Lompat ke isi

Halaman:Tjempaka Merah.pdf/25

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

„Pikiran jang bagus, Niko!” sahut Haris sambil menepuk bahu saja kuat². Hingga terdorong kedepan saja karenanja.

Haris mendekati dokter itu. Setelah berbitjara sedikit, dimulai pula pekerdjaan jang membosankan saja itu terhadap badju Chen Jie jang sudah dilepas.

Beberapa bekas tanah jang melekat pada pakaian itu dilepaskan, ditaruh dibawah microscoop, diberi obat-obatan jang tjair jang sat saja mengerti sedikitpun, mulailah muka dokter itu berseri-seri.

„Bagus, bagus, tuan Haris!” udjarnja girang; sambungnja pula:

„Tanah ini njata bertjampur dengan lumpur laut! Atau lumpur pantai. Sebab tanah biasa tidak membawa lumpur matjam ini, kehidjau-hidjauan. Dan garam jang melekat banjak sekali.”

„Kalau demikian pembunuhan itu dilakukan ditepi laut ! Ja, ditepi laut. Tetapi laut mana?”

Dokter itu mengangkat tjawan-microscoop (jang terletak dibawah microscoop) dan dihadapkan kemuka Haris.

„Pertanjaan jang tepat sekali, tuan Haris!” katanja tersenjum :

„Djawabannja, dalam lumpur itu terdapat tahi besi, bekas² besi jang njata sekali!”

„Bekas besi! Terang sudah, dokter! Terimakasih!” udjar Haris dan keluar dari kamar pemeriksaan itu.

Sekali lagi saja diseretnja kedalam mobilnja, Nash, dan terus kekantornja.

Tak lama lagi sampailah sudah kami kekantor Haris. Dia terus djuga masuk kamar kerdjanja. Dan saja dipanggilnja.

Sekali lagi dia tampak gelisah. Kemudian saja disuruh memanggil Manuel jang sedang bekerdja dibelakang.

Setelah kami bertiga, segera Haris memulai pembitjaraannja:

„Niko, dan engkau djuga Manuel, tenagamu sekalian sekarang kita kerahkan bersama. Pembunuhan jang dilakukan

25