Dari Citra Manusia Dalam Puisi Indonesia Modern 1920-1960
Kepergiannya tanpa saksi biar dinding si tua ini terlukis sebuah wajah pucat tanpa nama tanah kering sekeliling daun dan bunga berguguran Ah jendela setua ini sudah lama tak bicara lagi (Nafiri, 1983)
Kepergiannya tanpa saksi biar dinding si tua ini terlukis sebuah wajah pucat tanpa nama tanah kering sekeliling daun dan bunga berguguran Ah jendela setua ini sudah lama tak bicara lagi