Aboean Goeroe-Goeroe, November 1927

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

No. 11 NOVEMBER 1927 Tahoen V.
A.G.G.

Telah disahkan oleh pemerintah dengan besluit tanggal 17 Nov.'22 No. 7.

HARGA BERLANGGANAN SETAHOEN:

Lid A. G. G. ........ f 1.---

Boekan Lid ......... ,,3.---

Terbit di FORT DE KOCK sekali seboelan.

Segala pembajaran diminta lebih dahoeloe.

BAJARAN ADVERTENTIE:

Tiap-tiap kata ........ f 0.10

Sekali masoek sekoerang-koerangnja f 1.-

1 pagina .............. f 5.---

Berlangganan boleh berdamai.

BESTUUR A.G.G. DI FORT DE KOCK:

Voorzitter: St. Bahéramsjah -- Ondervoorzitter: B. St. Radja Emas -- Wd. Secretaris: Kasip. -- Adjunct Secretaris: H. St. Ibrahim Thesaurier: St. SaripadoCommissaris*: Dt. BagindaManan -- J. St Radja EmasDt. Radja IbadatSoehoedKasip.

ISINJA:

1. Sekolah kelas 2 berkelas 6 halaman 161.
2. Samboengan A.G.G. No.10 Kewadjiban goeroe kepada orang toea moerid ,, 165.
3. Normaalschool pada masa jang akan datang ,, 167.
4. Bergoenakah rentjana ini? ,, 169.
5. Onderwijsbond Pajakoemboeh ,, 171.
6. SOAL (terhadap kepada toean Habib Al Madjidij T. Patah ,, 174.
7. Aneka Warta ,, 176.
8. Chabar perpindahan, keangkatan dan lain-lain ,, 178.
9. Ma'loemat Administratie dan penerimaan wang A.G.G. ,, 180.
BAROE HABIS DITJETAK

1. KITAB SOAL DJAWAB. Tentangan 'adat Minangkabau [beladjar 'adat tidak oesah bergoeroe lagi; boekoe ini dikarang oleh Datoek Sanggoeno Diradjo, harga 1 boekoe ........................................ f 0.40 2. BOEKOE PERATOERAN HOEKOEM ADAT MINANGKABAU, hoeroef Belanda dan 'Arab harga 1 boekoe ........................................ f 1 -- 3. BOEKOE PERTJATOERAN 'ADAT MINANGKABAU harga 1 boekoe ...... f 1.25 4. PEDATO-PEDATO MINANGKABAU, karangan St. Madjo Indoe, hulpondwijzer Agam IV Fort de Kock, harga 1 boekoe ......... f 0.25

Semoea boekoe-boekoe itoe, boleh pesan dengan Reimbours. Pesanan sedikitnja harga f l.-

Menoenggoe dengan hormat, M.I. SOETAN PAMOENTJAK, ZAAKWAARNEMER Kampoeng Tjina FORT DE KOCK


TOKO NJO GIOK SAN KAMPOENG TIONG HOA FORT DE KOCK

Selaloe ada sedia onderdeelen Auto merk FORD dan CHEVROLET, Muziek Instrumenten, Viool, Guitar, Mandolin, Arlodji2, Voetbal besar dan ketjil, Racket tennis, permainan anak2 sekolah, perkakas toelis, tempat tidoer besi dan lain2 barang dengan harga melawan.

MENANTI PESANAN


BOEKOE KOEMPOELAN TJONTOH REKEST HINDIA TJITAKAN TAHOEN 1926

DalaM ini boekoe ada dimoeat beratoes matjam tjontoh rekest dari permohonan-permohonan jang biasa sampai jang paling djarang, sesoeatoe tjontoh rekest diberikoetkan keterangannja, boekoe ini lembarannja ada 226 pagina dengan memakai koelit tebal dan omslag bagoes, besarnja 23 x 14 cM.

Harga 1 boekoe tammat f 5.-- Rembours tambah f0.75.-- Kalau pesan berikoet wang, onkost vrij.

Menoenggoe pesanan dengan hormat: BOEKHANDEL ,,THE TRIAL" Telok Betong (SUMATRA)

NOVEMBER 1927

No.

-- 11 --

A.G.G.

TAHOEN

VII.

Orgaan oentoek pemadjoekan Onderwijs, bahasa dan bangsa.

REDACTIE:

B. SOETAN KAJO
H. SOETAN IBRAHIM
Di Pajakoemboeh:
DATOE' RADJA BESAR

ADMINISTRATEUR:

SOETAN SARIPADO, Thesaurier
A. G. G. FORT DE KOCK.
Oentoek segala pembajaran.

Medewerkers:

Sjech Mohd. Djamil Djambe — St. Pamoentjak, gep. Hoofdschoolopziener -- Dt. Madjolelo, Districtshoofd -- Dt. Rangkajo Maharadjo, Districtshoofd — Roesad St. Perpatih, Districtshoofd — Dt. Sanggoeno di Radjo, Ahli `adat — Ahmad Saleh, Ind. Arts — St. Kenaikan, Direct Kweeksch: Islamijah —K. Masjhoer, Ond. H. I. S. — M. Abd. Moenit, Inl. Rechtskundige.

Dari pada Engkoe-Engkoe goeroe Boemipoetera dalam Afdeeling XI banjak kami menerima kartjis, oetjapan selamat, tentang anoegerah daulat Gouvernement kepada kami itoe.

Atas oetjapan Engkoe-engkoe itoe kami mengoetjapkan terima kasih banjak.

WILMINK

Inspecteur Inl. Onderwijs Afd. XI.


SEKOLAH KLAS II, BERKELAS VI.

Tjita-tjita ra`iat, soepaja sekolah kelas II itoe mempoenjai kelas VI, boekannja soeatoe tjita-tjita jang baroe, melainkan telah berbelas tahoen diidamkan, jaitoe semendjak ra`iat sedar akan kemadjoean dan goena 'ilmoe pengetahoean jang lebih landjoet; tetapi keinginan ra`iat jang moela-m'oela hanja akan memperdjaoeh pengadjaran2 jang telah ada, kemoedian beroebah mendjadi keperloean menambah matjamnja pengadjaan2 jang bergoena kepada ra`iat menoeroet hiliran zaman.

