itu semua, Bawuk bersama isteri kawan- kawan Hassan mendapat tugas tersendiri. Mereka berkewadjiban menggarap para pimpinan Gerwani diketjamatan T. itu jang sebagian terbesar adalah isteri-isteri pimpinan masjarakat desa ketjamatan T. Ini merupakan pengalaman baru buat Bawuk. Meskipun aneh kedengarannja, Bawuk jang telah sekian tahun mendjadi isteri seorang pemimpin komunis tidak pernah setjara resmi mendjadi anggauta Gerwani, apalagi mendjadi pimpinannja. Bawuk tahu banjak tentang Gerwani, ten- tang Lekra, tentang anak-organisasi lain- nja dari PKI. Suaminja selalu memberi tahukannja tentang perkembangan organi aasi itu, mendorongaja untuk ikut berpi- kir setjara aktif, mengadjaknja berdiskusi dan memberinja batjaan jang tjukup ba- njak. Tetapi Hassan tidak pernah meng- andjurkan atau menjuruh agar Bawuk se tjara resmi masuk mendjadi anggauta sa- lah satu anak organisasi PKI itu. Selama itu Bawuk selalu merasa pertama-tama kawin dengan seorang Hassan daripada dengan seorang komunis. Hassan jang ke lintjahan, ketjerdasan serta kegairahannja jang membusa terhadap kehidupan selalu memikat Bawuk sedjak pertama kali me- reka saling mengenal. Bawuk selalu me- lihat kekomunisan" Hassan sebagai se- suatu jang menempel pada Hassan. Se- suatu jang merupakan tambahan jang da tang kemudian, jang sesungguhnja (atau seharusnja) tidak merupakan sesuatu jang essensiil tetapi toh melekat begitu erat pada diri Hassan. Dan sebagai seorang isteri jang merasa selalu terpikat oleh suaminja, Bawuk tidak bisa lain daripada ikut membagi apa jang dirasakan oleh Bawuk sebagai sesuatu jang menempel sadja pada diri suamioja. Di T. Bawuk melihat, meraba dan me- rasakan dari djarak jang djauh lebih de- kat lagi daripada sebelumoja apa jang selama ini dipertaruhkan suaminja. Sesu- atu jang menempel pada diri suaminja itu telah mendjadi sematjam setan ketjil jang sepenuhnja telah menguasai suaminja. Bawuk tidak akan bisa melupakan kilat mata suaminja selama di T. itu. Begitu mengkilat dengan kegairahan. Dan kilatan itu ternjata telah berhasil dia tularkan ke pada kawan-kawannja, kepada kawan-ka- wan baru mereka di T. Tiap kali Bawuk bersama kawan-kawannja berdiskusi de- ngan kaum ibu, para isteri birokrat desa dan isteri petani-petani, Bawuk melihat kilalan-kilatan mata mereka itu jang djauh berbeda dari stereotip petani-petani jang selama ini digambarkan sebagai re- dup dan membosankan. Kilatan mata me reka mengikuti kilatan mata suami-suami mereka. Keras, tegang dan penuh dengan ketetapan hati. (Su a mi suam j mereka aka o ditjintjang. tamah-tanah mereka akan dirampok, padi dan lawidja desa akan diku- pa- r a s habis oleh tenta ra reak i jang dikendalikan oleh kekuatan- kekuatan asing). Kemudian masuklah info jang menga- takan bahwa tentara reaksi mulai meng- adakan pembersihan di S. dan sekitarnja. Tjara mereka membersihkan tidak kepa- lang tanggung. Segera T. disiapkan untuk menghadapi ini. Hassan dan kawan-kawan nja melihat ini sebagai sesuatu jang me- reka sebelumnja telah perhitungkan. Ten tara pasti akan mengadakan pembersihan dalam arti jang sebenaruja. Dan Hassan beserta kawan-kawannja meningkatkan perondaan di T. Orang laki-laki dikumpul kan serta ditempatkan dalam tempat- tempat jang strategis. Latihan2 kemiliteran terus ditingkatkan. Mental mereka terus- menerus digembleng dengan kejakinan bahwa semangat mereka lebih kuat dari pada serdadu2 sewaan. Kepada para ka- der diketjamatan itu ditekankan situasi revolusioner seperti jang hadapi pada waktu itu, jakni suatu ma- tjam dimana pengetrapan teori tentang perdjuangan bersendjata kaum tani da- tang saatoja ditjoba. Kepada para petani. jang bukan kader didengungkan bahwa perdjuangan bersendjata jang akan mere- ka