Kredo Lyon II

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Logo Wikipedia
Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Kredo Lyon II.

Credo Lyon II dalam Bahasa Latin[sunting]

(Professio generalis)

Credimus sanctam Trinitatem, Patrem et Filium et Spiritum Sanctum, unum Deum omnipotentem totamque in Trinitate deitatem, coessentialem et consubstantialem, coaeternam, et coomnipotentem, unius voluntatis, potestatis et maiestatis, creatorem omnium creaturarum, a quo omnia, in quo omnia, per quem omnia, quae sunt in caelo et in terra, visibilia, invisibilia, corporalia et spiritualia. Credimus singulam quamque in Trinitate personam unum verum Deum, plenum et perfectum.

Credimus ipsum Filium Dei, Verbum Dei, aeternaliter natum de Patre, consubstantialem, coomnipotentem et aequalem per omnia Patri in divinitate, temporaliter natum de Spiritu Sancto et Maria semper Virgine, cum anima rationali; duas habentem nativitates, unam ex Patre nativitatem aeternam, alteram ex matre temporalem: Deum verum et hominem verum, proprium in utraque natura atque perfectum, non adoptivum, nec phantasticum, sed unum et unicum Filium Dei, in duabus et ex duabus naturis, divina scilicet et humana, in unius personae singularitate, impassibilem et immortalem divinitate, sed in humanitate pro nobis et salute nostra passum vera carnis passione, mortuum et sepultum, et descendisse ad inferos, ac tertia die resurrexisse a mortuis vera carnis resurrectione, die quadragesima post resurrectionem cum carne, qua resurrexit, et anima ascendisse in caelum et sedere ad dextram Dei Patris, inde venturum iudicare vivos et mortuos, et redditurum unicuique secundum opera sua, sive bona fuerint sive mala.

Credimus et Spiritum Sanctum, plenum et perfectum verumque Deum ex Patre Filioque procedentem, coaequalem et consubstantialem et coomnipotentem et coaeternum per omnia Patri et Filio. Credimus hanc sanctam Trinitatem non tres Deos, sed unicum Deum omnipotentem, aeternum et invisibilem et incommutabilem.

Credimus sanctam catholicam et apostolicam unam esse veram Ecclesiam, in qua unum datur sanctum baptisma et vera omnium remissio peccatorum. Credimus etiam veram resurrectionem huius carnis, quam nunc gestamus, et vitam aeternam. Credimus etiam Novi et Veteris Testamenti, Legis, ac Prophetarum et Apostolorum, unum esse auctorem Deum ac Dominum omnipotentem.

(Additio specialis contra errores Orientalium)

Haec est vera fides catholica, et hanc in supradictis articulis tenet et praedicat sacrosancta Romana Ecclesia. Sed propter diversos errores, a quibusdam ex ignorantia et ab aliis ex malitia introductos, dicit et praedicat: Eos, qui post baptismum in peccata labuntur, non rebaptizandos, sed per veram paenitentiam suorum consequi veniam peccatorum.

(De sorte defunctorum)

Quod si vere paenitentes in caritate decesserint, antequam dignis paenitentiae fructibus de commissis satisfecerint et omissis: eorum animas poenis purgatoriis seu catharteriis, sicut nobis frater Iohannes (Parastron O. F. M.) explanavit, post mortem purgari: et ad poenas huiusmodi relevandas prodesse eis fidelium vivorum suffragia, Missarum scilicet sacrificia, orationes et eleemosynas et alia pietatis officia, quae a fidelibus pro aliis fidelibus fieri consueverunt secundum Ecclesiae instituta.

Illorum autem animas, qui post sacrum baptisma susceptum nullam omnino peccati maculam incurrerunt, illas etiam, quae post contractam peccati maculam, vel in suis manentes corporibus, vel eisdem exutae, prout superius dictum est, sunt purgatae, mox in caelum recipi.

Illorum autem animas, qui in mortali peccato vel cum solo originali decedunt, mox in infernum descendere, poenis tamen disparibus puniendas.

Eadem sacrosancta Ecclesia Romana firmiter credit et firmiter asseverat, quod nihilominus in die iudicii omnes homines ante tribunal Christi cum suis corporibus comparebunt, reddituri de propriis factis rationem.

Tenet etiam et docet eadem sancta Romana Ecclesia, septem esse ecclesiastica sacramenta, unum scilicet baptisma, de quo dictum est supra; aliud est sacramentum confirmationis, quod per manuum impositionem episcopi conferunt, chrismando renatos; aliud est paenitentia, aliud Eucharistia, aliud sacramentum ordinis, aliud est matrimonium, aliud extrema unctio, quae secundum doctrinam beati Iacobi infirmantibus adhibetur. Sacramentum Eucharistiae ex azymo conficit eadem Romana Ecclesia, tenens et docens, quod in ipso sacramento panis vere transsubstantiatur in corpus et vinum in sanguinem Domini nostri Iesu Christi. De matrimonio vero tenet, quod nec unus vir plures uxores simul, nec una mulier permittitur habere plures viros. Soluto vero legitimo matrimonio per mortem coniugum alterius, secundas et tertias deinde nuptias successive licitas esse dicit, si impedimentum canonicum aliud ex causa aliqua non obsistat.