Waktoe sekarang, dimana masanja pekerdjaan makan gadji itoe, hampir-hampir tiada moedah dimasoeki oleh pemoeda-pernoeda keloearan

sekolah rendah, maka amat perloelah tjara bekerdja sendiri, dioetamakan oleh ra`iat. Kaoena ra`iat jang tiada betah akan melihatkan anak-anaknja hidoep dalam kesengsaraan, telah merasa bahwa bekerdja sendiri dengan mempergoenakan pikiran dan pengetahoean sendiri itoe, itoelah kemerdekaan jang oetama dan sebagai mendjawat poesaka dari orang toea-toea dahoeloe. Mereka dahoeloe, tiada bersekolah seperti keadaan sekarang, tetapi kehidoepannja njata, lebih merdeka dan sentosa dari pada waktoe ini.

Sekolah-sekolah pertoekangan jang telah diadakan sekarang oleh pemerintah, terang kelibatan kemadjoeannja; hanja merasa sajang, sekolah jang amat perloe itoe, beloem berapa bilangannja dan diadakan hanja dikota-kota jang terbesar sahadja. Djadi ra`iat jang kebanjakan, oemoemnja beloem merasa poeas dengan pendirian sekolah jang amat bergoena itoe.

Oleh sebab sekarang pemerintah telah memoetoeskan, bahwa moelai tahoen adjaran 1928 - 1929 jang akan datang ini, Hindia akan mendapat 20 boeah sekolah kelas II jang berkelas VI, saja rasa disini dan disoerat-soerat chabar lain, kaoem ra`iat jang mentjintai bangsanja dengan segenap hati, teroetama pengarang-pengarang kebangsaan, wadjib mengoetarakan boeah pikirannja, tjara bagaimana hendaknja pengadjaran pada kelas-kelas jang baroe itoe akan diatoer.

Dari pada 20 boeah sekolah jang akan mendapat tambahan tahoen pengadjaran [extraleerjaar] itoe, kira-kira 2 atau 3 boeah, akan terlimpah ketanah kita Sumatra Barat ini, tempatnja tentoelah dinegeri-negeri jang telah madjoe seperti Padang, Fort de Kock ............

Pikiran dari saja sendiri, tetaplah sebagai apa jang telah saja bitjarakan di Padang dalam „Openbare Vergadering, oentoek memperbintjangkan nasibnja moerid-moerid sekolah" jang telah dilangsoengkan pada hari Ahad tanggal 10 Februari 1924, bertempat dalam gedoeng Cinema Theater, jaitoe: pengadjaran kelas VI itoe, teroetama hal: Bertjotjok tanam—bertoekang-berniaga-berternak.

Lebih djaoeh, disini baik saja salinkan, boenji Motie jang telah disampaikan oleh Comite goeroe-goeroe Padang jang mengadakan pertemoean dan pembitjaraan dalam Openbare Vergadering jang terseboet. Motie jang disampaikan itoe, ialah atas keboelatan oedjoed spreker-spreker dan seia sekata jang hadir waktoe itoe.

BOENJINJA:

PADANG, 15 FEBRUARI 1924.

De Vergadering, gehouden te Padang op Zondag 10 Februari 1924, belegd door de Inlandsche Onderwijzer van Padang en bijgewoond door. 300 personen, zoowel vrouwen als mannen, meest alle ouders van schoolgaande kinderen, spreekt de wenscbelijkheid uit, dat aan de 2e klasse Inlandscbe scholen een 6de leerjaar zal worden toegevoegd, waar dan voorA.G.G. 163


namelijk onderwijs zal worden gegeven in landbouwkunde, handenarbeid, veeteelt en boekhouding, zulks met het oog op de wenschelijkheid, dat de Inlandsche jeugd zich Meer zal toeleggen op handenarbeid. Thans verlaten de leerlingen op + 12 jarigen leeftijd de school, wat wel wat jong is.

Daarenboven zijn ze door het Onderwijs in genoemde vakken beter berekend voor handenarbeid.

Weshalve ondergeteekenden U.H.E.G. beleefde verzoeken het daarbieen te willen leiden.

Namens de vergadering. 't COMITE Aan le. den Directeur van Onderwijs en Eeredienst 2e. den Volksraad 3e. den Onderwijsraad.

MAKSOEDNJA KIRA-KIRA : PADANG, 15 FEBRUARI 1924. Kerapatan, jang dibentoek oleh pengadjar-pengadjar Boemi poetera di Padang, dilangsoengkan pada hari .Ahad 10 Februari 1924 dan dihadiri oleh lebih koerang 300 orang perempoean dan laki-laki, kebanjakan iboe bapa moerid-moerid sekolah, merasa sangat perloe sekali diadakan pada sekolah-sekolah Boemi poetera kelas II, pangkat jang ke VI, tempat anakanak menerima didikan dalam hal : Bertjotjok tanam, pertoekangan, berternak dan perniagaan, sekedar perloe akan djadi sendi pekerdjaannja kemoedian hari, apa lagi kemaoeannjapoen bekal akan terhadap poela kepada didikan jang penghabisan diterimanja itoe.

Sebagai keadaan sekarang, anak-anak jang telah menammatkan sekolahnja, baroe ber'oemoer lebih koerang: 12 tahoen, ja`ni masih terlampau moeda.

Oleh sebab itoe jang bertanda tangan dibawah ini, memohonkan pengharapan dengan hormat kehadapan padoeka toean, akan membawa kepada djalan jang dimaksoed diatas.

Atas nama kerapatan, 't COMITE.

Kalau apa jang akan dilimpahkan oleh pemerintah itoe dan telah dipoetoeskan dalam Conferentie toean-toean Inspecteur dengan toean Directeur van Onderwijs dalam boelan Juli 1926, serta jang telah disetoedjoei oleh Onderwijsraad, hanja akan melandjoetkan pengadjaran-pengadjaran jang telah ada sekarang pada sekolah-sekolah kelas II, tidak akan berapa memberi faedah kepada ra'iat, jaitoe sebagal jang telah saja rentjanakan diatas ini. 164 A.G.G.

