Lompat ke isi

Halaman:Tjempaka Merah.pdf/34

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Kami berdua bertemu pada djalan bersimpang, dekat tepi laut. Tudjuan kami sekarang gudang Fadholie. Sebuah gudang jang agak besar, serta sebuah rumah sementara jang berdiri disampingnja. Selain rumah, djuga didjadikan kantor. Sebuah garage mobil didekat kantor itu tampak tertutup.

Manuel mendekati pintu. pintu garage. Beberapa saat dia memakai pisau dan alat² lain jang dibawanja dari rumah dan selalu ikut dengan dia mulai bekerdja. Pintu garage kemudian terbuka dengan tak bersuara.

Mobil biru!

Mobil itu terletak disana. Nomornja mudah dikenal : TT 8651! Manuel mendjaga pintu garage, barangkali ada orang masuk. Saja mulai memeriksa mobil. Dengan senter saja tjari kolong² bangku mobil. Tak ada apa² jang mentjurigakan. Tiba-tiba sinar senter mengenai udjung alas mobil jang terbuat dari karet itu. Persis dibawah setir mobil. Dibawah alas-dalam mobil menondjol sedikit kepompong peluru pistol. Dengan berhati-hati saja ambil dengan memakai saputangan. Kemudian saja tjari lainnja, tetapi tak ada lagi. Baik dalam tempat abu sekali, tak ada hal jang mentjurigakan.

Kini bagian luar chassis mobil. Ban mobil sebelah kanan, ban depan, tampak bekas darah memertjik. Hal ini saja ketahui, karena darah kalau melekat sukar dihilangkan, serta kebiasaan saja pada kepolisian dulu kalau memeriksa darah.

Beberapa lama kami dalam garage itu tak saja ketahui. Pendeknja usaha kami dipelabuhan itu berhasil, tinggal penangkapan jang harus dilakukan.

Malam itu kami pulang. Paginja membuat laporan kekantor Haris. Untunglah Haris ada dikantor.

„Harus tjepat-tjepat dilakukan, Niko! Biarlah terbengkalai sebentar pekerdjaanku dikota. Nanti malam, djam 10, harus sudah hadir didekat gudang. Aku bawa kawan lagi. Djangan lupa topengmu. Foto toestel, dan pistolmu, Niko!”

34