Lompat ke isi

Halaman:Tugas Rahasia.pdf/16

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

„Djangan bantah dulu, Rob! Sebenarnja tidak terlalu rumit. Sebagaimana telah kukatakan aku setjepat mungkin harus menghilang. Dan tjara jang paling sederhana dan paling aman untuk menghilang ini ialah dengan djalan mengganti identitet. Sampai saat ini aku mempunjai kesan sebagai warganegara Inggris jang terhormat. Tapi kalau lenjapnja permata² ini bersamaan dengan menghilangnja aku, maka warganegara Inggris jang terhormat itu sekaligus akan berubah mendjadi seorang pentjuri buruan pulisi. Disamping itu, salah satu tudjuanku ialah untuk sebisa-bisa menjelami atau bertjampur dengan golongan2 pendjahat di Trinidad ini”.

Doctor Deane mengangguk seraja katanja: „Aku mengerti sudah. Tapi kalau kita tertangkap sebelum permata itu dikirimkan, bagaimana?”

„Tentu sadja ini bukan hal jang menjenangkan, terutama bagimu sendiri. Tapi itu djangan kau terlalu risaukan. Sekarang aku mau ganti pakaian dulu. Tunggulah sebentar disini”.

Doctor Robert Deane masih berdiri seperti patung ketika pintu dibuka dengan perlahan-lahan dan Lynch berdiri disana sambil tersenjum.

Tapi Deane benar² terpesona. Lynch sekarang bukanlah lagi Lynch jang tadi. Orang jang beberapa menit jang lewat bersama-sama dan bertjakap-tjakap dengan dia, sekarang tampak berdiri dengan mengenakan pakaian jang biasa dipakai di daerah tropis, dengan sepatu tennis jang telah usang, kemedja jang sudah kumal dan tjelana jang lusuh dan kusut.

Tapi bukan pakaiannja sadja jang berubah. Wadjahnja sendiri tampak sangat berlainan sekalipun tidak nampak digunakannja make up jang menjolok. Senjumnja membajangkan kerendahan budi dan kekurang-adjaran. Dan dengan senjumnja itulah Lynch menghampiri doctor Deane.

„Maafkan Deane, sebenarnja aku tidak suka pemalsuan dan penjamaran sematjam ini. Tapi kali ini terpaksa dan memang perlu untuk kepentingan tugasku”.

Namun sebelum Deane mendjawab terdengar pintu diketuk orang. Setjepat kilat Lynch menjambar bungkusan permata jang masih ditangan Deane, dan tjukup dengan dua langkah jang pandjang tapi hati², dia sudah berdiri didekat pintu dan memberi isjarat pada Deane agar pintu dibukakan.

16