lakukan adalah perdjuangan hidup dan mati, perdjuangan tentang bak tanah, tentang hari depan tanah-tanah pertanian mereka, tentang hasil produksi pertanian mereka jang sekarang mau dirampas oleh kekuatan reaksioner jang memindjam be- dil2 tentara sewaan, artinja mereka Bawuk ingat bagaimana tegang dan pa- nas suasana hari-hari itu. Suasana kesiap- siagaan jang meningkat. Kesenjapan jang mentjekam. Diskusi jang terus-menerus. Pada saat-saat itu, bila malam telah larut, anak-anaknja telah tidur dan diskusi-dis- kusi telah selesai, Bawuk sering memikir- kan tentang perdjalanan jang telah ditem- puhnja selama ini. Perdjalanannja bersama Hassan jang penuh dengan busa ideologi, kegairahan untuk mereguk kehidupan hing ga dasarnja bersama dengan kejakinannja itu. Alangkah djauh perdjalanan itu dari seteman Karangrandu jang telah membesarkan dia heserta saudara-saudara nja. Apakah jang akan dipikirkan ajahnja bila dia masih hidup pada waktu itu. Dan hari kemudian anak-anaknja ? Mestikah a bedweo Sar! us on langsung lama itu ? Kemudian datanglah hari jang dinanti- kaa itu. Kurir Hassan jang berkewadjiban HORISON / 11-1 memberi tahu setjara tepat kapan tentara mulai menjerang T., temnjata tidak mun- tjul. Mungkin tertangkap atau ditembak dalam perdjalanan. Tahu-tahu orang ber- lari-lari meneriakkan bahwa dukuh B. te- lah diduduki oleh tentara. Tentara ternjata telah bergerak dengan gcsit, segesit silu- man. Sebab tabu-tahu penduduk sudah di buat bujar dengan hadimja teatara di B. Kapankah mereka datang, dan bagaimana mereka menembus barikade alam jang me nurut perhitungan akan membuat setiap penerobos kewalahan. Dan didalam waktu jang menakjubkan pendeknja tentara te- lah menjusup dimana-mana, didukuh-du- kuh jang strategis dari ketjamatan T. Per- tempuran petjahlah. Petani-petani jang sudah dilatih Hassan melawan dengan dengan tjung, dengan molotov cocktail, bamou runtjing, dengan segala matjam sen djata. Petani-petani itu melawan menurut petundjuk pemimpin-pemimpia mereka. Me reka melawan dengan semangat dan pe- ngertian bahwa jang mendjadi lawan me- reka adalah kaum reaksi jang akan meng- hantjurkan mereka, jang akan merampas tanah-tanah mereka. Hasilnja sangat me- ngerikan. Petani-petani jang belum begitu lama mendapat latihan kemiliteran itu melawan dengan membabi-buta. Dalam waktu satu hari sadja seluruh T. telah dja tuh dan sepenuhnja diduduki oleh tentara. Rumah-rumah dan lumbung-lumbung di- bumi banguskan oleh para petani sendiri. Dan para petani jang tidak mau menjerah dihantam tanpa ampun lagi. Majat mercka bergelimpangan dipematang sawah, diping gir kali dan dilorong-lorong padukuhan. Seperempat dari penduduk hampir separoh dari penduduk mendjadi tawanan tentara. Mereka jang mendjadi tawanan sesudah selesai mengum pulkan majat-majat kawan mereka dan menguburkannja, digiring dan dikumpul- kan dibalaman ketjamatan. Semalam sun- tuk mereka diwadjibkan duduk terus di- halaman itu sampai pagi merekab, Embun membasabi tubuh mereka jang letih jang telah sehari penuh mereka peras dengan habis-habisan didalam pertjobaan mereka jang gila melawan suatu tentara jang pa- ling terlatih. Semalam suntuk itu mercka tidak diperbolehkan mengeluarkan sepatah Latapun oleh pendjaga pendjaga jang hilir- mudik berdjalan diantara mereka. petani-petani itu merah dan tegang. Apa benar jang mereka tjoba pikirkan dalam keadaan begitu. Seluruh peristiwa itu jang berkembang dengan pesatnja mendjadi su atu peperangan? Perang? Dalam desa me reka jang hidjau itu ? Bawuk tidak sempat lagi mengendapkan pertanjaan" jang begi- tu. Hassan telah tidak kelihatan sedjak dua hari jang terachir itu. Dengan sebat Bawuk telab matí, laki-laki Mata
Halaman:Horison 01 1970.pdf/11
Tampilan