70
TJILIK ROMAN'S
Ho Song dan Pauw Long lalu madju kedepan, ia suluhin merk jang terpantek di pinta pekarangan depan. Merk itoe ada terbikin dari kaleng jang ditjat biru muda, serta hurufnja ada ditjat putih. Ternjata sekali bahua merk itu masih baru.
Huang Chin Meij (Amalia Huang)
Ho Song berdiri tegak, ia lalu awasken merk nama itu sedjurus, kemudian ia pademken iapunja lampu batterij dan djalan balik samperin pada Lok Tjoen, jang pada waktu itu sedeng berdiri di sampingnja iapunja auto. Aken tetapi kombali Ho Seng merandek . . . dengen suara pelahan ia lalu berbisik pada Pauw Long, jang terus ada mengikutin kepadanja sebagi djuga satu andjing jang setia pada tuannja.
„Kuntjilah auto itu, serta matiken mesinnja . . . aken tetapi bilang pada Lok Tjoen, bahua lampu blakangnja harus dikasih menjalah . . . tiga kali njalah dan tiga kali padem . . . itulah ada satu tanda buat pasukannja Lee Poo Sien, jang djuga ada di sekulilingnja tempat ini . . . Lakukenlah prentahku dengen baek . . .”
Pauw Long lalu menjebrang djalanan buat ketemuken pada Lok Tjoen dan menjampeken pesenannja itu detective. Sesuda mana, Pauw Long lalu menjebrang kombali buat dateng pada sobatnja.
„Marilah . . . Pauw Long . . . kau turut aku . . .”
Pengrasahan sangsi ada tertampak di paras mukanja itu journalist, aken tetapi, matanja Ho Song jang tjeli suda dapet meliat itu perobahan dari iapunja sobat. Pauw Long memandang pada Ho Song sedjurus, kemudian ia sigra berkata:
„Djadi kau inpin jang aku turut masuk kedalem ini rumah . . . Ho Song?”