanganlah terhantar atau terdampar ditengah-tengah sadja, tetapi tabahkan djiwa dengan penoeh kepertjajaan, bahwa pekerdjaan jang soetji itoe akan mentjapai hasil jang gilang-gemilang.

21

jang semata-mata hasil dari getaran akidah Islamijah dalam djiwa pemeloeknja, ternjatalah

salahnja pendapatan demikian.

  Oleh didikan dan andjoeran Islam itoe, didikan menjiasat dan menjelidik, andjoeran mempergoenakan akal dan pertimbangan dalam segala sesoeatoenja, maka falsafat apa dan keboedajaan mana djoega jang diambil mereka tidaklah mereka ambil dengan setjara toeroet dan telan sadja, tetapi mereka senantiasa mempergoenakan akal pertimbangan atas segala jang mereka noekilkan dan senantiasa berneratjakan akidah Islamijah apa jang mereka dapat dan mereka batja.
  Barangsiapa jang pernah membatja boekoe² karangan Alfarabi, Ibnoe Sina, Ibnoe Roesjdi dan failasoef² Islam jang lain, disana dapatlah melihat, bahwa pendirian mereka terhadap falsafat Joenani dan ilmoe pengetahoean asing itoe boekanlah sebagai pendirian moerid jang hanja pandai meniroe dan menoeroet apa jang didektekan goeroe, tetapi mereka pandai dan berani membantah dan mengeritik, menambah dan mengoerangi segala jang tidak memoeaskan akal fikiran atau tidak bersesoeaian dengan dasar akidah agama mereka. Sehingga itoe ilmoe mantiq (logica) jang berasal dari Joenani, jang didjoendjoeng dan diakoei kebenaran dan kelengkapannja oleh bangsa² didoenia, adalah dimata failasoef Islam Imam Ghazali masih ada koerangnia, sementara dimata Sjech Islam Ibnoe Taimijah dan Imam Ibnoe Hazm terlihat poela tjelanja. Menoeroet kedoea oelama jang terseboet belakangan adalah mantiq Aristo jang disandjoeng dan diagoengkan itoe tidak lebih dari mantiq sjakl (figure logic) belaka, kata mereka.
  Berdasar diatas pendirian sebagai ini maka kaoem Moeslimin oemoemnja dan djama’ah falasifah Islamijah itoe choesoesnja mempoenjai peradaban jang teristimewa dan keboedajaan jang tersendiri rona dan tjoraknja disamping keboedajaan dan peradaban doenia. Djelasnja ddalah keboedajaan dan peradaban Islam dalam zaman keemasannja boekanlah tjangkokan dan tiroean dari keboedajaan Joenani belaka, sebagai toedoehan setengah, tetapi dia meroepakan keboedajaan jang tersendiri jang mempoenjai sifat-sifat dan tjorak² jang teristimewa. Sebab itoe tatkala Islam melangkah ke Eropah tidaklah sedikit peroebahan dan

perbaikan jang dibawanja kesana.

  Alangkah tepatnja loekisan seorang poedjangga Mesir dalam meloekiskan perdjalanan Islam dalam kata peroempamaan jang berboenji: „Begitoelah Islam meneroeskan perdjalanannja tidak menjimpang dan tidak berbelok-belok. Sementara djedjaknja tersoerat ditanah maka teroekirlah ma’na dan arti soeratan itoe diatas

lembaran riwajat!”

  Sjahdan adalah negeri jang pertama sekali memberikan kebahagiaan kepada bangsa Barat oentoek mendapatkan perhoeboengan dengan kaoem Moeslimin, ialah negeri Spanjol. Disitoelah mereka beladjar dan mempeladjari berbagai matjam ilmoe pengetahoean, falsafat, peradaban dan keboedajaan dari goeroe² dan failasoef²

Islam. Dan dari waktoe itoe timboellah kegiatan menjalin boekoe² Arab kedalam bahasa Latin, itoe bahasa jang dalam abad pertengahan mendjadi bahasa peradaban dan kesoesasteraan di Eropah; sehingga konon banjaklah kitab² karangan poedjangga² Islam jang telah disalin kedalam bahasa Latin itoe tidak terdapat lagi asalnja dalam bahasa Arab. Sebahagian besar boekoe² jang disalin mereka itoe ialah karangan² Fachroeddin Arrazi, Aboelkasim Azzahrawi, Ibnoe Roesjdi, Ibnoe Sina, Alfarabi, Alghazali dan sebagainja. Boekoe² jang telah diterdjemahkan inilah, teroetama boekoe² Ibnoe Roesjdi, jang diadjarkan dan dipeladjari pada universiteit² Eropah lebih koerang lima abad lamanja.

  Benarlah perkataan seorang ahli sedjarah Eropah George Miller: „Bahwa sekolah² Islam di Spanjol itoe adalah soember ilmoe pengetahoean di Benoea Eropah. Peladjar² dari segenap pendjoeroe Benoea itoe berdoejoen-doejoen pergi kesana oentoek menampoengi dan mempeladjari ilmoe² alam, mathematic (ilmoe pasti), falsafat, metaphysica dan sebagainja”.
  Poesaka ilmoe pengetahoean jang ditinggalkan oleh bangsa Joenani tidak dapat didjaga dan dipeliharakan atau dilandjoetkan oleh bangsa dan keradjaan Roemani jang mendjadi ahli waris penerima poesaka itoe. Tetapi orang Islam boekan sadja dapat memelihara dan mendjaga poesaka perbendaharaan jang:berharga itoe, bahkan mereka soedah berdjasa poela memperbaiki, memadjoekan dan menambah kesoeboerannja.
  Banjak orang Eropah mentjari-tjarikan kekoerangan dan merendahkan dijasa² kaoem Moeslimin terhadap pergerakan ilmoe pengetahoean, dengan mengatakan, bahwa kepandaian mereka itoe tak lebih dari pada menoekil dan memindahkan ilmoe Joenani sadja.

Toedoehan ini tidaklah benar! Dan biarlah kita oempamakan, bahwa pekerdjaan mereka tidak lebih dari menoekilkan dan memindahkan, boekankah ini djoega satoe chidmat jang sebesar-besarnja kepada doenia!? Karena kalau tidak pindahan dan noekilan mereka nistjaja perdjalanan ilmoe pengetahoean akan terhenti dan terlambat beberapa abad lagi sehingga baroe dapat mentjapai kedoedoekannja jang sekarang.

  Arkian adalah djasa² kaoem Moeslimin dalam menjoembang peradaban dan keboedajaan sekarang ialah:
  — pertama dengan kedjoedjoeran dan keichlasan mereka mendjaga, memelihara dan menghidoepkan keboedajaan bangsa² jang terdahoeloe,
  — kedoea dengan meoedjoedkan dan melahirkan tjiptaan mereka sendiri.
  Semenjak beberapa tahoen dibelakang ini ahli² di Eropah soedah banjak menghadapkan perhatian oentoek menjiasat dan mempeladjari djasa² dan pengaroeh peradaban dan keboedajaan Islam itoe terhadap peradaban dan keboedajaan doenia oemoemnja. Penjiasatan ini meinsafkan mereka, bahwa soenggoeh besar sekali adanja pengaroeh dan djasa peradaban Islam dalam ilmoe-ilmoe jang djadi kemegahan abad ini seperti dalam ilmoe geographi, perniagaan, oendang², masjarakat, seni, bangoen-bangoenan kesoesasteraan, tasaoef, falsafat, ketoehanan (theologi), ketabiban, ilmoe pasti dan sebagainja.
  Sewaktoe peradaban Islam berada diatas poentjak ketinggiannja adalah Benoea Eropah masih berada dibawah mega kegelapan. Kota Baghdad dan Cordova diwaktoe itoe mendjadi kota doenia jang tiada taranja. Disitoelah poesatnja segala matjam ilmoe pengetahoean, peradaban, keboedajaan dan seni; sebagaimana kedoea kota Islam itoe diakoei oleh tarich sebagai kota jang terindah dan teratoer diatas doenia,
  Oentoek mendjelaskan sampai kemana rapatnja pertalian peradaban sekarang atau jang diseboet peradaban modern itoe dengan peradaban islam, marilah kita landjoetkan karangan ini dengan

meloekiskan dasar peradaban itoe dan bagaimana pendirian Islam atasnja.

