Mezbah

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Mezbah ini sebuah kota
yang tak menyebutkan namanya
seperti kamar mayat
sementara

Tak ada tempat yang lapang
hanya seseorang bilang,
"kita berkabung, maka kita ada."

Malam pun menemui kurban
di hamparan. cahaya warna kusta
dan plaza jadi dingin, ketika ajal
memandang

ke paras pertama. ada angin dan api lampu.
Wajah itu pun hanya putih, seakan puru,
dan mungkin maut
tak akan tahu mengapa ruang

dan dinding bergeming, mengapa
lorong ini tak melepas dosa
mengapa yang padam
tak ditinggalkan