Lebih djaoeh dan lain dari pada jang terseboet diatas, perasaan ra'iat dipoelau Billiton serta pikiran P. t. V.H. Haaksma kepala dari gewest jang terseboet, seorang Belanda jang sangat mentjintai Boemi poetera dan berhati Onderwijs, telah mengoemoemkan perasaannja dalam soeatoe Algemeene Vergadering disana jang dilangsoengkan dalam boelan Mei tahoen 1919. Alg. Vergadering itoe dihadiri oleh Inl. Ambtenaren dan Beamten dari Billiton Mij , pendoedoek iboe kota Tandjoeng Pandan serta segala kepala-kepala District dan kepala-kepala sekolah kelas disegenap poelau Billiton. Saja sebagai seorang jang' berhadir waktoe itoe, telah dapat mendengarkan dengan sedjelas-djelasnja, apa perasaan jang dikeloearkan oleh p.t. V.H. Haaksma; beliau waktoe iteo berbitjara, boekan sebagai kepala dari seboeah Ass. Residentie, melainkan sebagai seorang spreker jang tjintai Boemi poetera.

Waktoe beliau membitjarakan hal: Ambachtschool, adalah terseboet. Bagaimana kebesaran hatinja, kalau Ambachtschool itoe (Onderwerp dari pembitjaraan Red. A.G.G) dapat didirikan: dengan lekas di T. Pandan, karena kalau demikian, timboellah soeatoe penghiliran djalan penghidoepan bagi anak-anak sekolah jang telah tammat peladjarannja dikelas V dan boekan sebagai sekarang ini, penghidoepanaja terlantar kesana kemari tergenang seperti air dikolam jang tiada berpenghiliran. Kalau sekolah kelas II itoe mempoenjai kelas VI, pekerdjaan ambacht itoe baik dikerdjakan disana. Lebih djaoeh kata beliau: Anak jang selaloe ingin mendjadi schrijver itoe [pemakan gadji], sebenarnja tidak begitoe baik, karena kerdjanja hanjalah "overschrijven" sadja; dia tidak akan bekerdja dengan otak dan pikirannja.

Kepoetoesan pembitjaraan hari itoe, anak" negeri Billiton sangat setoedjoe, soepaja pekerdjaan „Ambacht" itoe, dioetamakan dalam sekolah-sekolah anak negeri.

Toean Soerosoeegondo sebagai wakil dari Inspectie Inl. Onderwijs di Djokdjakarta dalam Openbare Vergadering P.G.H.B. tanggal 2 October 1927 ini, telah menjatakan lagi: „Bahwa peladjaran handenarbeid disekolah kelas II dan di sekolah desa, amat perloe diberikan pada moerid-moerid itoe, soepaja kemoedian hari, kehidoepan mereka tidak bergantoeng kepada makan gadji sadja, tetapi sanggoep bekerdja sendiri; dengan memberi tjontoh betapa peratian orang banjak, kepada barang keradjinan anak sekolah jang dipertoendjoekkan dalam Jaarmarkt Djokdjakarta pada boelan Augustus tahoen jang laloe".

Pembitjaraan ini, diterima dengan gembira oleh persidangan itoe.

Djadi karena bertamhahnja kelas VI, njatalah hendaknja bagi pembesar Onderwijs, bahwa dari segenap pendjoeroe tanah Hindia, orang negeri (ra'iat rendah), bersetoedjoe kelas VI itoe, teroentoek bagi pengadjar A.G.G. 165


an: 'Bertoekang-berniaga—bertjotjok tanam—berternak—dan pekerdjaan tangan, jang lain-lain.

Oleh sebab orgaan A.G.G. ini, setiap terbit disampaikan ke Volkslectuur Af. Pers, berharaplah saja kesoedian toean Redactie disana, akan memetik oeraian ini oentoek persnja, soepaja lebih banjak dan lebih kembang diketahoei segala pehak, teroetama Leden Onderwijsraad dan pembesar2 jang berhoeboeng dengan keperloean pengadjaran boami poetera.

Sekianlah dahoeloe .........!

H. SOETAN IBRAHIM.


[Dibitjarakan oleh Inlandsche Schoolopziener van het Inlandsch Onderwijs in de XI de Ajdeeling te Pariaman dalam conferentie goeroegoeroe sekolah Gouvernement dan sekolah negeri dalam Onder Afdeeling Pariaman pada 19—6-1927 diroemah sekolah Gouvernement Kelas II. No. 1 di Pariaman, jang dipimpinnja].

(SAMBOENGAN A.G.G. No. 10)

5 KEWADJIBAN GOEROE KEPADA ORANG-TOEA MOERID.

Adapoen kewadjiban Goeroe kepada segala orang itoe, hendaklah disampaikan djoega kepada orang toea moerid-moeridnja. Hendaklah seboleh-bolehnja Goeroe berdamai dengan mereka itoe, seraja merendahkan diri dan haloes boedi bitjara. Djikalau Goeroe itoe dihormati oleh orang toea moerid, tentoe moedah ia memerintah moeridnja.

a. Baiklah Groeroe, kerap-kerap beroending dengan orang toea moerid tentangan tabitat dan tingkah lakoe anak anak, serta bersama-sama mentjari daja oepaja oentoek keselamatan anak-anaknja. Sjoekoerlah djikalau Goeroe dan orang toea moerid bersarna-sama mendidik anak-anak. b. Djaganlah Goeroe memilih anak-anak, jang orang toeanja kaja atau berpangkat, sedang jang lain, jaitoe moerid, jang berorang toea miskin, atau jang berlainan agama, tiada diperdoelikannja. c. Anak, jang atjap kali tidak masoek dengan tiada bersebab, hendaklah didatangi keroemahnja, soepaja radjin poela ia beladjar. 4. Djikalau ada orang toea moerid, jang tidak pedoeli akan keselamatan anaknja, atau jang daja oepajanja koerang baik, djanganlah ditiroe oleh Goeroe. Begitoe poela djanganlah Goeroe meloeloeskan sadja kehendak orang, jang koserang baik mendidik anaknja. Soonggoehpoen begitoe djanganlah dengan berbantah, akan tetapi hendaklah diterangkan apa jang 166 A.G.G.


koerang patoet dan ditoendjoekkan djalan, jang baik, ,dengan sabar dan manis boedi, serta sopan-santoen. Djikalau orang, jang berpangkat atau pembesar sekalipoen koerang senonoh tingkah-lakoenja, djanganlah ditiroe, akan tetapi hendaklah ditolak dengan merendahkan diri.