22

Dahoeloe atau dalam abad pertengahan adalah keboedajaan dan ketjerdasan orang hanja beredar

disekeliling fikiran² Joenani, hanja bergantoeng kepada boeah fikiran Plato dan Aristo. Oentoek mengoeatkan sesoeatoe teori atau isme orang hanja bertoepang kepada dan menggoenakan qias mantiqi jg. hanja mementingkan bentoek roepa soesoenan kata-kata. Tetapi kemadjoean ilmoe dan ketjerdasan oemmat manoesia telah mengoebah aliran pemikiran jang demikian. Sekarang peroemahan peradaban teroetama berdiri diatas dasar „attadjriban wa’lmoesjahadah” ja’ni „pertjobaan.dan kenjataan”. Artinja orang beloem maoe membenarkan atau mempertjajai sesoeatoe sebeloem diboektikan oleh pentjobaan dan kenjataan akan kebenarannja. Inilah teori ilmoe jang penghabisan sekali didapati oleh bangsa manoesia dalam oesahanja memperbaiki perdjalanan fikiran.

  Akan pembatja ma’loem, bahwa dasar inilah djoega jang   oemmat Islam sedjak dari zaman dahoeloe. Annazzam, itoe ahli oesoel jang terkenal jang hidoep dalam abad ke-III h. pernah mengérang seboeah kitab, menjatakan, kritik² atas beberapa boeah fikiran Aristo. Demikian djoega moeridnja jang bernama Aldjahiz

pernah poela melakoekan penjelidikan atas oeraian Aristo tentang hewan. Hasil penjelidikannja itoe kemoedian didjelaskannja dalam boekoenja jang bernama „Alhewan” demikian: „Telah kami oedji perkataan Aristo itoe, tetapi ternjata tidak benar; pendapatan seperti itoe memang tidak dapat diterima fikiran”. Begitoelah Al-djahiz mengemoekakan akalnja dan melakoekan pertjobaan dan pengoedjian sendiri dalam menentoekan dan memoetoeskan benar tidaknja sesoeatoe teori.

  Imam Ghazali poen berpendirian demikian!
  Beliau melihat bahwa anak-anak orang Jahoedi djadi Jahoedi, anak² orang Nasrani djadi Nasrani dan anak² orang Islam djadi Islam. Maka timboellah perasaan koerang poeas dalam hatinja atas sesoeatoe agama atau kejakinan jang timboel dari toeroet-toeroetan dan disoeap-soeapkan itoe. Ia laloe bertanja-tanja: kalau begitoe, jang manakah kebenaran itoe jang sebenar-benarnja? Maka dilepaskannjalah dirinja dari segala fikiran jang mengikat perasaannja. Kemoedian baroe ia memperhatikan dan menimbang, menoekik dan menjiasat, membolak-balik alasan dan dalil² semoeanja sampai achirnja sampailah ia kepada: bahwa Islam itoe sesoenggoehnja adalah satoe agama jang benar jang sehaloe dengan tabiat dan kehadjatan peri kemanoesiaan.
  Dan ini Ibnoe Chaldoen!

Dahoeloe orang menjangka, bahwa falsafat tarich (penjiasatan tarich jang berdasarkan falsafat), dasar-dasar ilmoe masjarakat (sociology) dan dasar-dasar ilmoe politik ekonomi adalah hasil dari kemadjoean peradaban sekarang belaka. Tetapi kini ternjata, bahwa batoe jang pertama dari ilmoe² terseboet sesoenggoehnja soedah dipasang oleh Ibnoe Chaldoen semendjak enam abad jang laloe dalam kitabnja jang terkenal de ngan nama „Moeqaddimah Ibnoe Chaldoen”. So’al² jang diseboet-seboet oleh ahli ilmoe disa’at ini, jang disangka sebagai hasil dari tjiptaan ketjerdasan manoesia dalam abad ini sesoenggoehnja semendjak beberapa abad jang ter dahoeloe soedah dikoepas oleh Ibnoe Chaldoen dalam kitab jang terseboet dengan pemandangan² jang tepat dan mengagoemkan. Inilah jang menarik hasrat Baron von Kraemer, itoe ahli ketimoeran Ostenrik, oentoek mengakoei bahwa Ibnoe Chaldoen adalah seorang ahli sedjarah peradaban jang pertama kali; sebab beliaulah jang moela² menjediakan fasal² jang teristimewa dalam kitabnja jang terseboet oentoek menerangkan peratoeran² politik, matjam²nja pemerintahan negeri, tata oesaha dalam mendjaga keamanan dan kesentosaan oemoem seperti pengadilan, polisi, pangreh peradja dan perobahannja dari masa ke masa didalam keradjaan² Islam; sebagaimana beliau djoega jang pertama sekali memperkatakan riwajat ilmoe pengetahoean, keboedajaan, seni dan kesoesasteraan sebagai gambaran atau loekisan dari perdjalanan kema’moeran dan kemadjoean manoesia.

  Sekarang tahoelah kita, bahwa peradaban dan keboedajaan oemmat manoesia dalam zaman modern ini sesoenggoehnja rapat sekali perhoeboengannja dengan azas-azas peradaban dan keboedajaan Islam jang telah dilaksanakin dan dioedjoedkan oleh pemeloeknja dalam zaman keemasannja.

Memang, barangsiapa jang mempeladjari tarich peradaban dan ketjerdasan bangsa² didoenia dapatlah melihat, bahwa perdjalanan peradaban dan keboedajaan itoe adalah sebagai halakah atau rangkaian jang bersamboeng-samboeng, dimana oemmat jang datang kemoedian dapatlah mengambil dan memetik boeah dari pohon jang telah ditanamkan oleh oemmat jang terdahoeloe dari padanja.

  Pembatja jang terhormat!
  Dalam zaman pembangoenan dan pembaharoean ini, pembangoenan dan pembaharoean persada 

Indonesia dalam lingkoengan Asia Timoer Raja, moedah-moedahan dapatlah kita mempergoenakan kesempatan jang berbahagia ini oentoek mengambil goena dan faidah, ‘ibrah dan peladjaran dari kemadjoean dan ketjerdasan leloehoer kita dizaman jang lampau goena perbaikan dan kebaikan soesoenan masjarakat kita dizaman ini. Amien!

