Dari Citra Manusia Dalam Puisi Indonesia Modern 1920-1960
Sungguh hidup lebih keamanan diri melarutkan dirinya di malam-malam sepi mendengungkan nada tiba di dunianya (Pesta, 1956)
Sungguh hidup lebih keamanan diri melarutkan dirinya di malam-malam sepi mendengungkan nada tiba di dunianya