6 Kewadjiban Goeroe kepada anak bininja.

Adapoen pemeliharaan Goeroe akan anak bininja itoe, djanganlah ada tjelanja. Djikalau orang ta' dapat memeliharakan isi roemahnja sendiri dengan sepatoetnja, bagaimanakah boleh ia memeliharakan anak orang lain. Pendeknja: Segala perkara, jang terseboet diatas itoe, djangan tidak dilakoekan oleh Goeroe kepada anak-bininja sendiri, soepaja ia mendjadi teladan jang baik, kepada segala orang, sehingga orang-toea moeridpoen pertjaja kepada Goeroe.

7 Kewadjiban Goeroe kepada diri sendiri

Djanganlah Goeroe loepa akan sjarat ini : „Barang siapa, jang ta' dapat memerintah badannja sendiri, bagaimanakah boleh ia memerintah badan orang lain". Sebab itoe perloe a.nat Goeroe menilik akan kewadjibandja tentang badannja sendiri. Goenanja adalah 2 perkara, ja`ni : 1. Anak-anak dan orang toeanja akan menghormati Goeroe. Oleh sebab itoe moedah ia memerintah moeridnja. 2. Goeroe mendjadi teladan segala pengadjarannja. Oleh sebab itoe anak-anak soeka menjampaikan perintah Goeroe.

Adapoen kewadjiban orang atas badannja sendiri itoe telah diterangkan diatas. Lain dari pada itoe hendaklah Goeroe menjampaikan djoega jang terseboet dibawah ini: a Pada sangka kebanjakan orang, Goeroe itoe ta' perloe sehat badannja. Atjap kali terdjadi seorang anak, jang ta' koeat melakoekan' pekerdjaan, jang berat, laloe disoeroeh mendjadi Goeroe. Akan tetapi Goeroe, jang tidak koeat badannja itoe, tentoe tidak tahan mengadjar, lama kelamaan seganlah ia bekerdja. Kalau begitoe pekerdjaannja koerang berfaedah dan kalau kanak-kanak koerang senang mendengarkan pengadjaran itoe. Pendeknja: Hendaklah Goeroe memeliharakan badannja, soepaja djangan berpenjakit atau badan koerang sehat. b. Pakaian dan badan Goeroe djanganlah koerang bersih. c Apabila Goeroe berkata-kata, djanganlah terlaloe tjepat, Hendaklah terang soearanja dan bahasanjapoen beratoeran, serta lemah lemboet. d. Perloe amat Goeroe mengetahoei hal sopan santoen, soepaja dapatlah ia memberi teladan jang baik, kepada moerid-moeridnja, serta kelakoeannja djangan ada tjelanja. A.G.G. 167


e Hendaklah Goeeroe radjin bekerdja. Djikalau Goeroe koerang radjin, tentoe anak-anak merasa, bahwa bekerdja dengan radjin itoe tidak perloe f Atjap kali ada Goeroe, apabila telah masoek kesekolah, baharoelah ia memikirkan apa, jang akan diadjarkannja kepada moerid-moeridnja (oempamanja: perkataan dan kalimat, jang hendak diboeat dictee, dipikirkannja pada sementara itoe djoega, laloe diseboetkannja). Djalan jang demikian itoe, salah sekali. Segala perkara, jang akan diadjarkan, haroeslah dipikiri oleh Goeroe sebeloem ia masoek keroemah sekolah. g Kemoedian dari pada mengadjar, hendaklah Goeroe menimbang perkara, jang telah diadjarkan, soepaja dapat ia mengetahoei apa jang salah atau koerang baik. h Haroeslah Goeroe mengetahoei sendiri betoel-betoel segala perkara, jang diadjarkannja dan haroeslah senantiasa ia menambah kepandaiannja, misalnja: Memeriksa djalan pengadjaran, jang dipakai oleh temandja, ataupoen membatja soerat hal 'ilmoe mendidik dan mengadjar dan lagi bermoepakat dengan teman-temannja tentang perkara, jang bergoena oentoek pekerdjaan Goeroe. i Goeroe itoe haroeslah sabar dan haloes boedinja. Soenggoehpoen begitoe djanganlah membiarkau perkara, jang koerang patoet. j Anak-anak itoe senantiasa riang hatinja dan soeka bermain-main. Sebab itoe djanganlah Goeroe bermoeram moeka dan keras tabi`atnja. k Perloe benar kepada Goeroe soeka mengadjar. Djikalau ada orang, jang tidak soeka mengadjar, djanganlah ia mendjadi Goeroe, sebab tentoe senantiasa soesah hatinja dan pengadjarannja koerang goenanja.

[Ada samboengan]


NORMAALSCHOOL Pada masa jang akan datang.

Satoe Voorstel jang pada tempatnja - Onderwijsraad harap perhatikan!

Berhoeboeng dengan adanja A l g e m e e n e I n d. K w e e k s c h o o l jang baharoe ini, jaitoe satoe peroebahan jang menaikkan peilnja pengadjaran di H.I.S. dengan maksoed akan menjamakan pengadjaran sekolah itoe dengan pengadjaran di Europeesche Lagere School dan di H.C.S., maka toean Koedonowarso didalam SOELOEH INDONESIA, seorang jang specialiteit didalam Onderwijs, telah mengeloearkan segala pikirannja jang berhoeboeng dengan Inlandsch Onderwijs, dengan titel : „De Hervorming van het Inlandsch Onderwijs".

