katlah Pieter Both sebagai Gubernur Jenderal yang pertama. Tugasnya yang pertama-tama ialah memilih tempat kedudukan Gubemur Jenderal untuk dijadikan pusat kedudukan dan pusat kekuasaan V.O.C. di tanah-air kita dan sekitarnya. Beberapa tempat mendapat perhatian untuk dijadikan pusat kedudukan V.O.C. antara lain: Johor, Banten dan Jayakarta di tepi sungai Ciliwung. Tempat-tempat tersebut memang sangat baik sekali letaknya di jalan perdagangan laut yang sangat ramai pada waktu itu. Karena Johor berada di bawah pengaruh orang-orang Portugis yang menjadi saingan serta musuh besar orang-orang Belanda dan karena Banten yang pada waktu itu dikuasai oleh Mangkubumi Ranamanggala yang tidak mengizinkan V.O.C. mendirikan loji di sana, maka pilihan jatuh kepada Jayakarta yang terletak di muara sungai Ciliwung.
Pada waktu itu ada dua pintu yang penting dalam perdagangan internasional menuju ke dan keluar dari Indonesia, yakni Selat Malaka dan Selat Sunda. Mula-mula V.O.C. memang berniat untuk menguasai Selat Malaka. Karena hal ini sukar dilaksanakan sebab Malaka diduduki oleh orang-orang Portugis, maka V.O.C. masih dapat mempergunakan Selat Sunda. Jayakarta tidak begitu jauh letaknya dari Selat Sunda. Pada waktu itu kedudukan pusat V.O.C. masih berada di Ambon, akan tetapi tempat ini terlalu jauh letaknya dari kedua pintu gerbang masuk dan keluar
Indonesia.