Lompat ke isi

Halaman:Perahu Madura.pdf/45

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Gambar 26

Gambar-gambar diatas untuk mendapatkan gambaran menyeluruh, sehingga gambar jukong Pajangan ini secara utuh dapat terbayangkan, yang gambaran penulis sertakan dihalaman berikut (Gbr: 27).

Untuk penjelasan bagian-bagian perahu pajangan ini beserta gambargambamya seperti bagian por-dapor, bagian tubuh dalam pancer dayung, ceddi' serta sakangan, akan dijelaskan pada nama-nama bagian perahu dalam Bab IV nanti. Demikian pula un tuk penjelasan tiap jenis perahu nama bagian-bagiannya terdapat dalam bab IV.

Jukung Pajangan dibuat dari kayu "kokop" a tau "gindo", didatangkan dari daerah Banyuwangi. Kayu kokop dan gindo tahan air, bahkan walau telah lama dalam air laut, pada bagian tengahnya tetap tawar. Malah kadangkalajukung Pajangan ini dibuat di daerah Banyuwangi sendiri. Setelah selesai dikirim ke Salopeng. Di Salopeng, jukung tersebut "didandani" sehingga terjadilah jukung Pajangan. Dari Salopeng inilah kemudian dikirim ke Legung. bi Salopeng ataupun di Legung pulalah leng-alengannya serta ukiran lengginya dibuat. Di Salopeng setiap-hari, jukong Pajangan tidak memakai lenggi. Kecuali pada tiap hari raya atau hari rokatan , barulah lenggi dipasang. Lenggi dianggap barang berharga yang perlu disimpan. Di Legung masih banyak tukang ukir leng-alengan dan lenggi, antaranya yang terkenal: K. Karliya, K. Buraiya, K. Ridawi, K. Nurhatun. Pada umumnya tiap nelayan dapat membuat perahu . Gaya ukiran leng-alengan dan lenggi jukong Pajangan adalah "terawangan" , tidak ada yang "lapadan" ataupun "karangkangan".

40