――――――――――――――――――――――――――――――――――――

„MAKLOEMAT — ADMINISTRASI”

  „SOEARA MOESLIMIN INDONESIA” ialah sebagai landjoetannja (pergantian nama) dari SOEARA M.I.A.I., maka dengan sendirinja segala perhoeboengan soerat menjoerat maoepoen pengiriman Wissel-wissel dan lain-lainnja tetap seperti biasa di-alamat-kan ke- Van Heutsz Boulevard I, Djakarta.
  Selain daripada itoe, berhoeboeng soedah dekatnja penoetoepan boekoe Tahoenan jang mengenai hal ke Oeangan, agar pemberesan bisa terdapat, maka diminta dengan hormat soedilah para langganan-langganan dan Agen-Agen jang beloem mentjoekoepi ke-nafakahannja (toenggakan) setjepat moengkin mengirimkan toenggakan terseboet kepada kami.
  Sekianlah pengharapan kami, moedah-moedahan mendjadi perhatian adanja.

Wassalam Kami,

Administrasi

„SOEARA MOESLIMIN INDONESIA”

――――――――――――――――――――――――――――――――――――

23

Dari sedjarah Islam.

DJEDJAK CHALIPAH OEMAR IBN ABD. AZIZ

Oleh:

ASA BAFAGIH.

  KITA sekarang ini hidoep dalam masa peperangan, zaman pantjaroba. Hidoep hemat dan sederhana, berlakoe tjermat dan bertindak bidjaksana kerap-kali diandjoer²kan. Dan sesoenggoehnja perloe sekali di-ikoeti sebagaimana mestinja.
  Berkenaan dengan itoe, ada baiknja kalau kita membalik² lembaran sedjarah Islam, mentjari djedjak moelia pentolan² Islam dizaman lampau. Pada zaman Islam berada diatas mertjoe ketinggian dan kaoem Moeslimin mengembangkan sajap pemerintahannja kebeberapa pendjoeroe.
  Sekali ini, kita akan tjoba menindjau djedjak Oemar Ibn Abd. Aziz, salah seorang Chalifah Islam pada zaman pemerintahan Bani Oemajah. Beliau terkenal, karena sikapnja, karena tabi’at serta kelakoeannja jang me„laini” chalifah² Bani Oemajah jang lain². Beliau hidoep hemat, sederhana dan bersikap adil. Beliau memerintah dari tahoen 99 sampai 101 Hidjrijah. Lamanja koerang lebih 2 tahoen

5 boelan.

  Oentoek mengetahoei djiwa Oemar Ibn. Abd. Aziz, mari kita sadjikan kemoedian kita koepas salah soeatoe pidatonja. Ketika beliau pada tahoen 99 Hidjrah dinobatkan mendjadi chalifah, beliau mengoetjapkan pidato seperti berikoet:
  „Saja berpesan kepada kamoe sekalian, soepaja bertakwa kepada Allah. Berboeatlah oentoek acherat kamoe, karena siapa bekerdja oentoek acheratnja, Allah akan mentjoekoepi oeroesan doenianja. Dan benarkanlah perboeatan bathinmoe, nistjaja Allah akan memperbaiki perboeatan lahirmoe. Perbanjakiah daripada mengingat maut dan siap²kanlah dirimoe sebatk²nja sebeloem maut mendatangi kamoe. Dan bahwasanja ini oemmat, tidak berselisih ditentang Toehannja, tidak ditentang Nabinja, tidak poela ditentang Kitabnja, akan tetapi jang mereka perselisihkan, ialah: oeang!
  Saja bersoempah demi Allah, tiada akan saja beri seseorang jang tidak semestinja, dan tidak poela akan melarang seseorang daripada haknja.
  Kemoedian beliau mengangkat kepalanja dan dengan soearanja jang njaring-keras, oedjarnja poela:
  Wahai manoesia! Barang siapa menoeroet perintah Allah, soedah sewadjibnija ditoeroeti.

Dan barangsiapa berma’siat akan Allah, tidak boleh di-ikoeti. Toeroetlah saja, selagi saja berboeat tha’at, bakti kepada Allah, dan apabila saja berma’siat, djanganlah kamoe toeroeti”.

  Demikianlah „choetbatoel chilafah”nja, pidatonja setelah mendjadi chalifah. Pidato jang meroepakan soeatoe perdjandjian jang diperboeat oleh Oemar Ibn Abd. Aziz kepada

Oemmat Islam sebagai chalifah.

  Kalau kita perbandingkan pidatonja itoe dengan pidato² jang lazim dioetjapkan sekarang oleh pemimpin² pemerintahan atau ketika hendak memboeka sidang parlemen dan sebagainja, nistjaja dapatlah kita melihat adanja persamaan didalam garis² besarnja, walaupoen terdapat poela perlainan² didalam beberapa hal.
  Bersamaannja, ialah didalam menjatakan keadaan pemerintahan dan tentang siasat jang akan didjalankan. Sedang perlainannja, ialah karena keadaan masjarakat dan oemmatnja, keadaan zaman dan aliran masanja!
  Mari kita selami pidatonja. Kita moelai!
  Oemar melihat semangat keagamaan ketika itoe moelai gontjang dan Oemmat Islam berselisih, tidak mempoenjai pendirian jang tentoe² atau

persatoean jang boelat, jang enggaboengkan segala aliran dan faham. Adjaran Agama tidak kembang sebagaimana mestinja. Padahal tiap² gerombolan manoesia, haroes mempoenjai satoe pendirian jang melipoeti seloeroeh masjarakatnja, jang bisa mempersatoekan

――――――――――――――――――――――――――――――――――― PERDIALANAN Si:
KOKI PANDEI

Tanah Djawa dan Madoera adalah poesat koendjoengan Si „KOKI PANDEI”
Setiap hari tidak ada satoe ploksok jang diloepakan. Ini tak oesah diboeat heran, berhoeboeng dengan perhatian dan pesanan jang tidak berhenti membandjiri kita.
ROOMMARGARINE
„KOKI PANDEI”
ada pengoendjoeng jang setia dari: roemah sakit, roemah-penginepan, roemah-makan, bengkel roti, bengkel-koewe, dan toko-makanan dan minoeman.

Poesat Pendjoealan:PEROESAHAAN „MERCURIE”

Djalan Tjemara 1 — Telepon 5421/5441 — Djakarta ―――――――――――――――――――――――――――――――――――

24

dan memboelatkan segenap tenaga. Baik faham kejakinan itoe bersifat keagamaan, kebangsaan ataupoen lainnja. Karena, kalau tidak mempoenjai pegangan faham jang seroepa itoe, akan kendorlah tali-temali perikatan oemmat dan bangsa. Tidak bersatoe!
  Pada zaman Oemar Ibn. Abd. Aziz memerintah, tidak ada soeatoe pertalian jang moengkin diboeat lebih tegoeh dan kokoh daripada pertalian jang bersemangat keagamaan. Oleh karena itoelah, maka itoelah poela dasar pertama jang diandjoerkan dan dimoelai oleh Oemar. Perasaan itoe digerakkannja dalam hati ra’jat. Diperingatkannja mereka akan Allah dan hari kemoedian. Digambarkannja seolah² maut itoe berdiri dihadapan mereka, agar soepaja mereka tidak silau akan kedoeniaan. Didjaoehkannja kedzaliman dan berboeat diloear batas, kembali kepada adat djahilijah jang doeloe. Kemoedian dibentangkan dengan tegas, bahwa pokok perselisihan oemmatnja, ialah boekan ditentang Toehan, Nabi, Kitab, tetapi, maha-pokoknja, ialah soal doenia semata. Sesoedah itoe beliau berdjandji dan bersoempah akan mendjalankan kemoedi pemerintahannja dengan berpedomankan: keadilan. Tidak akan memberi dengan bathal, artinja memberi sesoeatoe kepada jang boekan berhak menerimanja, dan tidak poela akan menegah seseorang daripada mengambil, menerima hak-gaknja. Ra’jat diperingatkan, akan kewadjibannja terhadap pemimpinnja. Dalam pada itoe diperingatkan poela, bahwa djika mereka toendoek terhadap pemimpinnja, djanganlah ketoendoekan itoe, menjebabkan kepada toeroet²an, ikoet²an jang memboeta-toeli sadja. Tapi haroes kritis dan teliti. Tha’at dan toeroet jang haroes bergantoeng poela kepada tha’at dan bakti kepada Allah dan apa² jang terdapat dalam kitabNja.
  Dengan tjara pemerintahan jang demikian itoe, Oemar Ibn Abd. Aziz, melepaskan dirinja

daripada memerintah dengan sewenang², menoeroet kehendak hati dan kemaoean dirinja sendiri sadja. Atau kalau boleh kita pindjam menoeroet term zaman sekarang, Oemar melakoekan pemerintahan jang mengingati dastoer atau grondwet

