Kitab Undang-Undang Hukum Perdata/Buku Kedua

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

BUKU KEDUA
BARANG


BAB I
BARANG DAN PEMBAGIANNYA


Bagian Kesatu
Barang pada Umumnya


Pasal 499
Menurut Undang-undang, barang adalah tiap benda dan tiap hak yang dapat menjadi obyek dari hak milik.

Pasal 500
Segala sesuatu yang termasuk dalam suatu barang karena hukum perlekatan, begitu pula segala hasilnya, baik hasil alam, maupun hasil usaha kerajinan, selama melekat pada dahan atau akarnya, atau terpaut pada tanah, adalah bagian dan barang itu.

Pasal 501
Buah-buah perdata harus dipandang sebagai bagian dari suatu barang selama buah-buah perdata itu belum dapat ditagih, tanpa mengurangi ketentuan-ketentuan khusus dalam perundang-undangan dan perjanjian-perjanjian.

Pasal 502
Hasil alami adalah:
  1. segala sesuatu yang dihasilkan oleh tanah sendiri;
  2. segala sesuatu yang dihasilkan atau dilahirkan oleh binatang-binatang.
    Hasil kerajinan yang diambil dari tanah adalah segala sesuatu yang diperoleh dari pengolahan tanah. Buah-buah perdata adalah uang sewa dan uang iuran usaha (pacht penningen), bunga dari sejumlah uang dan bunga-bunga yang harus dibayar.
Halaman:KUHPerdata.pdf/107 Halaman:KUHPerdata.pdf/108 Halaman:KUHPerdata.pdf/109 Halaman:KUHPerdata.pdf/110 Halaman:KUHPerdata.pdf/111 Halaman:KUHPerdata.pdf/112 Halaman:KUHPerdata.pdf/113 Halaman:KUHPerdata.pdf/114 Halaman:KUHPerdata.pdf/115 Halaman:KUHPerdata.pdf/116 Halaman:KUHPerdata.pdf/117 Halaman:KUHPerdata.pdf/118 Halaman:KUHPerdata.pdf/119 Halaman:KUHPerdata.pdf/120 Halaman:KUHPerdata.pdf/121 Halaman:KUHPerdata.pdf/122 Halaman:KUHPerdata.pdf/123 Halaman:KUHPerdata.pdf/124 Halaman:KUHPerdata.pdf/125 Halaman:KUHPerdata.pdf/126 Halaman:KUHPerdata.pdf/127 Halaman:KUHPerdata.pdf/128 Halaman:KUHPerdata.pdf/129 Halaman:KUHPerdata.pdf/130 Halaman:KUHPerdata.pdf/131 Halaman:KUHPerdata.pdf/132 Halaman:KUHPerdata.pdf/133 Halaman:KUHPerdata.pdf/134 Halaman:KUHPerdata.pdf/135 Halaman:KUHPerdata.pdf/136 Halaman:KUHPerdata.pdf/137 Halaman:KUHPerdata.pdf/138 Halaman:KUHPerdata.pdf/139 Halaman:KUHPerdata.pdf/140 Halaman:KUHPerdata.pdf/141 Halaman:KUHPerdata.pdf/142 Halaman:KUHPerdata.pdf/143 Halaman:KUHPerdata.pdf/144 Halaman:KUHPerdata.pdf/145 Halaman:KUHPerdata.pdf/146 Halaman:KUHPerdata.pdf/147 Halaman:KUHPerdata.pdf/148 Halaman:KUHPerdata.pdf/149 Halaman:KUHPerdata.pdf/150 Halaman:KUHPerdata.pdf/151 Halaman:KUHPerdata.pdf/152 Halaman:KUHPerdata.pdf/153 Halaman:KUHPerdata.pdf/154 Halaman:KUHPerdata.pdf/155 Halaman:KUHPerdata.pdf/156 Halaman:KUHPerdata.pdf/157 Halaman:KUHPerdata.pdf/158 Halaman:KUHPerdata.pdf/159 Halaman:KUHPerdata.pdf/160 Halaman:KUHPerdata.pdf/161 Halaman:KUHPerdata.pdf/162 Halaman:KUHPerdata.pdf/163 Halaman:KUHPerdata.pdf/164 Halaman:KUHPerdata.pdf/165 Halaman:KUHPerdata.pdf/166 Halaman:KUHPerdata.pdf/167 Halaman:KUHPerdata.pdf/168 Halaman:KUHPerdata.pdf/169 Halaman:KUHPerdata.pdf/170 Halaman:KUHPerdata.pdf/171 Halaman:KUHPerdata.pdf/172 Halaman:KUHPerdata.pdf/173 Halaman:KUHPerdata.pdf/174 Halaman:KUHPerdata.pdf/175 Halaman:KUHPerdata.pdf/176 Halaman:KUHPerdata.pdf/177 Halaman:KUHPerdata.pdf/178 Halaman:KUHPerdata.pdf/179 Halaman:KUHPerdata.pdf/180 Halaman:KUHPerdata.pdf/181 Halaman:KUHPerdata.pdf/182 Halaman:KUHPerdata.pdf/183 Halaman:KUHPerdata.pdf/184 Halaman:KUHPerdata.pdf/185 Halaman:KUHPerdata.pdf/186 Halaman:KUHPerdata.pdf/187 Halaman:KUHPerdata.pdf/188 Halaman:KUHPerdata.pdf/189 Halaman:KUHPerdata.pdf/190 Halaman:KUHPerdata.pdf/191 Halaman:KUHPerdata.pdf/192 Halaman:KUHPerdata.pdf/193 Halaman:KUHPerdata.pdf/194 Halaman:KUHPerdata.pdf/195 Halaman:KUHPerdata.pdf/196 Halaman:KUHPerdata.pdf/197 Halaman:KUHPerdata.pdf/198 Halaman:KUHPerdata.pdf/199 Halaman:KUHPerdata.pdf/200 Halaman:KUHPerdata.pdf/201 Halaman:KUHPerdata.pdf/202 Halaman:KUHPerdata.pdf/203 Halaman:KUHPerdata.pdf/204 Halaman:KUHPerdata.pdf/205 Halaman:KUHPerdata.pdf/206 Halaman:KUHPerdata.pdf/207 Halaman:KUHPerdata.pdf/208 Halaman:KUHPerdata.pdf/209 Halaman:KUHPerdata.pdf/210 Halaman:KUHPerdata.pdf/211 Halaman:KUHPerdata.pdf/212 Halaman:KUHPerdata.pdf/213 Halaman:KUHPerdata.pdf/214 Halaman:KUHPerdata.pdf/215 Halaman:KUHPerdata.pdf/216 Halaman:KUHPerdata.pdf/217 Halaman:KUHPerdata.pdf/218 Halaman:KUHPerdata.pdf/219 Halaman:KUHPerdata.pdf/220 Halaman:KUHPerdata.pdf/221 Halaman:KUHPerdata.pdf/222
Para juru simpan atas biaya mereka, harus mengadakan jaminan untuk menambah kepastian bagi umum, memberikan suatu penanggungan utang, yang besarnya dan cara mengadakannya diatur oleh pemerintah.

