Dari Citra Manusia Dalam Puisi Indonesia Modern 1920-1960
Kehidupan kosong panas gurun yang hampa jiwa namun mengancam aku kecut dan tinggal terancam Sendu terus lewat bersama, tapi lahir duniaku yang sudah cair (Suara, 1962)
Kehidupan kosong panas gurun yang hampa jiwa namun mengancam aku kecut dan tinggal terancam Sendu terus lewat bersama, tapi lahir duniaku yang sudah cair