  Dalam pidato jang sesingkat itoe, tegas Oemar membentangkan siasat pemerintahan dalam

hal keagamaan dan hak² pendoedoek. Didalamnja kita tidak mendjoempakan tentang siasat loear negeri, karena waktoe itoe langkah² oentoek menjelenggarakan oeroesan loear negeri beloem lagi rampoeng benar. Sebab waktoe itoe Oemmat Islam, baroe moelai mengembangkan sajapnja keloear dengan djalan menjiarkan da’awah atau propaganda Islam.

*

  Sebagai pemimpin dan chalifah Islam sedjati, Oemar menepati djandji dan soempahnja. Beliau tidak beralih dari apa jang soedah dikatakannja walau sedikit poen. Karena sesoenggoehnja beliau boekan berkata dengan lidahnja sadja,

tetapi......, ja tetapi dengan hatinja jang ichlas-djoedjoer.

  Beliau lihat saudara-saudaranja toenggal agama kala itoe soedah meninggalkan takoet

akan Allah, berpaling tjoema kepada doenia sehingga meloepakan acherat, maka disoeroehnja mereka bertakwa dan bekerdja oentoek bekal ke acherat, diperingatinja mereka akan bahaja maut, agar bersedia² lebih doeloe sebeloem datangnja. Dan beliau sebagai pemimpin, orang jang moela² menjiapkan diri oentoeknja. Beliau lihat Oemmat Islam tengah siboek bereboet²an harta doenia, berselisih dan berpetjah²an karenanja, tidak pedoeli betapapoen akibatnja, maka di-insafkan mereka, soepaja djangan tengkelam dalam keadaan demikian. Dan beliau...... , orang jang lebih-lebih tidak mempedoelikan akan kedoeniaan itoe.

  Beliau berdjandji akan memberikan tiap² orang akan haknja masing². Inipoen dipenoehi

benar, sehingga soekarlah orang mentjari kesalahan² Oemar jang diperboeat dalam pemerintahannja, atau beliau pernah menolak seseorang daripada haknja.

  Beliau lihat apa pokoknja perlombaan jang mendjangkitkan selisih-sengketa diantara pemoeka² Islam, maka itoe, beliau sendiri sebagai pemimpin lebih doeloe ichlas melepaskan

dirinja dari segala kemewaan doenia. Ja, oleh karena itoelah poela, maka sedjak beliau menaiki singgasana, diboeangnja segala oepatjara ke„chalifat”an jang biasa diadatkan orang sebeloemnja beliau. Adat² jang biasa dilakoekan oleh chalifah² Bani Oemajah dalam oepatjara pelantikan.

  Setelah selesai beliau dinobatkan sebagai chalifah, dibawa orang kepadanja kendaraan jang biasa dinaiki oleh chalifah. Ketika kendaraan itoe (batja = kereta kentjana) sampai didekatnja, Oemar berkata: Apa ini? Kendaraan jang biasa dinaiki chalifah sesoedahnja pernobatan, djawab orang. Tidak, — kata Oemar —, kendaraan saja sendiri lebih sesoeai bagi

———————————————————————————————————
Pendjahit
„ASIA OETAMA”''
Model
dan potongan
100%
memoeaskan

PEMBERIAN TAOE!''

Dengan ini, dipermakloemkan kepada sekalian para pambatja dan langganan, bahwa Pendjahit Pakaian: „ASIA OETAMA” Djalan J.P. Coen | A—Tel 4344 Djakarta. Moelai tanggal 23 Oktober 2603, tidak lagi memakai Tel. No. 4344, akan tetapi diganti dengan Tel. No. 3916 Djaharta, diharap kepada sekalian para pembatja dan langganan soepaja mendjadi taoe hendaknja.

Hormat kami Pengoeroes,

Moehd. Tohir

Terima kasih: ———————————————————————————————————

25

DARAH KSATRIJA

Oleh: H. M. AMIR HASAN

  Sebagaimana hamba Allah, kita manoesia jang masih hidoep dalam doenia fana ini, ta’ loepoet dari merasakan ni’mat dan tjoba Ilahi jang Maha Koeasa, sehingga senang-bahagia, pahit-getirnja peri penghidoepan itoe dirasakan oleh jang didjadikanNja. Sebagaimana soedah kita sama-sama ketahoei, dengan kemoerahan Pemerintah

Balatentara Nippon, ra’jat kita diperkenankan membentoek sedjarah Indonesia baroe, dengan adanja Barisan Soeka Rela sebagai salah satoe djendjang perdjoeangan pertama bagi bangsa kita, sebagai satoe Bangsa.

  Dengan adanja hal perpoetaran riwajat tanah air kita itoe, maka betapa riang dan gembira

hati sanoebari Ra’jat Indonesia, ta’ dapatlah kita bajangkan disini, toea moeda, besar ketjil, laki-laki dan perempoean menjamboet peristiwa itoe dengan penoeh keinsjafan dan semangat jang bernjala-njala.

  Namoen begitoe, andjoeran-andjoeran dan adjakan para Pemoeka dan Pemimpin kita telah 

berdengoeng-dengoeng menggegap-gempitakan alam Indonesia ini.

  Diradio-radio, dirapat-rapat, pendek kata dimana-mana, dengan ta’ mengenal letih dan djemoe, mereka itoe menggembleng dan meletjoet tiap-tiap hati sanoebari ra’jat kita. Pemimpin² kita itoe insjaf benar-benar dimasa ini, karena

waktoe inilah pintoe „gerbang” jang menoedjoe ke Indonesia ma’moer, soedah terboeka dengan seloeas-loeasnja, dengan kemoerahan hati Balatentara Dai Nippon djoea adanja. Dan bagaimanakah patokan hidoep kita, jang sebagai Poetera Indonesia, sedari nenek² kita hidoepnja sampai keanak tjoetjoenja, jaitoe kita sekarang ini, hidup dan mati, akan berkalang djoea diantara tanah.

  Kalau sebeloem doea tahoen jang lampau, sengsara soedah dirasakan sengsara, dengan arti

seloeas-loeasnja, kalau sakit dan perih tiap-tiap hati sanoebari anak Indonesia ta’ oesah dikatakan lagi, oempama kata sebagai kelapa, digentjet dan diperas ta’ bersantan lagi. Islam, agama kita itoe, ta’ loepoet poela dari hemboesan angin jang membawanja kedjalan jang bersemak berdoeri. Akan beroelang lagikah riwajat jang hina itoe? ....... Tidak, biarlah hantjoer leboer tanah Indonesia ini, djika akan kembali lagi riwajat sesedih itoe! ——————————————————————————

saja. Laloe kembalilah beliau dengan mengendarai keledainja. Kemoedian datang poela pengawal² jang biasa berdjalan mengiring chalifah Bani Oemajah dengan membawa tjemeti, maka kata Oemar kepada mereka: pergi, pergilah djaoeh² toean² dari saja. Apa perloe saja kepada toean². Ana radjoeloen minannas, saja hanja seorang-orang biasa sadja, katanja.

