melolosken diri dari djiretannja wet alam.
Djangan kaoe berbangga bahoea kaoe telah bisa menjingkirken diri kaoe dari libetannja doenia. Wet alam tida ada seboetir tepoeng besarnja, tapi melimpoetin seloeroe djagad.
Atas itoe goenoeng dan di itoe tempat jang soenji Tiong-gie berbangga bahoea ia telah sentosaken dirinja, terbebas dari kewadjiban menerbitken lelakon-lelakon. Tapi apa ja ia bisa terbebas?
Ia memoedja kesoenjian dan telah dapetken itoe kesepian. Tapi mendadak Tjiap telah dateng memetjahken itoe kesoenjian.
Tjiap dalem oesia begitoe sedeng-sedengnja bergoembira, kaja tertawa dan kegenitan. Hatinja jang baek bikin ia soeka mengenal dan banjak bitjara.
Tingka lakoe, bitjara dan pikirannja Tjiap masih tertjampoer dengen sifat anak-anak. Djoestroe ini bikin Tjiap masih deket dengen keaselian dari alam, belon banjak terboemboe.
Pada Tiong-gie itoe gadis soeka berbitjara, menanja ini atawa itoe, kerna ia poen tida soeka pada kesepihan.
Doeloe, pekarangan roemah jang loeas itoe tertampak sebagi oetan, tapi sekarang telah djadi taman kembang dengen Tjiap jang mendjadi ratoenja; roemah tinggal itoe doeloe kliatan seper-