Aboean Goeroe-Goeroe, Desember 1927

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

12 DECEMBER 1927 Tahoen VII.
A.G.G.

Telah disahkan oleh pemerintah dengan besluit tanggal 17 Nov.'22 No. 7.

HARGA BERLANGGANAN SETAHOEN:

Lid A. G. G. ........ f 1.---

Boekan Lid ......... ,,3.---

Terbit di FORT DE KOCK sekali seboelan.

Segala pembajaran diminta lebih dahoeloe.

BAJARAN ADVERTENTIE:

Tiap-tiap kata ........ f 0.10

Sekali masoek sekoerang-koerangnja f 1.-

1 pagina .............. f 5.---

Berlangganan boleh berdamai.

BESTUUR A.G.G. DI FORT DE KOCK:

Voorzitter: St. Bahéramsjah -- Ondervoorzitter: B. St. Radja Emas -- Wd. Secretaris: Kasip. -- Adjunct Secretaris: H. St. Ibrahim Thesaurier: St. SaripadoCommissaris*: Dt. BagindaManan -- J. St Radja EmasDt. Radja IbadatSoehoedKasip.

ISINJA:

1. Apakah sebab orang mendjadi heran halaman 181.
2. Conferentie goeroe2 Pariaman ,, 186.
3. Orgaan kita pada kalangan atas ,, 188.
4. DJAWAB [dari soalah toean A. Rivai Baso] ,, 189.
5. Sedikit koetipan dari Begrooting 1928 (De Volksschool) ,, 194.
6. Comite penolong koerban Siloengkang ,, 195.
7. Bestuur Vergadering ,, 196.
8. Penarik moerid2 ,, 197.
9. Ma'loemat Redactie & Administratie ,, 180.
10. Penerimaan wang A.G.G. ,, 199.
11. Taman Persoal Djawaban ,, 200.
Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/2

DECEMBER 1927

No.

-- 12 --

A.G.G.

TAHOEN

VII.

Orgaan oentoek pemadjoekan Onderwijs, bahasa dan bangsa.

REDACTIE:

B. SOETAN KAJO
H. SOETAN IBRAHIM
Di Pajakoemboeh:
DATOE' RADJA BESAR

ADMINISTRATEUR:

SOETAN SARIPADO, Thesaurier
A. G. G. FORT DE KOCK.
Oentoek segala pembajaran.

Medewerkers:

Sjech Mohd. Djamil Djambe — St. Pamoentjak, gep. Hoofdschoolopziener -- Dt. Madjolelo, Districtshoofd -- Dt. Rangkajo Maharadjo, Districtshoofd — Roesad St. Perpatih, Districtshoofd — Dt. Sanggoeno di Radjo, Ahli `adat — Ahmad Saleh, Ind. Arts — St. Kenaikan, Direct Kweeksch: Islamijah —K. Masjhoer, Ond. H. I. S. — M. Abd. Moenit, Inl. Rechtskundige.

Medewerkers:

Sjèch Mohd. Djamil Djambě — St. Pamoentjak, gep. Hoofdschoolopziener — Dt. Madjolelo, Districtshoofd Kl. I — Roesad St. Perpatih, Districtshoofd — Dt. Sanggoeno di Radjo, Ahli 'adat — Ahmad Saleh, Ind. Arts. — St. Kenaĩkan, Direct: Kweeksch: Islamijah — M. Abd. Moenit, Inl. Rechtskundige.


APAKAH SEBAB ORANG MENDJADI HERAN ?:

Djawab: Semoea penglihatan, pendengaran, perasaan, jang beloem pernah dililiat, didengar dan dirasai, tentangan baik barang, baik sifat barang-barang.

A. Seorang anak heran, apa sebab benggolnja jang terletak baik dalam sakoenja, tiba-tiba lenjap waktoe ia hendak membeli panganan.

a. Beggoluja terdjatoeh, waktoe ia bergeloet dengan temannja ditengah djalan.

B. Seorang kampoeng heran, apa sebab ajamnja dimakan moesang tadi malam, sedang bawah roemahnja disesak baik-baik.

b. Dia tiada melihat sesak hampir seboeahtonggak, ada berloebang, sehingga moesang boléh meloeloeskan dirinja masoek kekandang itoe.

C. Seorang schrijver hèran, apa sebab temannja jang sama-sama lama dalam dienst, begitoe lekas dinaikkan .mendjadi menteri Politie.

c. Schrijver itoe tjakap, dan tadjam pikirannja mentjari keterangan da lam perkara kepolitiean.

D. Seorang saudagar héran, apa sebab saudagar Tamin Soetan Maharadja, kajoen barangnja dan lekas djadi kaja, sedang matjam barang jang terdapat dalam tokonja, sama djoega dengan barang orang lain.

d. Saudagar Tamin Soetan Maharadja, pandai mentjari langganan, dia selaloe berlakoe manis kepada orang-orang jang membeli atau kepada orang jang berhoetang.

E. Akoe amat héran pada masa ketjilkoe akan, hal kapal selain, apa sebab orang jang mendjalankan kapal tidak mati lemas dalam air.

e. Tetapi waktoe akoe soedah melihat kapal selam itoe dipelaboehan Emmahaven waktoe bertjamoek perang Roes dengan Djerman, hilanglah kehérauan akoe itoe, sebab telah akoe periksa mesin-mesin dan perkakas akan pendjalankan kapal itoe dan tempat orang mengambil oedara soepaja orang jang ada didalam kapal itoe djangan lemas.