*

  Demikianlah segala adat-istiadat jang serba kemewaan jang biasa dan lazim dipakai oleh Bani Oemajah jang laloe², dibatalkan oleh Oemar Ibn. Abd. Aziz dan seberapa dapat dikembalikan segala sesoeatoe sebagaimana doeloe dilakoekan

oleh Choelafa’ Ar-Rasjidin, ja’ni chalifah² Islam jang empat (Aboe Bakar, Oemar, Oesman dan Ali).

  Kepada orang-ramai jang biasa „ada goela ada semoet” beliau berkata kepada mereka:
  Barang siapa hendak berteman, dengan kita, baiklah memperhatikan lima soal dibawah ini, kalau tidak, djanganlah dekat² menghampiri kita.

Pertama: mengemoekakan kepada kita

     kepentingan orang² jang tidak sanggoep
     menjampaikannja kepada kita.

Kedoea: membantoe kita oentoek

     mendjalankan kebadjikan.

Ketiga: menoendjoekkan djalan²

     kebadjikan dan keadilan jang tiada tampak
     oleh kita.

Ke-empat: djangan mengoepat seseorang.

Kelima: djangan toeroet mentjampoeri

     sesoeatoe oeroesan jang tak ada goena dan 
     faedahnja.
  Begitoelah pesan beliau, bagi membangoenkan dasar persahabatan dengan beliau. Kalau tidak mengingati dasar jang lima itoe, baiklah jangan bersahabat sadja.
  Dari tjakap, sikap dan lakoe beliau, tegas bahwa beliau mendjaoehi segala foja-foja doenia

dan beliau beroesaha melenjapkan bahaja itoe dari kalangan kaoem Moeslimin jang ketika itoe soedah moelai terkena ratjoennja. Dalam segala hal, beliau Oemar Ibn Abd. Aziz lebih doeloe melakoekan, beliau mendjadikan dirinja sebagai tjontoh dan teladan bagi jang lain.

*

  Marilah sekarang kita kembali mengenangkan  peristiwa diatas itoe dan mengambil i’tibar, peringatan daripadanja. Marilah kita ambil mana-mana jang baik, oentoek pedoman langkah kita kedepan.
  Ini sangat perloe. Karena kita hidoep dalam masa peperangan, zaman pantjaroba dan sa’at pembangoenan masjarakat.
  Marilah kita sekalian dengan mengingati sekaliannja itoe giat bekerdja, memenoehi segenap lapang dan tjabang oesaha, menjoembangkan tenaga bagi segera tertjapainja kemenangan-achir dalam peperangan Dai Toa ini dan bangoennja masjarakat baroe di Tanah Air kita, bagi kepentingan, keloehoeran Agama Islam dan Moeslimin.

26

Ta’kan tinggal diam semoea Poetera Indonesia! Biarlah mendjadi sasaran pelor dan oedjoeng

bajonet moesoeh djiwa raganja, dari pada Tanah Airnja akan diindjak lagi oleh sepatoe berdoeri Fir’aun Belanda, serta teman serikatnja itoe. Pahlawan² Balatentara Dai Nippon jang Perkasa itoe, ba’kan_halilintar menjambar dengan pedang Samoerainja, dan bagaikan topan jang maha dahsjat, merebah-rampahkan segala apa jang merintangi djalannja, jang akan membela tanah Asia ini dari tindasan kaoem penghisap jang rakoes itoe: Darah mereka soedah mengalir, sjiwa dan raganja dikorbankannja oentoek mentjapai tjita-tjita jang soetji.

  Darah Ksatrija! ...... Darah Pahlawan² Nippon jang gagah perkasa telah dihiroep oleh Boemi Iboe Pertiwi kita! ......
  Apakah oentoek pembalas pengorbanan saudara Toea kita jang soenggoeh soetji itoe? Tjoekoepkah kita dengan mengoetjapkan terima kasih dan ikoet mengoetjoerkan air mata, mengingat mereka jang telah tiwas dimedan perdjoeangannja itoe? Kita sebagai Pemoeda Moeslimin Indonesia, ta’ bisa tinggal berpeloek tangan! Siapakah lagi jang akan menoentoet bela dan berkorban djiwa, selain dari Poetera Indonesia sendiri, sebagai andjoeran² Pemoeka kita?
  Betoel sekali kata mereka, bahwa tidak ada Bangsa jang lain jang berhak mengoebah poetaran sedjarahnja, selain dari Bangsa itoe sendiri. Tidak Kromo jang menjapoe djalanan setiap hari itoe dan tidaklah poela si Anoe jang berkedoedoekan jang istimewa, jang berhak berkorban djiwanja oentoek membentoek sedjarah baroe dibawah Pimpinan saudara Toea kita, Balatentara Dai Nippon. Tetapi semoea golongan,

hendaknja sanggoep bersiap oentoek memenoehi panggilan Tanah Air.

  Pendek kata, marilah kita Pemoeda sekalian, laki-laki perempoean, bergerak serempak oentoek tampil kegelanggang perdjoeangan, boeat memenoehi tjatatan dari poetaran riwajat kita Indonesia jang permai itoe.
  Tabir „kebahagiaan” telah disingkapkan Balatentara Dai Nippon dengan seloeas-loeasnja,

menandakan mereka itoe ingin melihat saudara Moedanja berbahagia, doedoek sedjadjar dengan mereka, sebagaimana beloem pernah kita rasakan.

  Saudara pembatja! Dahoeloe, kita dan agama kita, bagaikan atjoeh ta’ atjoeh dipandang oleh

si pendjadjah jang ta’ mengakoei kita sebagai satoe Bangsa jang berhak mendapat perhatian.

  Ta’lah diperkenankan bangsa kita bergerak oentoek memperbaiki nasibnja. Tentang agama kita serta pemeloeknja, dipandangnja orang-orang itoe, hanja tahoenja memintir² tasbih

sadja dilanggar². Digosok dan disoentiknja poela hati si Pemeloeknja itoe, biar ia lemah, berarti menjerah kalah. Wahai, boekan sadja dikalangan keagamaan tetapi dilain-lain lapangan, sikoet dan dengkoelnja si pengroesak itoe bermakan poela. Ta’ koerang korban karenanja, banjak sangat boektinja.

  Tetapi disini boekanlah saja hendak membalik-balik lembaran riwajat jang bernoda itoe kembali, boekan. Sangat berlainan dan djaoeh dibalik djaoeh peristiwa, tatkala Penggedor Pintoe Kesadaran bangsa Asia, datang menggedor Pintoe Indonesia dari „ninabobok” kaoem sekoetoe itoe.
  „Keboedajaan Asia, keboedajaan bangsa darah-dagingmoelah jang haroes dipakai” demikianlah soeara letjoetan tjemeti itoe.
  Kaoem Moesliminpoen menggosok matanja, melihat Tjahaja jang terang benderang menjinarinja. Dengan berangsoer-angsoer Tjahaja itoe menjinari hati sanoebari ra’jat Indonesia.
  Para pembatja! Sangat banjak fimran Ilahi jang menjoeroeh kita berkorban harta maoepoen tenaganja, oentoek didjalan jang benar.
  Tjoekoep sadja disini kita peringati betapa pemoeda² kaoem Islam berdjoeang disamping Nabi kita dahoeloe itoe, oentoek mempersatoekan oem-

mat jang besar, sehingga mereka loepa kekajaan harta dan bendanja.

