sini. Dari itoe akoe soedah ambil katetepan boewat menoenggoe sadja kadatengannja, dan di dalem ini doewa-tiga boelan akoe rasa moesti ada pergerakannja."
Tjoe-bo-kim-so Tam Tjoe Sian selama ia mendengerken marika berbitjara telah tetepken satoe kepastian, biar begimanapoen achirnja aken berakibat jang perkara ini haroes diberesken dengen djalan perklaian, dan ia sekarang soedah sampe di Peklauw-teng tida nanti ia aken berlaloe dengen begitoe sadja, sebaliknja ia ingin mentjoba pada marika oentoek mengetahoei sampe brapa tinggi marika poenja kepandean adanja.
Tam Tjoe Sian tida ajal lagi lantas ia melajangka atas tanah dari emperan jang ia tadi menggelantoeng, ia moendoer tiga tindak dari depan itoe djendela karnar ; bikin ringkes saloeroeh pakeannja, sambil menggoenaken ilmoe Khi-koan-tan-thia bikin djedjek besihnja dan pasang rendah badannja; kadoewa telapakan tangannja dihadepken ka depan dada, sambil menggoenaken kakoewatan jang berada dalem saloeroeh toeboehnja, kadoewa tangan itoe berbareng digeraken ka depan saheibat-heibatnja.Pergerakan demikian sekalipoen memoekoel kosong,tapi geterannja telah berakibat jang itoe djendela bergerak sebagi tertioep oleh angin jang sanget santer dan Seantero kertas jang tertempel di saloeroeh djendela-djendela poen telah terlepas dan pada sobek.
Saking kerasnja itoe angin jang telah menerobos masoek ka dalem djendela meliwatin kertas-kertas jang soedah robek, djoestroe di belakang itoe djendela memang ada satoe medja patsian di kiri-kanannja itoe medja ada doewa krosi dan dengen kabetoelan di atas doewa korsi toe ada berdoedoek itoe doewa Enghiong; jang satoe jaitoe Penjamoen Besar dari Daerah Soe-tjoan Tjio In Teng dan jang