Lompat ke isi

Halaman:Belati Item.pdf/16

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

14

TJILIK ROMAN'S

perti keadahannja satu batik tulen; djuga kan harus sediaken kira-kira 15 orang-orang polisi jane gagah brani. dan bebrapa antaranja harus mengarti djuga iimu silat. Marika semudnja harus diperlengkepin dengen sendjata² api. Apatah ka sanggup buat mehgatur ini semua?” Ho Song berdiam, sambil awasken mukanja Kim Siu.

Kim Siu bengong memikirken ini „rentjana“ dari itu detective jang rada aneh . . . . tapi kerna ia tau jang Ho Song itu ada sampe tjerdik, maka itu ini kepala politie telah mengasih japunja kesangeupan.

„Dalem satu mingeu apa jang kaw kehendakin aken lekas terdjadi, Ho Song, maka itu kau nanti denger dari aku daleni ini sedikit hari lagi.”

Sesudanja mengutaraken iapunja „siasat” buat mendjebak itu kawanan penjamun, Ho Song lantas permisi pulang, serta minta pada Kim Siu buat mengatur seagala apa sampe beres . . . .

III.

PAUW LONG . . . . Kita masih ada mempunjain tempo lagi 4 hari, maka itu aku pikir esok karanja Hoan Tjun. Kita bisa berdiam di sana dua hari, karena hari jang keampat kita musti perlu berada dalem ini kita lagi . . . .” kata Ho Song pada ini wartawan. Djuga . . . . pada nanti hari Rebo sore kau musti masukin ini Advertentie dalam Ji Pao, selembar kertas dalam tangannja itu sobat. Kemudian ia menjambung lagi iapunja pembitjarahan: . .Tjuma sadja adrensja itu tempat masih belon ketahuan di mana adanja, kerna aku musti denger kabar lagi dari Kim Siu . . . .

Pauw Long lalu sambutin itu sepotong kertas tjang ia lantas batja.

„Ach . . . Ho Song, kan punja „siasat” ini ada