  Pendek kata, disegala lapangan, dike-agamaan, di-pendjagaan tanah toempah darahnja,

mereka bersatoe padoe, oentoek memenoehi perintah Rasoelnja, serta adjaran agamanja.

  Sekarang kita balik poela ke-keadaan tanah toempah darah kita.
  Barisan pendjagaan tanah air, soedah berdiri, dibawah pimpinannja orang jang maha

tangkas. Kesempatan ini djanganlah hendaknja kita tinggal bengkalaikan sadja. Tjoerahkan segenap tenaga kita, dan berdjoeanglah kita bergandengan tangan disammping orang jang maha tangkas itoe.

  Selamat sedjahtera Tanah Air kita, berarti selamat sedjahtera poela Agama Islam ditanah

toempah darah kita itoe.

  Sebagai penoetoep oeraian saja ini, saja seroehkan:
  „Bangoenlah pemoeda Islam, toendjoekkanlah kemata Doenia sana, bahwa kita telah bersiap

jang laksana benteng badja, dibawah pimpinan Balatentara Dai Nippon, oentoek menghalaukan segala mara-bahaja jang mentjoba hendak mendekati kepoelauan Indonesia, didalam lingkoengan Asia Timoer Raja.

―――――――――――――――――――――――――――――――――――

DJILID KARTON TEBAL INDAH

TERLAMBAT KEHABISAN

„Wahjoe. N. Mohammad” f 5.—
„Qoerän tar. Indonesia” „15.—
„Qoerän tar. Djawa—Latin” „15.—
„Lafsir Qoerän Karim djz.30„ 2.25
„Hadits Moeslim Melj.” 1-17„ 8.—
„Hadits Moeslim Melj.” 1-10„ 5.—
„HaditsBoechoriMelj.”11-35„ 12.50
„Fekih (Soen. atau Djw.Lt.)„ 5.—
„Tarich Islam lengkap” . „ 7.50

Ongkos kirim 5%

Toko Boekoe „OESAHA KITA”

Notopradjan 26 — Djokjakarta

―――――――――――――――――――――――――――――――――――

27

QOERBAN

SEBAGAI SJI'AR ISLAM

Disoesoen Oleh: INDRADJAJA

  Mari kita kembali agak sebentar kepada peristiwa jang telah berlakoe pada hari-hari

boelan poeasa Ramadhan dan ketika adanja 'Idoel-Fithri. Tergambarlah kepada kita, bahasa kaoem Moeslimin-Moeslimaat (toea-moeda, besar-ketjil) jang kaja, jang mampoe, jang berada, pendeknja jang ada kelebihan. dari keperloeannja sehari itoe, mereka beramai-ramai mendatangi tempat-tempat pengoempoelan dan pembagian zakat fithrah. Dikoempoelkan dan diambil dari mereka jang mampoe tadi dan laloe dibagi-bagikan kepada mereka jang tidak mempoenjai ketjoekoepan (fakir-miskin).

  Begitoelah, kalau dihari Raja Fithri so’al zakat fithrah jang hangat diperbintjangkan dan didjalankan, maka pada waktoe hari Raja Hadjdji-poen tidak koerang pentingnja, ialah so’al sedekah Qoerban. Qoerban jang terdiri dari binatang ternak.
  Itoelah rahsia jang ada pada kedoea Hari Raja itoe — makanan (sepertinja beras) jang

mengenjangi diwaktoe Hari Raja Fithrah, maka laoek-paoek jang soetji diwaktoe Hari Raja Hadjdji (Qoerban).

  Agama Islam menjoeroeh kaoem Moeslimin-Moeslimaat berqgoerban pada Hari Raja Adlha (Hadjdji) dan daging qoerban toe dibagi-bagikan

kepada fakir miskin, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qoeran; jang maksoednja:

  „Sesoenggoehnja Kami telah memberikan kebaikan jang banjak kepadamoe, maka sembahjanglah kepada Toehanmoe dan sembelihlah qoerban.”
  Dan Hadits Nabi Moehammad s.a.w. dari Siti ’Aisjah, terseboet dalam Boechari dan Moeslim, bahwa Nabi bersabda kepada orang-orang jang berqoerban itoe, demikian:
Makanlah kamoe sekalian: simpanlah dan sedekahkanlah (dari daging qoerban).”
  Sebenarnja qoerban itoe mendjadi sji’ar dari pada Agama Islam, sebagaimana terseboet dalam Al-Qoeraén, jang maksoednja:
Memotong qoerban itoe telah Kami djadikan sebahagian dari sji’ar-sji’ar Allah, jang mana

ada kebaikannja djoega bagi kamoe sekalian.

  Adapoen waktoenja menjembelih qoerban itoe, ialah sesoedah sembahjang Hari Raja Adlha, hingga achir hari Tasjrieq (hari 11, 12 dan 13 Dzoel hidjdjah), menoeroet Hadits jang terseboet dalam Boechari dan Moeslim:
  „Barang siapa jang menjembelih sebeloem sembahjang, maka hendaklah menjembeleh lagi lainnja, tetapi jang beloem menjembelih, sehingga kita bersembahjang, maka sembelihlah dengan nama Allah.”
  Dan Hadits jang didapat oleh Ahmad, Ibnoe MHibban dan Baihaqie, bahwa Nabi Moehammad s.a.w. telah bersabda, jang maksoednja:
  „Sepandjang hari Tasjrieq adalah penjembelihan qoerban”.
  Adapoen chewan jang didjadikan qoerban itoe (kambing, sapi atau kerbau) haroeslah chewan jang gemoek, sehat serta sempoerna anggautanja,

tegasnja: tidak dibolehkan berqoerban chewan jang bertjatjat, seperti: pitjak (boeta) matanja, sakit badannja, pintjang kakinja, patah tandoeknja, belah koepingnja dan sebagainja dari pada jang mentjatjatkan.

  Oentoek kemoedahan, maka boeat qoerban dengan sapi atau kerbau, boleh seekor oentoek 7

orang (berpatoengan).

  Menoeroet toentoenan Nabi Moehammad s.a.w. menjembelih qoerban itoe dimana tanah lapang tempat bersembahjang Hari Raja, seperti Hadits jang terseboet dalam Boechari:
  „Adalah Nabi Moehammad $.a.w. menjembelih qoerban di tempat sembahjang (tanah lapang).”
  Demikianlah serba sedikit keterangan tentang hal qoerban, moga-moga ada djoea manfa’atnja.
  Oleh karena penerangan diatas tadi, maka hendaknja perintah Agama Islam, menjembelih qoerban dan membagi-bagikan dagingnja kepada fakir-miskin, kita semangatkan dan kita ’amalkan sedapatmoengkin.

. Penoetoep keterangan, disini kita tjantoemkan Hadits dari Abi Ajjoeb Al-Ansari, begini maksoednia:

  „Adalah seorang laki-laki pada waktoe Rasoeloe’llah s.a.w. berqorban dengan kambing

bagi dirinja dan ahli roemahnja.”

  Maka alangkah baiknja, djika kaoem Moeslimin menjembelih qoerban, dan lebih baik lagi kiranja setiap roemah kaoem Moeslimin jang mampoe ada qoerbannja. Karena kita mengingat, bahwa qoerban itoe sebahagian dari sji’ar-sji’ar Agama Islam.