Ipsa quoque sancta Romana Ecclesia summum et plenum primatum et principatum super universam Ecclesiam catholicam obtinet; quem se ab ipso Domino in beato Petro Apostolorum principe sive vertice, cuius Romanus Pontifex est successor, cum potestatis plenitudine recepisse veraciter et humiliter recognoscit. Et sicut prae ceteris tenetur fidei veritatem defendere: sic et si quae de fide subortae fuerint quaestiones, suo debent iudicio definiri. Ad quam potest gravatus quilibet super negotiis ad ecclesiasticum forum pertinentibus appellare: et in omnibus causis ad examen ecclesiasticum spectantibus ad ipsius potest iudicium recurri: et eidem omnes ecclesiae sunt subiectae, ipsarum praelati oboedientiam et reverentiam sibi dant. Ad hanc autem sic potestatis plenitudo consistit, quod ecclesias ceteras ad sollicitudinis partem admittit; quarum multas et patriarchales praecipue diversis privilegiis eadem Romana Ecclesia honoravit, sua tamen observata praerogativa tum in generalibus conciliis, tum in aliquibus aliis semper salva.


Credo Lyon II dalam Bahasa Indonesia[sunting]

(Pengakuan umum)

Kami percaya akan Tritunggal Kudus, Bapa dan Putera dan Roh Kudus, satu Allah mahakuasa yang seluruhnya dalam ke-Allahan Tritunggal, sama pokoknya dan sama hakikatnya, sama kekal, dan sama mahakuasa, satu kehendak, kekuasaan dan keagungan, pencipta segala yang diciptakan, semua dari Dia, semua dalam Dia, semua oleh Dia, menjadi ada di langit dan di bumi, yang terlihat, yang tidak terlihat, jasmani dan rohani. Kami percaya bahwa setiap pribadi dalam Tritunggal adalah sungguh satu Allah, utuh dan sempurna.

Kami percaya akan Putera Allah, Sabda Allah, selamanya lahir dari Bapa, sama hakikatnya, sama mahakuasa dan dalam segalanya setara Bapa dalam ke-Allahan, dalam waktu lahir dari Roh Kudus dan Maria tetap Perawan, dengan jiwa berakal; memiliki dua kelahiran, yang pertama lahir dari Bapa dalam kekekalan, yang kedua lahir dari ibu dalam waktu: sungguh Allah dan sungguh manusia, nyata dan sempurna dalam kedua kodrat; bukan diangkat, bukan khayalan, Putera Allah yang satu dan tunggal, dari kedua dan dalam kedua kodrat, yaitu ke-Allahan dan kemanusiaan, menyatu dalam satu pribadi, kebal sengsara dan kebal mati dalam ke-Allahan-Nya, tetapi dalam kemanusiaan-Nya untuk kita dan untuk keselamatan kita sungguh menderita sengsara badan, mati dan dikuburkan, dan turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari kematian dengan tubuh yang sungguh bangkit, empatpuluh hari setelah kebangkitan dengan tubuh, yang bangkit, dan jiwa naik ke surga dan duduk di sisi kanan Allah Bapa, dari situ akan datang mengadili yang hidup dan yang mati, memberikan masing-masing menurut pekerjaannya, yang baik ataupun yang jahat.

Kami juga percaya akan Roh Kudus, Allah yang sungguh utuh dan sempurna yang keluar dari Bapa dan Putera, sama derajatnya dan sama hakikatnya dan sama mahakuasa dan sama kekal dalam segalanya dengan Bapa dan Putera. Kami percaya bahwa Tritunggal Kudus ini bukan tiga Allah, tetapi satu-satunya Allah mahakuasa, kekal dan tidak terlihat dan tidak berubah.

Kami percaya akan satu-satunya Gereja yang sungguh kudus katolik dan apostolik, yang memberikan satu pembaptisan kudus dan benar-benar pengampunan segala dosa.

Kami percaya juga akan kebangkitan sesungguhnya badan ini, yang sekarang dikenakan, dan kehidupan kekal. Kami percaya juga bahwa Allah Tuhan mahakuasa adalah satu-satunya pengarang Perjanjian Baru dan (Perjanjian) Lama, Hukum (Taurat), (Kitab) para Nabi dan para Rasul.