Empat kali bertoeroet-toeroet ia keloear dengan artikelnja jang penting itoe baroe habis. Dalam pada mana ada kami ambil, jaitoe hanja jang berhoeboeng dengan artikel jang tertoelis diatas ini sadja. Dengan ringkas, 168 A.G.G.


artinja kira-kira begini:

Hendaklah Normaalschool jang sekarang ini dioebah seboleh-bolehnja menoeroet matjam baroe, berhoeboeng dengan peroebahan Kweekschool jang sekarang mendjadi Holl. Ind. Kweekschool, agar pengadjaran (peil) disekolah kelas II poen bertambah baik - poela keadaannja. Banjak orang bertanja, apakah pemoeda-pemoeda jang masih ber 'oemoer 16 ke 17 tahoen itoe, jang baroe keloear dari Normaalschool akan sanggoep mendjalankan kewadjibannja sebagai jang terseboet didalam "Ilmoe mendidik?" Akan mendapat goeroe-goeroe jang agak toea sedikit; kalau soedah keloear dari N.S. diminta orang, soepaja N.S itoe didjadikan 5 tahoen.

Dengan sangat sedih, haroeslah diterangkan disini, bahasa pengadjaran N.S. jang sekarang ini, tidak poela sama dengan pengadjaran pada Kweekschool lama. Itoe dapat diboektikan sebagai ini :

Kweekschool lama, dikepalai oleh seorang directeur jang berhoofdacte, dengan dibantoe sekoerang-koerangnja 2 goeroe Europa jang berhoofdacte juga, dan goeroe-goeroe Boemi poetera jang mengadjarkan bahasa anak Negeri dan menggambar.

Goeroe-goeroe N.S. jang sekarang ini, hanja tordiri dari seorang Directeur dengan dibantoe 3&4 orang goeroe Boemi poetera, jaitoe jang mempoenjai tjo diploma Kweekschool sadja.

Jang diterima djadi moerid di N.S. jaitoe anak-anak jang telah tamat dari sekolah kelas II, jaitoe jang telah menempoeh oedjian toelatings-examen (oedjian masoek). Kebanjakan, baroe ber`oemoer 12 a 13 tahoen sadja. Anak itoe masik amat moeda, akan menoentoet peladjaran djadi goeroe.

Normaalschool jang baroe itoe, haroeslah didjadikan 5 tahoen, jaitoe 3 tahoen ...... itoe sebagai voorbereidende afdeeling dan 2 tahoen lagi vakafedeeling.

Peladjaran pada voorbereidende afdeeling jang 3 tahoen itoe sama dengan peladjaran sekolah M.u.l.o, hanja bedanja voertal di M.u.l.o. bahasa Belanda, sedang disini bahasa Anak Negeri. Jang diterima masoek ke voorbereidende afdeeling itoe, jaitoe moerid-moerid jang telah tamat dari sekolah kelas II ,jang berkelas VI.

Pada voorbereidencde afdeeling, diadjarkan: Wiskunde (Berhitoeng, algebra, ilmoe mengoekoer), ilmoe 'alam, 'ilmoe toemboeh2han, 'ilmoe hewan, 'ilmoe boemi, riwajat (geschidenis), bernjanji, pergerakan badan, staatsinrichting, scheikunde ('ilmoe kimia) dan bahasa Belanda.

Pada vakafdeeling jang 2 tahoen lagi, haroes diadjarkan: di voorschriften v/d zedoleer, peratoeran dan oendang-oendang pada pengadjaran rendah, de psijchologie ('ilmoe njawa), peladjaran tentang anak-anak, 'ilmoe (sjaraf) mendidik, methode (tjara-tjara) mengadjar dan praktijk mengadjar.

Praktijk mengadjar dilakoekan pada leerschool, dengan pimpinA.G.G. 169


an goeroe goeroe jang ternjata tjakap (Boekan jang o p g e l e i d ? Red A. G.G.), jang akan mendjadi tjontoh kepada kweekelingen itoe.

Kalau goeroe-goeroe Boemi poetera dididik sebagai jang terseboet, oentoek sekolah-sekolah kelas II, pertjajalah, jang kita akan mendjadi soeatoe bangsa jang baik kelak. [0.G]

Oleh karena kami poen setoedjoe dengan oeraian diatas, orgaan A.G.G. No. XI ini, kami kirim kehadapan p. toean H. SOETADI Lid Volksraad dan p. toean T.S.G. MOELIA Lid Volksraad dan Onderwijsraad di Weltevreden. Moga-moga berkat bersama-sama menjatakan setoedjoe, terboekalah hati beliau-beliau mendjadikan voorstel, menghidangkan pada raad-raad jang terseboet.

Red. A. G. G.


BERGOENAKAH RENTJANA INI ?

Sebeloemnja hamba engkoe2 beri ma'af, lebih dahoeloe hamba mentjeritakan bagaimana hati hamba kehadapan setengah engkoe2 jang menjebabkan hamba meminta ma'af itoe:

Pada soeatoe kali, ketika hari toetoep, sekolah hamba pergi berdjalan2 kesoeatoe negeri jang sedang ramainja. Kira2 poekoel 10 1 /2 sampailah hamba pada soeatoe lorong dan bertemoe dengan seorang teman hamba, jang mendjadi goeroe djoega dinegeri itoe. Kamipoen bertjakap-tjakaplah pada lorong itoe memperkatakan ini itoe, serta bertanjakan hal masing2. Sedjoeroes kemoedian datanglah poela 3 orang goeroe lagi ketempat kami itoe, serta toeroet poela bertjakap-tjakap dengan kami, sebagaimana jang biasa terlakoekan oleh kita, bila bertemoe dengan kawan2 jang segolongan dengan kita. Setelah poeas dari bertjakap-tjakap jang sambil berdiri itoe, maka teman hamba jang moela2 tadi, mengadjak kami ketempatnja pergi doedoek2 keroemahnja akan menjamboeng pertjakapan itoe. Kami semoeanja memperkenankan permintaan teman itoe. Diroemah teman itoe, kami telah memperbanjak matjam2 pertjakapan, jang masing2 mengeloearkan sebagaimana jang disoekainja; hingga sampailah poekoel 1 1 /2 kami bertjakap-tjakap disitoe. Karena waktoe lohor telah datang, hambapoen minta berdirilah kepada- engkoe2 itoe akan pergi mengambil air sembahjang serta teroes sembahjang sekali diroemah teman 'hamba itoe. Sesoedahnja hamba sembahjang, teman hamba itoepoen pergi sembahjang poela dan hamba doedoek kembali ketempat tahadi; sambil menjoeroehkan engkoe2 jang bertiga itoe sembahjang poela. Tetapi engkoe' jang seorang mengatakan, bahwa beliau ta'sembahjang, sebab hati beliau beloem soenji boeat mengerdjakan sembahjang; engkoe jang seorang lagi mengatakan bahwa kain sembahjang ta' ada, pada hal beliau boleh memindjam sebentar kepada jang 170

A.G.G.

paenja roemah asal beliau maoe, soeatoe tanda pada hamba bahwa beliau tentoe ta' sembahjang; engkoe jang seorang lagi mendjandjikan akan mengadla sadja nanti diwaktoe 'asar, menandakan beliau mangabaikan keperloean sembahjang, jang barangkali beliau itoe ta' sembahjang poela.

