Nanti aku ke kommissaris Dahlan, tentang berita penjiaran potretmu, dan tentang keleluasaanmu dengan Manuel memasuki bank!”
Setelah membetulkan letak dasi, saja, Haris dan Manuel kekantor polisi. Sebentar sadja disana. Ditangan saja ada selebaran tentang perampok bank dengan potretnja.
Segera djuga saja pulang dan tak keluar rumah, takut tertangkap polisi. Hal ini agar tidak menimbulkan ketjurigaan dikalangan pendjahat² jang akan kami tangkap.
Pagihari itu, saja dan Manuel dengan mobil Haris dan setjara bersembunji-sembunji sampai dikantor polisi, langsung menudju kommissaris Dahlan. Didalam kantornja itu saja dan Manuel berpakaian seragam polisi.
Djam 9 bersama-sama beberapa anggauta kepolisian sampailah saja, Haris dan Manuel, djuga kommissaris Dahlan pada „Bank of Hongkong & Overseas”, bekas perampokan jang dilakukan anggauta² pendjahat Han Ping Lok. Direktur bank ini meminta bantuan polisi untuk mendjaga bank.
Saja dan Manuel jang berpakaian seragam polisi dan membenamkan topi dalam² dengan tanda pangkat inspektur pada bahu kami berdua, bersama-sama kommissaris Dahlan dan Haris sampailah pada kantor bank itu, sebuah kantor jang ditingkat atas dengan pemandangan pada djalan besar. Kantor jang besar, lebar dan berbentuk modern serta bersih dan terang karena udara keluar masuk dengan bebas, disanalah kami ditemui direktur bank itu. Ruangan ini sudah pernah saja masuki dengan Haris ketika menanjakan serie-uang pada Chen Jie dulu.
Pada samping kantor ada sebuah kamar jang disediakan untuk menjimpan badju jang sekarang sudah tidak begitu terpakai lagi, sedang dibagian lain sebuah kluis (kamar dengan lemaribesi) jang besar dan tertutup. Dua orang inspektur ikut naik kekantor. Direktur itu turun sebentar karena Haris dan kommissaris Dahlan ingin melihat bagian agak bawah dari tangga. Setjepat-tjepatnja saja dan Manuel memasuki kamar tempat berpakaian jang didalamnja terdapat sebuah djas, dua djas hudjan dan almari kosong.