Jang ditjarinja pertama kali ialah alamat Renny. Sajanglah, kedatangannja diterima dengan sesal karena terdengar berita bahwa Renny telah bertunangan. Dia djadi bentji. Pada Iskandar mendendam, pada madjikannja djuga sedikit mendendam karena perintah jang diterimanja ke Singapore itu menjebabkan kegagalannja. Tetapi pada madjikannja itu dia tidak berani membantah, takut pada anakbuah madjikannja, serta uang jang diberikan padanja lebih dari tjukup. Itu sebabnja dia tidak membalas kebentjiannja pada simadjikan. Pada Renny dia masih tjinta, dan masih berusaha denga djalan apapun djuga akan menghalang-halangi Iskandar untuk terus kawin.
Tiba-tiba diterimanja perintah dari madjikannja: perampokan bank! Pada otaknja timbul pendapat jang djahat, ialah merentjanakan penangkapan pada Iskandar, Ini rentjananja sendiri.
Begitulah setelah perampokan, sedikit uang ditjetjerkan dirumah Iskandar jang menjebabkan penangkapan polisi terhadap Iskandar. Maksud Walter terlaksana, tetapi Haris menghalang-halangi rentjananja. Hal ini menjebabkan kemarahan Han Ping Lok, madjikannja. Tetapi madjikan ini tidak bisa berbuat apa², meskipun dia tahu bahwa pekerdjaan jang dilakukan Walter untuk membalas dendam karena tjinta itu bisa menjebabkan terbongkarnja rahasia itu. Menghukum Walter tidak berani, karena Walter sendiri mempunjai pengikut jang setia, termasuk Fadholie. Walter dan Han Ping Lok saling mendendam, tetapi saling tidak berani balas-membalas. Kedua-duanja takut kalau rahasianja terbongkar.
Atas usul Han Ping Lok, kepada Walter ditawarkan seorang pendjaga jang menjamar mendjadi pelajan, ialah Razak, pelajan jang ditempatkan untuk mengawasi gerak-gerik Renny. Itulah sebabnja pelajan ini selalu suka mengintip. Hal ini diketahui oleh Renny, pada pendapat saja dan pengakuan Renny pada Haris beberapa hari berselang, tetapi dia tidak berani karena diantjam kalau sampai membuka rahasia pendjaganja itu tentu njawa Iskandar melajang dan njawa saja sendiri ikut dikirim keneraka entah sorga.
65