Amanat

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Walau panas terik mendiang,
segala unggas berteduh bernaung;
aku tetap mengemudi bajak,
biar 'alam tidak bergerak.

Lagi lembuku ta' tahu jemu,
mengikuti les patuh sekali;
tidakkan aku berpeluk lutut,
mengengkari amanat ibu

....

Biar panas mendiang membakar,
kukemudikan bajak sukmaku,
mencari segala keindahan...

(Pujangga Baru, Th. II/No 10, April 1935)