Dari Citra Manusia Dalam Puisi Indonesia Modern 1920-1960
Tinggallah aku jauh terpencil, senantiasa mengharap sari asmara, tak bosan berdoa kepada Tuhan. (Pujangga Baru, III/1, Juli 1935)
Tinggallah aku jauh terpencil, senantiasa mengharap sari asmara, tak bosan berdoa kepada Tuhan.