Serat Wedaraga

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Pendahuluan[sunting]

Serat Weda Raga kalau diartikan secara lebih mudahnya adalah sebuah petuah untuk kebaikan atau petuah tentang hal hal yang berkaitan dengan kebaikan badani kita…kemudian karya sastra ini dikarang oleh R. Ng. Ronggowarsito.

Isi[sunting]

Di iramakan dengan irama Gambuh

1. Mangkene patrapipun; Wiwit anem amandenga laku; Ngengurangi pangan turu sawatawis; Amekak hawa nepsu; Dhasarana andhap asor

"Kalau berkeinginan menghargai diri anda sendiri lakukanlah perbuatan ini. Sedari usia muda harus senang untuk belajar, mengurangi rasa malas dan sombong (merasa paling hebat), menahan hawa napsu dan selalu berlaku menghormati orang lain"

2. Akanthi awas emut; Aja tingal weweka ing kalbu; Mituhua wewaruh kang makolehi; Den taberi anggeguru, aja isin tetakon

"Selalu mawas diri (sadar) dan ingat kepada segala sesuatu hal yang membawa manfaat bagi orang lain, jangan sekali kali meninggalkan kesadaran hati nurani kita. Menurutlah pada ajaran ajaran yang mengandung nilai nilai kebenaran, kemudian kalau sedang menimba ilmu jangan segan segan untuk bertanya sampai kita benar benar mengerti"

3. Wong amarsudi kaweruh; Tetirona ing reh kang rahayu; Aja kesed sungkanan sabarang kardi; Sakadare anggenipun; Nimpeni kagunganing wong

"Kalau anda sedang menuntut ilmu (belajar), belajarlah dengan meniru hal-hal kebaikan yang membawa manfaat kepada orang lain, jangan malas dan merasa malu dalam menjalankannya, jangan hanya dibuat ala kadarnya saja, dalam menimba ilmu kepada orang lain harus bersungguh sungguh"

4. Tinimbang lan angenganggur; Boya becik ipil-ipil kaweruh; Angger datan ewan panasaten sayekti; Kawignyane wuwuh-wuwuh; Wekasan kasub kinaot

"Selalu menimbang dan tidak membesar besarkan permasalahan, dan sangatlah baik untuk selalu menambah pengetahuan walau itu cuman sedikit sedikit, selama tidak melupakan kewajiban keilmuan utama yang kita pelajari, hal ini akan meningkatkan kemampuan kita, sehingga kita mendapatkan kepercayaan untuk dipercayai oleh banyak orang"

5. Lamun wus sarwa putus; Kapinteran sinimpen ing pungkur; Bodhonira katakokna ing ngarsa yekti; Gampang traping tindak tanduk; Amawas pambekaning wong

"Jika sudah menguasai ilmu pengetahuan tersebut, janganlah berlaku sombong dan tinggi hati atau meremehkan orang lain, selalu bertanyalah kepada maksud dari perkataan lawan bicara supaya tidak terjadi permasalahan persepsi pemahaman ketika berkomunikasi, sehingga kita mudah untuk bergaul dengan orang lain, dan dapat segera melihat situasi dalam pergaulan”