Peng Bin Koay hiap djadi marah bertjampur lutju mendengar sabutan Ho Ho.
Sainbil menghela napas, dia melepaskan tjengkeramannja pada pundak Ho Ho!
,,Kau ini memang benar-benar seorang botjah jang Kukoay dan menjebalkan sekali! Tjoba kalau memang aku tidak melihat tulang dan bakatmu jang baik luar biasa, hmmmm, aku djuga tidak akan kemudian menerima murid sepertt kau ini! Sajangnja kau merupakan botjah jang mempunjai tulang bagus, sehingga kalau aku membunuhmu, tentu aku akan kebilangan bibit jang baik! Hmmmm— — – bagaimana nih?" dan pula kata-kata jang terachir ini, Peng Bin Koay hiap seperti djuga menggumam seorang diri, tampaknja dia seperti sedang kebingungan dan kewalahan menghadapi sikap Ho Ho dang sering berkepala batu ini.
,,Apanja jang bagaimana?” balik tanja Ho Ho dengan perasaan geli didalam hatinja melihat Peng Bio Koay hiap kebingungan begitu.
(BERSAMBUNG)
72 (P.N.S)
L.M. Arwah-2.