F. Héran! Héran! kapal terbang, barang jang bersajap seperti boeroeng dapat melajang diatas oedara jang lapang itoe.

Demikianlah setelah koelihat alat perkakas jang ada dalam kapal oedara itoe, dengan sekedjap mata djoega, hilanglah kehéranan hatikoe itne.

HERAN BIN ADJAIB

Waktoe akoe mendengar tjeritera, orang jang pandai menggilakan loekah, laloe moeloetkoe menganga mengatakan ta'moengkin dan hatikoe berkata „moestahil"

Kalau orang jang menjoempalkan tjeritera itoe ketelingakoe, seorangjang lebih moeda dari padakue, dengan segera keloear dari moeloetkoe perkataan „kamoe bohong". Tetapi kalau orang itoe lebih toea dari padakoe, akoe tertawa senjoem sadja.

Mendiang Bondjol Alain jaog hidoep kini, mengatakan : „.Dia indoek padi dan indoek pitih" gell hatikoe mendengarnja, sebab lantas pada pikirankoe mengatakan mendiang itoe telah beroebah pikirannja.

Ada akoe dengar hal2 jang menghérankan oempamanja sihir Magribi dan ditanah Europa 'ilmoe jang pakai me— me— (separitisme, magipetisme) pada achir perkataan itoe, tetapi pendengaran dan kepertjajaankoe tentang itoe, hanjalah sebagai akoe bermimpi djoega lajaknja.

Akan tentoelah, segala kaoem sedjawatkoe akan berpikir seperti pikirankoo jang terseboet diatas, sebab segala perkara jang tiada dapat dipikirkan dan lantaskan pada angan, itoelah 'ilmoe jang héran bin 'adjaib, selain dari djalan mengenal TOEHAN.

Bagaimanakah pikiran toean-toean dan entjik-entjik, kalau ada seorang goeroe mengadjarkan aiau mentjeriterakan kepada moerid-moeridnja, anak toean-toean dan entjik-entjik, tjeritera jang anéh seperti :

1. Tjintjin pandai terbang.

2. Tjintjin pandai memandjat gelas dan stopflesch.

8. Tjintjin pandai berkelahi.

4. Tjintjin pandai disoeroeh mengambil bénggol dan teloer. 5. Teloer ajam pandai berkoekoek.

6. Tongkat pandai berpoetar sendirinja diatas seboeah stopflesch.

7. Rantai arlodji pandai berdiri rnentjari arlodji, jang soedah ditjeraikan dari padanja.

8. Arlodji jang berdjalan sendiri diatas lantai mendapatkan rantainja jang terletak djaoeh dari padanja.

9. Popi jang pandai tidoer, tegak dan menari berapa lamanja dilantai papan dengan menoeroetkan lagoe harmonika.

10. Courant jang pandai bladeren [memboeka] sendirinja.

Tentoelah toean-toean dan entjik-entjik mendjatoehkan kehéranan kepada goeroe jang mengadjarkan itoe, dengan titel :„goeroe méréng otak" dan sebentar itoe djoega, akan kita tjaboet anak-anak kita dari sekolah itoe.

Dan apabila toean Inspecteur mendengar hal ini, tentoelah telegram melajang ke Betawi, memvoorstelkan goeroe malang itoe: ongeschikt, diperhentikan.

Kalau seorang pengomisi sekolah seperti Redactie A.G.G. mentjeriterakan hal itoe kepada goeroe-goeroe atau membenarkan segala jang 10 fasal itoe, ta' dapat tidak vonnis ongeschikt telah hampir mendekati pintoe koehoernja. Akan tetapi.........

Menoeroet pepatah Minangkabau: „ Walaupoen akan djiwa jang akan melajang, lamoen kata benar dan penglihatan jang sah, mesti dibenarkan djoegu".

Biarlah Redactie A. G. (i. akan mendapat titel apa matjam, sekalipoen, beranilah ia mengatakan hal jang 10 fasal perkara itoe benar ja benar. 'Adjaib! 'Adjaib! 'Adjaib!

Pemandangankoe itoe boekanlah pemandangan 2 boeah matakoe sadja, tetapi ditambah poeloehX2 mata. mata orang baik-baik dan berpengetahoean.

INILAH KESAHNJA:

Pada malam 20/21 October 1927, soedahlah dengan gerak Toehankoe, jang melindoengkan akoe pada waktoe siang dan malam, akan menoendjoekkan rahmatnja padakoe, soepaja akan menoekari ongeloofheidkoe selama ini dengan sebenarnja pertjaja.

Pertjaja akoe akan barang jang moestahil selama ini, pertjaja akoe barang-barang jang ta' loeloes dalam pikirankoe, jang ta' lantas pada angankoe, jang ta' dapat tertjapai dengan pikiran, walau bagaimana sekalipoen djoega tjaranja berpikir.

Pada malam itoe, setelah beberapa orang leden roemah bola Pajakoemboeh berkoempoel, kira-kira poekoe1 9 malam, disanalah telah koelihat perkara-perkara 'adjaib itoe. Semoea meréka jang berédar mengelilingi orang jang pandai sihir itoe, Amat namanja, tidak ada jang tidak menggéléngkan Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/6 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/7 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/8 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/9 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/10 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/11 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/12 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/13 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/14 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/15 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/16 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/17 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/18 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/19 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/20 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/21 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/22 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/23 Halaman:PDIKM 691-12 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Desember 1927.pdf/24