Lompat ke isi

Halaman:Tjempaka Merah.pdf/20

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Kommissaris Dahlan mengangguk-angguk.

„Pembunuh jang mau membodohi! Kiranja dia jang bodoh!” gerutu Kom. Dahlan.

Penjelidikan terus kami lakukan. Saja disuruh Haris memotret letak majat dan disekitarnja. Kemudian bersama-sama keluar dari kamar itu, Majat Chen Jie pun diangkut keluar sudah.

Kommissaris Dahlan kembali kekantornja, Haris dan saja pulang kekantor Haris.

Terus sadja dia masuk kamar kerdja. Sepuluh menit kemudian dia memanggil saja.

„Niko, engkau dan aku sekarang pergi kerumah kawanku, ahli dalam menjelidiki bekas². Dia keluar dari Polisi Keradjaan Inggeris di Singapore dan sekarang dia disini. Bekerdja sama dengan kita, Niko! Ajo, kita kesana!”

Beberapa saat lagi dengan Nash 51, sampailah kami di rumah Robinson. Orang jang dipertjakapkan Haris tadi.

Dia seorang jang kira² berusia 40 tahun, dengan muka jang lutju, dan kerut-merut pada keningnja menandakan dia seringkali berfikir. Bermata tadjam seperti elang serta selalu tersenjum kalau berkata-kata.

Disambutnja kami dengan gembira serta segera Haris, saja dan dia langsung menudju kamar kerdjanja. Kamar jang seluas kira-kira duapuluh meter persegi ini penuh dengan alat kimia, obat²an, pendeknja merupakan sebuah laboratorium ketjil.

„Nah, ini saudara!” kata Robinson pada saja: „Semua alat² dibeajai saudara Haris! Banjak djuga beajanja !” sambung . . . sambil tertawa dan menjintuh lengan Haris. Terus sadja . . .i dibawanja kesalah sebuah microscoop jang terletak di medja.

Haris mengambil apa² dari dalam sakunja. Kotak ketjil dikeluarkannja. Dibuka, dan dikeluarkan dari dalamnja tiga helai rambut pérang kehitaman. Ditambah pula sedikit benang² seperti bekas tjabikan.

Semuanja ganti berganti ditaruh dibawah microscoop oleh Robinson. Saja dan Haris menunggu disudut laboratorium

20