―――――――――――――――――――――――――――――――――――

DJAWA KYOBAI SHO

BERKANTOR DI KOTA DJAKARTA

RIJSWIJK No. 11

Ada:

    Poesat perdagangan harta benda dan hasil 
    boemi,
    Pangkal penerimaan roepa-roepa barang 
    komisi,
    Balai perwakilan oesaha² di lapangan 
    ekonomi.
    Djoeroe lelang jang disahkan oleh Tokubetu 
    Si,
    Djadi berhak adakan lelang boedel dan 
    komisi,
    Tempat persediaan serba roemah² 
    salengkapnja.

Tel. Djk. No. 2585 — 4690 — Pemimpin Oemoem: F.LAOH ―――――――――――――――――――――――――――――――――――

28

Dalam Negeri

  Bermatjam-matjam boekoe sekolah keloearan Kantor Pengadjaran.
  Sedjak berdirinja Kantor Pengadjaran di Djakarta penjoesoenan boekoe sekolah jang berdasarkan tjara pendidikan Zaman Baroe moelai dilakoekan Sampai sekarang soedah selesai kira-kira 30 djenis boekoe peladjaran, seperti boekoe sedjarah, ilmoe boemi, njanjian, tentang boedi pekerti dsb. Boekoe-boekoe ini tak lama lagi akan dikirim keseloeroeh Djawa oentoek dipergoenakan disekolah-sekolah. Boekoe peladjaran terseboet selain tertoelis dalam bahasa Indonesia, djoega dalam bahasa Djawa, Soenda dan Madoera.
  Dalam boekoe njanjian tertjantoem beberapa njanjian jang terkenal dari masing-masing daerah di Djawa, dan njanjian-njanjian Nippon dalam bahasa Indonesia.
  Boekoe sedjarah berisi sedjarah negeri-negeri di Asia Raja.
  Djoega boekoe peladjaran bahasa Nippon djilid keempat (Makiyon) sebagai landjoetan dari boekoe Makisan kini telah selesai ditjitak.
  Boekoe-boekoe Maki-ichi dan Maki-ni, sekarang dikeloearkan lagi, dengan ada peroebahan sedikit, jakni kalimat-kalimatnja diganti dengan kalimat-kalimat jang lazim dipakai sehari-hari. (Domei).
  Memadjoekan Peroesahaan Kopra (kelapa tjoengkil).
  Oleh pihak jang berwadjib telah dioesahakan berbagai oesaha oentoek memadjoekan ekonomi rakjat Soerakarta. Baroe-baroe ini kepada pihak

pangreh-pradja soedah diandjoerkan soepaja mereka memberikan penerangan dan toentoenan kepada pendoedoek jang berkepentingan soepaja mereka memadjoekan tanaman dan hasil kelapa (kopra). Jang berwadjib menjatakan sedia memberikan bantoean oeang sekiranja dianggap perloe.

  Moehammadijah Djakarta dan Koerban.
  Berhoeboeng dengan akan datangnja Hari Koerban depan ini, Moehammadijah Djakarta akan mengoeroes poela koerban-koerban dari kaoem Moeslimin. Dan barangsiapa ingin melakoekan koerban diharapkan berhoeboengan dengan Moehammadijah Djakarta bahagian P. K. O.
  Bekas tanah partikoelir dibagikan kepada rakjat.
  Pada tgl. 14 Nop. di Belik dan Randoedongkal-Gun (Pemalang) dilangsoengkan pembagian bekas tanah partikoelir loeasnja 698 ha. jang ditanami randoe jang doeloe kepoenjaan perkeboenan „Semoegih”. Tiap-tiap pegawai perkeboenan terseboet mendapat 1 ha., sedang pendoedoek mendapat diantara 144 dan 1/3 ha. Sebagian dari oeang pendjoealan kajoe randoe serta boeah randoe masoek perbendaharaan Son Nooji Jiko Kumial (perkoempoelan Oeroesan Pertanian). Selandjoetnja tanah itoe akan ditanami tanam-tanaman jang menghasilkan bahan makanan. Peristiwa imi menggirangkan hati pendoedoek. (Domei).
  Oentoek menambah hasil boemi.
  Sesoeai dengan keinginan Pemerintah oentoek menggerakkan tenaga rakjat goena menambah hasil boemi sebanjak-banjaknja, pada tgl. 18 Nop. telah diadakan oepatjara penjerahan tanah di Karang Tjongok Bekasi (Djatinegara Ken) dari jang berwadjib kepada Djatinegara Ken oentoek

ditanami segala matjam palawidja. Oepatjara penjerahan itoe dihadiri Pembesar - pembesar Gunseikanbu, Djakarta Suutyoo, Djatinegara Kentyo dan beratoes-ratoes pendoedoek. (Domei).

Moe’allimin Moehammadijah”.
  Karena sering terboekti, bahwa peladjaran tamatan „Moeallimin Moehammadijah” (Sekolah Goeroe Moehammadijah 5 tahoen) di Jogjakarta

sama ketjakapannja dengan peladjar tamatan sekolah Menengah Tinggi, Djawatan Pengadjaran di Jogjakarta memberikan keterangan kepada sekolah tsb. bahwa moelai sekarang „Moeallimin Moehammadijah” dianggap sekolah jang peladjarannja sama dengan Sekolah Menengah Tinggi.

  „Moeallimin Moechammadijah” Jogjakarta adalah sekolah menengah tinggi Agama oentoek memperdalam peladjaran kosmografi dan filsafat.

Lebih landjoet dikabarkan, bahwa toean Hadji Siradj Dahlan salah seorang goeroe sekolah tsb. diminta mengadjar ilmoe pasti pada Sekolah Menengah Tinggi Negeri diwaktoe sore. (Domei).

  Djakarta, 25 bl. XI 2603.

――――――――――――――――――――――――――――――――――――
KETIGO-RENDENG
―――――――――――――――
Bergantian moesim, peroebahan oedara, membikin banjak terdjangkit berbagai penjakit, maka itoe minoemlah: Seri (3) DJAMOE INPLENSA Mandjoer sekali boeat semboehkan sakit panas, greges-greges dan djoega oentoek menjegah penjakit diwaktoe bergantian moesim. ƒ 0.07½.

TJAP „DJAGO” SELOEROEH DJAWA.
PABERIK-DJAMOE POA TJONG KWAN WONOGIRI- SOLO
――――――――――――――――――――――――――――――――――――
Memberi
peladjaran² BAHASA²
STENO
MENGETIK
MEMEGANG BOEKOE
SOERAT MENJOERAT
Alamat jang ta' asing lgi!
KOERSOES DAGANG
„BRAWIDJAJA”
MATRAMAN 11 - TEL. 705 DMG.
KWITANG 30 - TEL. 4723 DKT.

S 480 1-8-03 ――――――――――――――――――――――――――――――――――――

29

Loear Negeri

ASIA RAYA

  Pertjobaan Angkatan Oedara Amerika menjerang Hongkong gagal.
  Hongkong, 16-11-’03. Serombongan pesawat pelempar bom dan penempoer Angkatan Oedara Amerika Serikat jang ada di Tiongkok, sore ini mentjoba menjerang daerah Hongkong. Akan tetapi pertjobaan itoe digagalkan oleh meriam-meriam penangkis kita, jang menjamboet moesoeh dengan hebat. Sebab tidak berhasil menemboes pertahanan oedara kita, maka pesawat-pesawat terbang moesoeh itoe melarikan diri kearah barat-laoet, setelah mendjatoehkan

bom-bomnja dilaoet. Moesoeh tidak menimboelkan keroesakan.