Pasal 1230
Lamanya waktu pertanggungjawaban yang dibebankan kepada para juru simpan hipotek dalam Pasal 1225, ditentukan sepuluh tahun untuk kelalaian-kelalaian termaksud pada nomor 1° dan 3° pasal itu, terhitung dari hari diajukannya permohonan formalitas-formalitas menurut undang-undang oleh mereka yang berkepentingan, dan untuk kelalaian-kelalaian termaksud pada nomor 2° pasal itu juga, terhitung dari hari diberikannya surat pernyataan yang bersangkutan.

Pasal 1231
Bentuk daftar-daftar, cara pembukuan, pajak-pajak yang akan dipungut oleh negara, gaji para juru simpan, hukum-hukuman disiplin, kewajiban-kewajiban lain yang dibebankan kepada pegawai-pegawai tersebut, dan apa saja yang disyaratkan untuk lengkapnya pelaksanaan peraturan tentang pengumuman peralihan hak milik dan hipotek, yang ditetapkan dengan ketentuan-ketentuan undang-undang, harus diatur oleh pemerintah, setelah meminta nasihat Mahkamah Agung.

Pasal 1232
Pengawasan atas para juru simpan hipotek ditugaskan kepada Pengadilan Negeri, di bawah pengawasan tertinggi Mahkamah Agung. Cara melaksanakan pengawasan ini juga harus diatur pemerintah setelah mendengar nasihat Mahkamah Agung.