Pendjawaban engkoe2 itoe menjebabkan hamba mentjela fi'il beliau tentang itoe dalam hati hamba, karena ada2 sadja jang akan mendjadikan sebab maka beliau berani meninggalkan sembahjang. Akan hamba beri nasihat beliau waktoe itoe, ta' berani hamba, sebab beliau soedah toea dari pada hamba dan pangkat beliau tinggi2 dari pada hamba; lagi tentoe orang jang berfikiran lebar dan berpengetahoean tjoekoep akan mengadjari dan akan memberi nasihat pada diri beliau masing2, tentang apa2 jang perloe, dilakoekan dan diperboeat. Sedangkan anak2 atau orang besar2 sekalipoen teradjar, terperintah dan ternasihati oldh beliau, betapa lagi diri beliau sendiri.

Boekankah dengan engkoe2 jang bertiga itoe sadja hamba bertemoe dengan jang ta'sembahjang, hanja banjak jang lain2 lagi, ada jang moeda baikpoen jang toea, atau jang berpangkat tinggi sekalipeen, terlaloe banjak jang meninggalkan sembahjang, hanjalah kebanjakan dari engkoe2 itoe `asjik dengan p kerdjaan dan kepelisiran jang bergoena oentoek didoenia sadja, dari sehari kesehari, dari pagi sampai petang, kadang2 teroes lagi sampai malamnja, dengan itoelah beliau manghabiskan oemoer beliau2 itoe, tidak mengingatkan hidoep jang fana ini, hingga tiap2 hamba bertemoe dengan engkoe2 jang sematjam itoe, datanglah pentjelaan dalam hati hamba kepada engkoe2 itoe; karena apalah gerangan jang mendjadi sebab2 bagi beliau2 jang maoe meninggalkan sembahjang itoe. Sembahjang soeboeh adanja sebeloem matahari terbit, jang pada waktoe itoe kita telah patoet poela bangoen dari tidoer akan mengambil oedara baik sekali, 'sebab menoeroet kata orang jang ahli2, rasanja kalau hamba ta' salah, adalah menjihatkan poela bangoen sebeloem matahari terbit itoe. Sembahjang lohor tibanja setelah matahari toeroen dari tengah hari, jang pada waktoe itoe tentoe kita telah berhenti poela dari kerdja doenia. Dari lohor sampai besok paginja boleh dikatakan kita tiada bekerdja lagi, hingga ta'menghalangi bagi sembahjang 'asar, magrib, dan 'isja. Djadi tentang waktoe adalah berlapang-lapang benar hingga ta',menghalangi bagi kerdja dan berpelisiran doenia.

Akan hamba katakan karena ta' berkain sembahjang, soeatoe moestahil benar, sebab barang2 beliau banjak dan bagoes; kain Boegis dan Djawa atau Samarinda ada pada beliau.

Tentang poeasa djangan dikata lagi, sangatlah banjak jang tiada mendjalankan, masih banjak jang tiada menjempoernakan poeasa dalam seboelan Ramadlan itoe, hanja ada djoega jang berpoeasa toea dan poeasa bongsoe sadja dan ada poela jang ta'—poeasa sehari djoea; pada A.G.G. 171.


bal golongan kita goeroe2lah jang sangat senang dari bekerdja dalam poeasa itoe, sebab lebih dari seboelan lamanja kita tiada bersekolah, soepaja ta' menghalangi kepada poeasa kita. Sedangkan orang lain banjak jang mengatakan, bahwa pekerdjaan goeroe ta'ada sedikit djoea jang menghalangi baginja berboeat ‘ibadat; akan tetapi amat sajang tiada berapa goeroe2 jang telah memperboeat sebagai wasangka orang2 lain itoe.

Sekianlah baroe sebab2 jang mendjadikan hamba minta ma'af, karena hamba telah menjesali kemaoean setengah dari engkoe2 jang telah melanggar doea matjam dari roekoen Islam itoe, ja`ni engkoe' jang ada mengakoe bahasa beliau ada, beragama Islam djoega, beloem berpisah kepada agama lain.

Djikalau sekiranja ada diantara engkoe2 atau menoeroet jang sebenarnja sekalipoen, bahwa perboeatan hamba ini salah, dari karena menjesali jang sebagai mentjela perboeatan engkoe' itoe, bagi hamba apa boleh boeat sadja, sebab hamba telah telandjoer menjesali setengah dari engkoe2, hanja jang akan datang lagi hamba ichtiarkan akan menghilangkan penjesalan bagi engkoe' itoe, asal engkoe' jang beloem mendjalankan roekoen' agama Islam dengan sebetoelnja itoe, telah memoelai melakoekan dengan bersoenggoeh-soenggoeh hati dan sama2 beroesahalah kita akan menoentoet `ilmoe achirat itoe, baikpoen dengan pertolongan goeroe2 agama, ataupoen dengan pertolongan orgaan2 kita jang telah diisi oleh engkoe HABIB AL MADJIDIJ dan engkoe2 'oelama jang lain dengan beberapa soesah pajah; asal kita maoe membatja koeat memahamkan isi karang-karangan beliau2 itoe. Dan djika perloe tentoe kita akan boleh poela bertanjakan apa2 jang beloem diketahoei dengan betoel kepada engkoe2 ahli agama itoe, asal kita maoe memasoekkan pertanjaan2 dalam orgaan kita ini. Pendeknja asal kita maoe bertanja atau mendjadi moerid, ta' poela akan koerang tempat bertanja dan orang jang akan djadi goeroe.

