Sajak untuk Bungbung

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Tiap tengah malam hujan mendarat
pada atap anak yang mimpi
Tentang seorang pilot, tanpa pesawat
di atas sawah dan pagi hari

Cemas itu, nak, memang telah jadi umum
dan akan sampai pula kemari
Nah rapikan rambutmu sebelum kucium
dengan tangkai daun yang lama mati