Langit Kelabu Di Atas Mekah/Pendahuluan

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
***************************************

P e n d a h u l u a n


Negara Etiopia atau dahulu dinamakan juga Abesinia pada waktu yang akhir-akhir ini ramai sekali dibicarakan orang. Baik dalam surat-surat kabar atau di layar T.V. Tetapi yang diramaikan itu ialah sesuatu berita yang kurang enak.

Negara itu sedang dilanda bahaya kelaparan yang amat hebat. Ratusan orang yang mati kelaparan setiap harinya. dan ribuan malahan puluhan ribuan rakyat negara itu yang mengungsi ke negara lain. Untuk menyambung hidup, mendapat sesuap makanan.

Banyak negara-negara di seluruh dunia ter gugah mendengar berita itu. Lalu datanglah bantuan dari seluruh pelosok dunia, berupa bahan makanan, obat-obat, pakaian, selimut, d.l.l dan celakanya pula ada saja tokoh-tokoh pejabat di negeri itu yang dalam kesempitan mencari kesempatan. Bahan-bahan bantuan itu di selundupkan ke pasar-pasar gelap. Dan kemudian dibeli kembali dengan harga yang sudah berlipat ganda.

Sedang kaum pengungsi terus mengalir keluar negaranya. Ratusan kilo meter ditempuh dengan berjalan kaki. Anak-anak, perempuan-perempuan, orang-orang tua dengan tubuh lemah dan lesu, perut buncit dan mana yang tak tahan roboh menemui ajalnya. Bukan main pahitnya penderitaan rakyat Abeinia itu sekarang. Entah bila akan ber akhirnya. Dan tambah hebat lagi peperangan terjadi pula diperbatasan negara itu. Menambahkan kesengsaraan rakyat yang sudah memuncak.

Ethiopia atau Abesinia itu sebuah kerajaan nama kepala pemerintahannya Negus. Ibu kotanya bernama Addis Ababa. Tetapi dulu bukan itu.

Namun beberapa abad yang silam negara itu ialah sebuah kerajaan yang makmur dan kuat. Malahan ketika agama Islam mulai berkembang ke negara itulah kaum Muslimin mengungsi melindungkan diri dari ancaman kaum Quraisy yang selalu menjadi musuh nomor satu dari kaum Islam.

Tetapi pula pada satu masa seorang Gubernur dari kerajaan Abenesia itu yang bernama Abrahah pernah menyerang Mekah dengan tujuan tunggal : untuk meruntuh kaabah. Abrahah dengan pasukan bergajah ke MEkah itulah Nabi Muhammad s.a.w. lahir. Kisah ini akan dapat dibaca dalam sebuah buku karangan penulis ini juga yang ber judul: ' Pasukan Gajah '.

Dan kisah yang akan di suguhkan ini ialah sebuah kisah tatkala kaum Muslimin mengungsi ke Abesenia minta suaka kepada Negus.

Padang, 14 Pebruari 1985.

Pengarang

.//.