In Event of Moon Disaster

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Bahasa Indonesia[sunting]

Ke : H. R. Haldeman 18 Juli 1969.
Dari : Bill Safire

APABILA TERJADI MUSIBAH DI BULAN:

Sudah suratan takdir mereka yang pergi dengan damai ke Bulan akan beristirahat dengan damai di Bulan.

Para pemberani, Neil Armstrong dan Edwin Aldrin, menyadari tiada harapan bagi mereka untuk pulang. Mereka juga menyadari pengorbanan mereka memberi harapan bagi umat manusia.

Dua sosok ini mengorbankan jiwa dan raga demi tujuan mulia umat manusia: mencari kebenaran dan pengetahuan.

Mereka akan dikenang oleh keluarga dan sahabatnya; mereka akan dikenang oleh bangsanya; mereka akan dikenang oleh seluruh umat manusia; mereka akan dikenang oleh Ibu Bumi yang mengutus dua putranya ke alam yang tak terjamah.

Melalui perjalanannya, mereka menyatukan semua bangsa di dunia; melalui pengorbanannya, mereka mengikat lebih erat tali persaudaraan manusia.

Dulu, kita menatap langit dan menjadikan rasi bintang sebagai pahlawan kita. Tidak banyak yang berubah. Kini, sang pahlawan berwujud sama seperti kita.

Pengarung lain akan mengikuti jejaknya dan pulang dengan selamat. Petualangan manusia tiada hentinya. Ketiga sosok ini tetaplah yang pertama, dan akan selalu kita ingat sepanjang masa.

Setiap insan yang melihat Bulan setelah ini akan tahu nun jauh di sana ada tempat milik kita bersama.


MENJELANG PERNYATAAN PRESIDEN:

Presiden akan menelepon setiap istri yang akan ditinggalkan.


USAI PERNYATAAN PRESIDEN, KETIKA NASA MEMUTUS KONTAK DENGAN PARA ASTRONAUT:

Seorang pendeta akan memimpin misa yang sama seperti penguburan di laut, melepaskan arwah mereka ke "alam yang terdalam," menutup misa dengan Doa Bapa Kami.

Bahasa Inggris[sunting]

To : H. R. Haldeman July 18, 1969.
From : Bill Safire

IN EVENT OF MOON DISASTER:

Fate has ordained that the men who went to the moon to explore in peace will stay on the moon to rest in peace.

These brave men, Neil Armstrong and Edwin Aldrin, know that there is no hope for their recovery. But they also know that there is hope for mankind in their sacrifice.

These two men are laying down their lives in mankind's most noble goal: the search for truth and understanding.

They will be mourned by their families and friends; they will be mourned by their nation; they will be mourned by the people of the world; they will be mourned by a Mother Earth that dared send two of her sons into the unknown.

In their exploration, they stirred the people of the world to feel as one; in their sacrifice, they bind more tightly the brotherhood of man.

In ancient days, men looked at stars and saw their heroes in the constellations. In modern times, we do much the same, but our heroes are epic men of flesh and blood.

-2-

Others will follow, and surely find their way home. Man's search will not be denied. But these men were the first, and they will remain the foremost in our hearts.

For every human being who looks up at the moon in the nights to come will know that there is some corner of another world that is forever mankind.


PRIOR TO THE PRESIDENT'S STATEMENT:

The President should telephone each of the widows-to-be.


AFTER THE PRESIDENT'S STATEMENT, AT THE POINT WHEN NASA ENDS COMMUNICATIONS WITH THE MEN:

A clergyman should adopt the same procedure as a burial at sea, commending their souls to "the deepest of the deep," concluding with the Lord's Prayer.


PD-icon.svg Karya ini tergolong domain publik di Amerika Serikat karena karya ini dibuat oleh pemerintah federal Amerika Serikat (lihat 17 U.S.C. 105). Great Seal of the United States (obverse).svg