(Tambahan khusus melawan kesalahan-kesalahan Gereja Timur)

Inilah sesungguhnya iman katolik, dan sebagaimana diungkapkan tulisan di atas dijaga dan diajarkan Gereja Romawi terkudus. Tetapi karena beraneka kesalahan, yang ditimbulkan dari ketidaktahuan dan yang lain ditimbulkan dari kebencian, (Gereja) berkata dan mengajarkan: Mereka, yang setelah pembaptisan jatuh dalam dosa, tidak (boleh) dibaptis ulang, tetapi (bisa) mendapatkan pengampunan karena penyesalan sungguh.

(Mengenai keadaan orang mati)

Tetapi jika sungguh menyesal (dan) meninggal dalam kasih, sebelum dipuaskan (dengan) buah yang layak dari penyesalan atas perbuatan dan kelalaian: jiwa mereka dihukum dengan penyucian atau pemurnian dengan penyucian setelah kematian, sebagaimana diterangkan saudara Yohanes (Parastron OFM) kepada kami: dan untuk meringankan hukuman ini tindakan umat beriman yang (masih) hidup berguna bagi mereka, yaitu kurban Misa, doa dan derma dan pekerjaan saleh lain, yang dilakukan umat beriman untuk umat beriman lainnya menurut aturan Gereja.

Demikian juga dengan jiwa-jiwa, yang setelah menerima pembaptisan kudus tidak membuat noda dosa apapun, demikian juga, yang setelah memutuskan ikatan noda dosa, baik ketika masih tinggal dalam tubuhnya, juga jika sudah lepas daripadanya, sebagaimana diungkapkan di atas, menjadi bersih, segera diterima di surga.

Demikian juga dengan jiwa-jiwa, yang meninggal dalam dosa mematikan atau hanya dosa asal, segera turun ke neraka, dihukum dengan hukuman berbeda-beda.

Gereja Romawi terkudus yang sama dengan teguh mempercayai dan dengan teguh menegaskan, meskipun demikian pada hari pengadilan seluruh manusia akan hadir di depan takhta pengadilan Kristus dengan tubuh mereka, memberikan balasan berdasarkan yang telah dilakukan masing-masing.

Gereja Romawi kudus yang sama juga menjaga dan mengajarkan, bahwa ada tujuh sakramen Gereja, (yang) kesatu yaitu pembaptisan, sebagaimana telah diungkapkan di atas; yang lain adalah sakramen krisma, yang diberikan uskup dengan menumpangkan tangan, sambil mengurapi yang dilahirkan kembali; lainnya adalah pengampunan, lainnya (adalah) Ekaristi, lainnya (adalah) sakramen imamat, lainnya adalah perkawinan, lainnya (adalah) pengurapan orang sakit, yang menurut ajaran Yakobus yang terberkati diberikan kepada orang sakit. Gereja Romawi yang sama mempersembahkan sakramen Ekaristi dengan roti tidak beragi, (dia) menjaga dan mengajarkan, bahwa dalam sakramen ini roti sungguh berubah hakikat menjadi tubuh dan anggur menjadi darah Tuhan kita Yesus Kristus. Mengenai perkawinan sunguh-sunguh dijaga, bahwa tidak boleh satu laki-laki memiliki beberapa istri pada waktu bersamaan, tidak juga diizinkan satu perempuan memiliki beberapa suami. Pernikahan yang sah sungguh-sungguh dilepaskan karena kematian salah satu dari pasangan, pernikahan kedua dan ketiga berikutnya dinyatakan berturut-turut sah, jika halangan kanonik lain dan sebab lain tidak menghalangi.

Gereja Romawi kudus juga memegang kehormatan dan kekuasaan tertinggi dan utuh atas seluruh Gereja Katolik; yang mengakui sungguh-sungguh dan rendah hati telah menerima kepenuhan kekuasaan dari Tuhan sendiri kepada Petrus yang terberkati, pemimpin atau kepala para Rasul, yang penggantinya adalah Imam Agung Romawi. Dan sebagaimana sebelumnya (Gereja Romawi) berkewajiban membela kebenaran iman: demikian juga jika muncul pertanyaan mengenai iman, harus diputuskan oleh pengadilannya. Siapapun yang dalam keadaan tertuduh atas putusan musyawarah Gereja dapat naik banding kepadanya: dan pada semua perkara dalam hal penyelidikan Gereja, jalan lain dapat diputuskan pengadilannya: dan padanya semua Gereja tunduk, para prelatnya patuh dan hormat kepadanya. Kepenuhan kekuasaannya begitu teguh, sehingga dia menerima Gereja-Gereja lain untuk berbagi dalam perhatiannya; mereka dan khususnya patriarkhat dengan beraneka kehormatan menghormati Gereja Romawi yang sama, keistimewaannya selalu dijalankan dan dijaga baik dalam konsili umum, maupun dalam keadaan lain.