Demikianlah pengharapan hamba kehadapan engkoe-engkoe jang tersesali. Engkoe-engkoe beri ma'aflah hamba.

Sp. B. (Lid A.G.G. No. 349).


ONDERWIJSBOND PAJAKOEMBOEH

Pada hari AHAD 25 SEPTEMBER 1927 poekoel 9 pagi, telah berkoempoel segala goeroe-goeroe sekolah Gouvernenient kelas II dalam bahagian district Pajakoemboeh jang dihadiri oleh engkoe Dt. Radja Besar Schoolopziener. Jang tiada hadir karena ada halangan jaitoe:

1. Noersehan, Onderwijzeres Kopschool.
2. Abbas, Hulponderwijzer Kota Tengah. 172 A.G.G.

Arifin, Hulponderwijzer Pakan Rabaa.

TEMPATNJA DISEKOLAH PAJAKOEMBOEH I.

Adapoen maksoed perkoempoelan itoe, ialah hendak mendirikan Bond goeroe-goeroe, toedjoeannja akan memperloeas 'ilmoe goeroe (Onderwijs) jang bekal dilakoekan pada tiap-tiap sekolah.

Sebeloem vergadering dimoelai, lebih dahoeloe engkoe Dt. Radja Besar sebagai voorloopig Bestuur memberi selamat dan minta terima kasih atas kedatangan engkoe-engkoe jang lain. Kemoedian beliau menjatakan bahasa beliau berbesar hati sekali, karena goeroe-goeroe jang hadir maoe bersama-sama boroesaha memperloeas pengetahoean karena sepandjang pendapat beliau, apabila seorang toekang kajoe mempoenjai perkakas jang ‘tadjam dan haloes, ta' dapat tiada' hasil perboeatannja akan haloes poela. Demikian djoegalah segala goeroe-goeroe, makin mengetahoei ia akan 'ilmoe goeroe, makin bertambah baik hasil pengadjaran jang diberikannja kepada moerid.

Soedah itoe beliau menanjakan kepada engkoe-engkoe jang hadir jang tiada sesoeai deugan maksoed itoe. Njatalah bahwa segala engkoe menjoekai benar tentang maksoed itoe, sebab soedah siang ha' hari terang ba' boelan, tentang kebaikan toedjoeannja itoe. Karena engkoe-engkoe soedah semoefakat, maka beliau minta pada vergadering soepaja memberi nama akan Bond ini. Vergadering menetapkan namanja „ONDERWIJSBOND" dan bestuurnja dipilih dengan oendian serta ditetapkan :

1. Voorzitter: Dt. Radja Besar, Schoolopziener.
2. Ondervoorzitter: Dt. Besar, Onderwijzer Pajakoemboeh I
3. Secretaris: St. Diatas, Onderwijzer Pajakoemboeh II
4. COMMISARIS : Segala goeroe-goeroe kepala sekolah kelas II dalam district Pajakoemboeh jaitoe:
a. Dt. Marah Indo, Onderwijzer Kota Tengah
b. Aisjah, Onderwijzeres Meisjeskopschool
c. St. Tjaniago, Onderwijzer Tandjoeng Pati
d. St. Larangan, ,, Kota Baroe
e. Hakim, ,, Pakan Selasa
f. Amir Hoesin, ,,Pakan Rabaa

PUNTEN jang DIBITJARAKAN

Maksoed soerat padoeka toean inspecteur tanggal 24/8 1927 No.1888 segala sekolah Gouvernement dalam Afd. XI telah dikirim „soerat chabar Tani", moelai dari boelan Augustus 1927, soepaja diadjarkan tentang isinja di kelas IV dan dikelas V, waktoe `ilmoe alam. Bagaimana goeroe-goeroe melakoekan itoe, tentoelah tiada sesoeai pada tiap-tiap sekolah kelas II dalam district Pajakoemboeh; vergadering menetapkan. Halaman:PDIKM 691-11 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe November 1927.pdf/15 Halaman:PDIKM 691-11 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe November 1927.pdf/16 Halaman:PDIKM 691-11 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe November 1927.pdf/17 176 A.G.G.


Soal Agama manakah jang toean soekai soepaja diikoet orang sedoenia ? (Moedah-moedahan djawabnja djangan berlawanan dengan keterangan pada baris jang berikoetnja R).

h. Pada baris berikoetnja (moeka 49) toean seboetkan lagi begini: „Timbangan saja lain tidak menoeroet kemaoean masing2 orang jang akan memeloeknja. Apa agama jang dipakainja itoelah jang baik bagi dirinja dan itoelah jang betoel" Tetapi pada moeka 48, toean telah mengatakan „bahwa manoesia jang tidak bertoehan kepada Allah jang Esa hanja kepada patoeng, matahari, api, d.l.l. „sesat adanja".

Soal: Djadi bagaimanakah jang sebenarnja pendirian toean tentang segala agama? Boekankah berlawanan dengan keterangan bahagian g diatas?

Pengharapan

Moedah- moedahan soal hamba ini djangan poela sampai membawa toean memboeat propaganda tentang adjaran agama Isl. hendaknja. „Adat teloek timboenan kapal!" Tjoema djangan tertjentjang poear tergerak andilau. Seperti soerat kabar Pertandaan Zaman" (kaoem Zeven Daij Edventis) dalam roeangan „soal djawabnja" antara ia dengan kaoem protestan disinggoengnja poela agama lain, padahal dalam kitab2 kaoemnja sendiri ada perkataan begini : „Djika seorang menoeroet perkataan Allah, sebagaimana jang dia tahoe, meskipoen dia memakai agama apa poen, dia anak Allah adanja" Dalam kitabnja jang lain, banjak kita bersoea jang menjatakan pendiriannja kaoem itoe pada segala agama ada baik.— Tetapi ketika didalam berdjoeang (berdebat), mereka [Redactie P.Z.] loepa roepanja tentang pendirian kaoemnja.

Salam kenalan toean:

A. RIVAI

[Baso.]

