Lompat ke isi

Halaman:Perahu Madura.pdf/123

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Gambar 115

Kalau ada "barukbuk" (cela kayu, lubang, kerapuhan), harus dibedah samasekali, kemudian ditutup dengan kayu lain secara bentuk persegi.

Tahap selanjutnya adalah pemasangan tulang-tulang, seperti yang disebutkan di atas: sakang-ada' sakang budi, tajuk, dan seterusnya, ditutup dengan pardu. Dalam pemasangan tulang jangan sampai tulang-tulang tersebut ditutup oleh tajuk. Jadi tulang-tulang kerangka perahu justru dibuat setelah larikan selesai artinya perahu tersebut mulai berbentuk. Tulang-tulang gunanya untuk menguatkan. Oleh karena itu papan-papan tersebut di"lekat"kan dengan pasak-pasak pada tulang sedemikian rupa sehingga "menyatu". Tulang-tulangnya dibentuk menyesuaikan diri dengan bentuk larikan. Pengerjaannya di tempat yang kadang-kadang sangat sederhana di lapangan terbuka beratap "kajang" atau daun kelapa. (Gbr. 116)

Pada gambar tersebut terlihat: (4). lenggi yang telah dipertemukan dengan lunas, (1) telep, (2) pardu, (3) tajuk (5) lima larik papan yang telah tersusun dan (6) atap "kajang" dari anyaman daun kelapa.

Tahap selanjutnya pemasangan dan penyempurnaan: -man-tamanan, -por-dapor, -tiang dan cangga lajar, dan lain-lainnya. Gambar bagian-bagian ini dapat dilihat pada uraian nama-nama bagian perahu Madura di belakang.

118