Mirat Muda, Chairil Muda

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Dialah, Miratlah, ketika mereka rebah,

menatap lama ke dalam pandangnya

coba memisah mata yang menantang

yang satu tajam dan jujur yang sebelah.



Ketawa diadukannya giginya pada mulut Chairil;

dan bertanya: Adakah, adakah

kau selalu mesra dan aku bagimu indah?

Mirat raba urut Chairil, raba dada

Dan tahulah dia kini, bisa katakan

dan tunjukkan dengan pasti di mana

menghidup jiwa, menghembus nyawa

Liang jiwa-nyawa saling berganti.

Dia rapatkan



Dirinya pada Chairil makin sehati;

hilang secepuh segan, hilang secepuh cemas

Hiduplah Mirat dan Chairil dengan dera,

menuntut tinggi tidak setapak berjarak

dengan mati



di pegunungan 1943

PD-icon.svg Karya ini berada pada domain publik di Indonesia karena penciptanya telah meninggal dunia lebih dari 70 tahun yang lalu atau dipublikasikan pertama kali lebih dari 50 tahun yang lalu. Masa berlaku hak cipta atas karya ini telah berakhir. (Bab IX UU No. 28 Tahun 2014) Flag of Indonesia.svg