  • ANEKA WARTA *

SEKOLAH BAROE. Pada tahoen 1928; oleh Gouvernement akan diboeka beberapa sekolah kelas II dan Meisjesvervolgschool. Di Sumatra Barat telah ditentoekan :

SEKOLAH KELAS II.

le. Padang (sekolah No. IX). -- 2e. Pajakoemboeh (sekolah No. III). -- 3e. Saroeaso, district Batoe Sangkar dan 4e. Siloengkang, afd. Tanah Datar, diboeka kemhali.

MEISJESVERVOLGSCHOOL.

le. Dangoeng-Dangoeng, afd. 50 Kota dan 2e. Magek, afd. Agam.

Njatalah kepada kita bahasa anak negeri di Minangkabau ini, borHalaman:PDIKM 691-11 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe November 1927.pdf/19 Halaman:PDIKM 691-11 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe November 1927.pdf/20 Halaman:PDIKM 691-11 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe November 1927.pdf/21 Halaman:PDIKM 691-11 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe November 1927.pdf/22

Toko Peroesahaan !

SAROENGS TENOENAN SAMARINDA ASLI.

Harga saroengs ditahoen 1927 ini ada lebih moerah dari tahoen 1926 dan begitoe djoega dari kita poenja saroengs semoeanja pembikinan sendiri, boekan beli dipasar (commissie) dengan lain orang; boeat kirim pada sekalian langganan seloeroeh Hindia. Melainkan tjobalah toean ambil pertjobaan, pesan pada ini adres dan bandingkan saja poenja barang dengan lain-lain firma jang telah ada memasjhoerkan namanja dalam soerat2 chabar; nanti toean dapat tahoe jang lebih moerah boeat mendjoealnja dari saroengs Samarinda Asli. Dan tjorak seperti Hitam, biroe, oengoe, merah hidjau, poetih, tjoklat enz.-enz. dan masih banjak lagi jang beloem diseboetkan disini

Boeat hitam tjoerak biroe dan oengoe roepa2 per codi f 250. ---f 300.--
„ poetih „ „ „ „ „ „ „ „ „ „ f 300.— —f 325.--
„ „ „ „ „ „ „ „ „ „ „ „ „ f 350.— —f 400.—

Boeat potongan tidak dapat menoeroet harga diatas, karena kalau pesanan sampai sekoerang-koerangnja 10 potong, baroe dapat memboeat harga diatas ini.


Pesanan boeat pakai menoeroet atoeran dibawah ini, baroe dapat dikirim.

Kwaliteit No. 1 A f 50.---f 52.-- f.55,-- per potong
„ „ „ „ 1. f 40.— f 45.-- f 4.50 „
„ „ „ „ 2. f 30.- f 3.50.—f 35.-- „
„ „ „ „ 3. f 0.--f. .50 f5.--- „
„ „ „ „ 4. f 4.50 f 16.50 f 17.50 „

Pesanan dikirim Rembours, kalau tidak setoedjoe, boleh kirim kembali, nanti ganti lain matjam, kalati kirim wang lebih doeloe korting 5%, ongkos kirim divrijkan.--

MENOENGGOE DENGAN HORMAT

Moh. Dachlan bin Hadji Barachim,

SAMARINDA (BORNEO)

FEUILLETON

KARENA HOEDJAN

Soeatoe tjeritera jang sesoenggoehnja. Oleh redactie A.G.G.

VIII

Waktoe nona itoe berkata: „ja", lenjaplah rasanja semangatkoe, tentoelah pada sa'at ini sahadja; akoe dapat melihat wadjah moekanja itoe.

Karena waktoe itoe masih hoedjan, penompang-penompang tidak lekas-lekas toeroen. Nona itoe segera mendapatkan akoe jang berdiri dibelakang auto itoe, katanja: "Toean akan teroes ke Moeara Aman saja sehingga ini sadja tetapi doea 'hari dibelakang, saja akan datang ke Moeara Aman, menghantarkan badjoe hoejan toean ini serta balasannja. Nanti toean akan mendapat Djanganlah toean tjemas akan hilang badjoe hoedjan toean itoe.

Sambil berkata demikian, diroeroetnja sebentoek tjintjin intan djarinja, diberikannja kepadakoe.

Dengan ta' dapat lagi menolak pemberiannja itoe, koesamboetlah sambil berkata: „Ja nona. tidaklah tjemas hatikoe akan kehilangan badjoe hoedjan itoe, tetapi tjemas hatikoe tidak akan bertemoe lagi dengan toean'!.

Hendak koesorongkan tangankoe mendjabat tangannja jang seperti landak itoe, tetapi malang ......... tiba-tiba tangannja ditariknja kembali, sambil berkata: "Saja tidak akan memberikan tangan saja pada toean, sebeloem kasih toean itoe; dapat saja balas dengan sepenoeh-penoehnja. Sekarang selamat djalan toean dahoeloe."

Sekalipoen pada waktoe itoe, hatikoe rasa tertjaboet sebagai disembar petoes dan halilintar, tetapi dapatlah djoega akoe membalas perkataannja serta menjeboetkan : Selamat tinggal dan lekas-kita bertemoe lagi".

Dengan badjoe hoedjankoe jang masih dipakainja itoe, didjinjingnja seboeah koffer koelit ketjil, menoedjoe seboeah djoli-djoli tambangan jang ada berdiri kira-kira 10 M. djaoehnja dari tempat auto itoe berhenti. Akoe poen memandang nona itoe dari belakangnja dengan piloe dan sedih hati; Badjoe kebaja pendeknja goentingan Bandoeng jang akoe lihat pada toeboehnja, waktoe kami masih sama-sama dalam auto, soedah diselimoeti oleh badjoe hoedjankoe; hanjalah dapat akoe lihat toemitnja poetih koening, sebagai teloer boeroeng itoe. Lenjap pikirankoe melihat keadaannja waktoe itoe.

Setelah ia masoek kedalam djoli-djoli dan tiada kelihatan lagi olehkoe, akoe masih djoega termenoeng, menghadap djalan raja itoe, seolah-olah penglihatan indah itoe, masih ada diroeang matakoe. Pikirankoe melajang kian kemari, terkadang-kadang merasa maloe, sebab soedah menerima tjintjin nona itoe, karena tidak sepadan dengan harga badjoe hoedjankoe; tentoelah ia memikirkan akoe ini, seorang jang soeka mengena, tetapi ta' soeka terkena.

[Ada samboengan].