  6 Pesawat moesoeh teroesir dari Indo-Tjina Oetara.
  Meriam-meriam penangkis Nippon dengan hasil baik mengoesir 6 pesawat pemboeroe P-40 dari Angkatan Oedara Amerika di Tjoengking, ketika mereka tgl. 16 Nopember sore mentjoba menjerang daerah didekat Yenbai (Indo-Tjina-Oetara).
  24 Pesawat moesoeh diroentoehkan di Madang.
  Pangkalan Nippon di laoet Tedoeh Selatan, 17-11-’03. Pada tgl. 13 dan 15/11 jl, 24 pesawat moesoeh ditembak djatoeh didaerah Madang (Papoea). Keterangan lebih landjoet:
  1. Pada tgl. 13 Nop. pagi pesawat-pesawat oedara kita menjamboet 220 pelempar bom dan pemboeroe moesoeh, jang mentjoba menjerang daerah didekat Madang. 20 boeah diantaranja dapat diroentoehkan, jaitoe 15 pelempar bom B-24 dan 5 B-25.
  2. Pasoekan oedara moesoeh jang terdiri dari 53 pelempar bom B-24 dan pemboeroe P-38 tampak lagi didekat Madang pada tg]. 15 Nopember pagi. Mesin-mésin terbang kita segera menjamboetnja dan dalam pertempoeran oedara menembak djatoeh 4 pesawat B-24.
  Pembom-pembom moesoeh dipoekoel moendoer dari Bougainville dan Buka.
  Pangkalan Nippon dilaoet Tedoeh Selatan, 20 Nop. 2603. Tembakan hebat dari meriam-meriam penangkis kita mengoesir 21 pelempar bom B-24 jang pada tgl. 18 Nop. siang mentjoba menjerang kedoedoekan Nippon dipoelau Bougainville sebelah Timoer.
  Pada hari itoe djoega 20 pelempar bom B-24 dan B-25 dalam 2 gelombang datang menjerang poelau Buka, disebelah Oetara poelau Bougainville. Tetapi moesoeh segera disamboet dengan hoedjan peloeroe dari meriam-meriam kita sehingga terpaksa melarikan diri.
  85.000 serdadoe Tjoengking binasa dalam 8 minggoe.
  Pangkalan Nippon dipropinsi Hunan, 21 Nop. 2603. Betapa hebatnja poekoelan-poekoelan bagi pasoekan-pasoekan Tjoengking jang mentjoba

melakoekan serangan pembalasan, selaras dengan oesaha pasoekan-pasoekan Sekoetoe didaerah tapal-batas Birma, dapat diboektikan dari akibat serangan pasoekan-pasoekan Nippon di Tiongkok Tengah baroe-baroe ini.

  Demikianlah keterangan ahli ahli penindjau militer disini.
  4 Tentara Tjoengking, terdiri dari 9 dipisi jang berdjoemlah hampir 85.000 serdadoe telah dihantjoerkan oleh pasoekan² Nippon dalam waktoe 3 minggoe sadja. Kemenangan² jang gemilang ini adalah berkat sempoernanja siasat perang Nippon dengan menjerboe didaerah moesoeh ke-6, jaitoe disebelah barat danau Tungting (Propinsi Hunan). Dengan penjerboean ini satoe daerah loeas jang dibatasi oleh pegoenoengan Hupeh disebelah Barat dan soengai Lishui disebelah Selatan, pandjangnja 300 km dari Barat ke Timoer dan 150 km dari Oetara ke Selatan, kini dikoeasai oleh tentara Nippon.
  Penting diterangkan disini, bahwa dengan hasilnja serangan-serangan ini, maka „garis pertahanan Chiang Kai Shek” jang melipoeti koeboe-koeboe pertahanan Tjoengking di Ansiang, Ihingshih, Rihsien dan Shihmen (semoeanja di Propinsi Hunan) telah hantjoer sama sekali.
  Dengan demikian, serangan-serangan Nippon dikemoedian hari akan mendapat hasil jang lebih sempoerna.

EROPAH — AMERIKA

  Pertempoeran di Roesia dan Italia.
  Lissabon, 17 Nop. 2603. Markas Besar Fuehrer mengoemoemkan:
  1. Disebelah Tenggara Zhitomir dan sebelah Barat Fastov, tentara Djerman memoekoel moendoer tentara Roesia.
  2. Didaerah Zaporozhe, tentara Djerman mengoesir tentara Merah dari seboeah poelau disoengai Dnieper serta merampas sedjoemlah besar alat-alat perang moesoeh.
  3. Disebelah Barat-daja Dniepropetrovsk dan sebelah Oetara Krivoirog, tentera Roesia mengoelangi serangannja, tetapi dengan segera didesak moendoer. Dalam pertempoeran ini, tentara Djerman membinasakan 75 tank dan 12 Sovjet.meriam 
  4. Keadaan medan perang Italia Selatan dalam beberapa hari jang achir ini sepi sekali disebabkan moesim boeroek dan moengkin poela karena tentera Amerika baroe-baroe ini menderita keroegian besar disektor Mignano dan Venafro (dihoeloe soengai Volturne).
  10.000 pekerdja tambang di Lancashire mogok. 
  Stockholm, 18 Nop. Dari London diterima kabar, bahwa soedah seminggoe 10.000 kaoem pekerdja telah melakoekan pemogokan pada 8 peroesahaan tambang batoe bata didaerah

Lancashire, tetapi ta’ seorang diantara mereka jang bertanggoeng djawab mengetahoei sebab-sebabnja kedjadian terseboet. Pemerintah mendjadi bingoeng, tetapi ahli penindjau mengira, bahwa peristiwa itoce disebabkan oleh koerangnja semangat bekerdja antara para pekerdja tambang, karena permintaannja oentoek mendapat oepah lebih banjak tidak dikaboelkan oleh jang berwadjib.

  Pasoekan-pasoekan Inggeris dan Badoglio di Samos menjerah.
  Lissabon, 23 Nop. 2603. Benita dari Berlin: Pasoekan² Djerman jang dengan tiba-tiba menjerang poelau Samos, kini telah mendoedoeki seloeroeh poelau tsb. Pasoekan-pasoekan Inggeris dan pasoekan-pasoekan Badoglio dengan segera ménjerah. Dengan direboetnja poelau ini, maka kedoedoekan Djerman diseloeroeh daerah Laoet Egia bertambah kokoh.
  London digempoer tagi.  
  Lissabon, 21 Nop. 2603. Dikawatkan dari London, bahwa pada tgl. 19 Nop. malam pelempar² bom Djerman menjerang London dengan hebat. Bom-bom meledak dengan dahsjat mengenai sasarannja.
  Djakarta, 25 bl. XI 2603.

————————————————————————————————
KLOEARAN:
PABRIK „KALIMANAH"
POERBOLINGGO.

Tepoeng
Koewee
KASATOE

PENDJOEWAL BOEAT ANTERO


INDONESIA


PEROESAHAN


KAPERLOEAN BENGKEL ROTI dan KOEWEE


"HAP SENG"


SENEN 151 — TEL.4371 DUAKARTA


————————————
INI TEPOENG DIBIKIN
MENOEROET ATOERAN
KASEHATAN DARI BAHAN²
JANG TERPILIH PALING BAIK
DAN TERDAPET DALEM
KAPOELOAN INDONESIA
———————————— ————————————————————————————————

30