Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, 20 Oktober 2004

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Jump to navigation Jump to search

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA


PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DI ISTANA NEGARA

TANGGAL 20 OKTOBER 2004

Assalamu 'alaikum wr. wb.

Salam sejahtera untuk kita sekalian

Saudara-saudara sebangsa dan se tanah air.

Hari ini, syukur kita kepada Allah SWT semakin berlipat ganda. Setelah melalui proses pemilu yang panjang, hari ini di hadapan anggota MPR, saya dan Saudara Jusuf Kalla telah mengambil sumpah sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2004-2009. Pelantikan kami hari ini menandai tampilnya Pemerintahan baru, yang mendapat mandat langsung dari rakyat. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas partisipasi, dukungan dan kepercayaannya.

Perkenankan pula saya-atas nama pribadi, atas nama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan atas nama bangsa Indonesia menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Ibu. Megawati Soekamoputn dan Bapak Hamzah Haz yang selama menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2001 2004 telah menjaga konstitusi, memimpin Pemerintahan, serta membimbing kehidupan berbangsa dan bernegara dengan baik.

Jasa, bakti dan segala jerih payah Presiden Megawati Soekamoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz kepada bangsa dan negara akan tercatat abadi dalam lembaran sejarah bangsa Indonesia. Saya akan senantiasa menjaga tali persaudaraan dengan Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Hamzah Haz yang saya hormati, sebagai tokoh-tokoh nasional.

Kita semua perlu menjunjung tinggi petuah dari Presiden Soekarno yang pernah mengingatkan bahwa: "di dalam persatuan kita berdiri, di dalam perceraian kita runtuh".

Saudara sebangsa dan setanah air,

Hari ini, kita telah berhasil melampaui ujian sejarah yang maha penting.

Pertama, bangsa kita telah berhasil melaksanakan pemilu nasional secara demokratis, jujur, tertib, damai. Pemilu kita tahun ini merupakan maraton pemilu yang paling ambisius, paling rumit dan paling kompleks di dunia, namun bangsa kita berhasil menuntaskannya dengan baik.

Kita semua patut berbangga memiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mampu melaksanakan tugas beratnya secara independen, profesional dan bertanggung jawab.

Kedua, seperti yang baru kita saksikan, dalam suatu upacara yang khidmat di Gedung MPR/DPR pagi tadi, bangsa kita telah berhasil melangsungkan proses pergantian pemerintahan secara konstitusional, demokratis, tertib dan damai. Alhamdulillah, bangsa kita telah semakin dewasa dalam berdemokrasi, serta telah mampu membangun budaya politik yang semakin matang.

Dengan keberhasilan ini, kita bukan saja berhasil memantapkan langkah sebagai negara demokrasi yang besar, kita juga menjadi tauladan bagi komunitas demokrasi dunia.

Bangsa kita telah dua kali melakukan pemilu sejak bergulirnya reformasi : yakni tahun 1999 dan tahun 2004. Dalam transisi demokrasi di negara manapun, pemilu yang kedua biasanya disebut sebagai pemilu yang kritis, yang merupakan batu ujian dari kematangan suatu demokrasi.

Dengan suksesnya pemilu tahun ini, kita maju selangkah dalam melakukan modernisasi politik di Indonesia.

Dengan pemilu legislatif tahun ini, kita juga telah maju selangkah dalam menempuh regenerasi politik Indonesia, yang dapat kita lihat dengan jelas tampilnya wajah-wajah baru yang segar dalam lembaga rakyat yang kita hormati.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Alhamdulillah, rangkaian Pemilu 2004 telah berakhir. Kini saatnya bagi kita untuk melangkah bersama, menjemput masa depan. Masa bersaing telah kita lalui, kini masanya untuk bersatu. Masa berucap dan berjanji pun telah kita lalui, kini masanya bertindak dan bekerja. Kini saatnya bagi kita untuk bersatu dalam kreasi, dan dalam karya bersama. Kini sudah saatnya kita memusatkan tekad, semangat, pikiran, dan perhatian untuk mengatasi berbagai tantangan dan persoalan yang kita hadapi tantangan dan persoalan yang dihadapi rakyat, bangsa, dan negara kita. Kita harus mengatasinya secara bersama-sama. Karena memang pemerintah yang saya pimpin tidak mungkin bisa mengatasi tantangan dan persoalan bangsa ini, tanpa dukungan dan partisipasi rakyat, serta seluruh komponen bangsa.

Seperti yang kita ketahui bersama, bagi para pendiri republik, tantangan terbesar adalah membebaskan bangsa dan rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan. Bagi generasi selanjutnya termasuk generasi kita tantangan terbesar adalah membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, serta dari berbagai belenggu yang menghambat berkembangnya kemampuan rakyat kita. Secara khusus, tantangan zaman bagi generasi kita adalah, memperkuat proses konsolidasi demokrasi, serta menuntaskan agenda reformasi.

Konsolidasi demokrasi yang terus berkembang, akan memberikan landasan yang kokoh bagi perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan. Di dalam kerangka kehidupan bersama yang semakin demokratis ini, agenda kebangsaan dan kenegaraan akan dapat kita jalankan secara baik, termasuk di dalamnya penuntasan berbagai agenda reformasi.

Dengan ketekunan, keyakinan, dan kerja keras kita bersama, Insya Allah, bangsa dan negara kita akan terus berkembang kehidupan rakyat akan semakin sejahtera, dalam kerangka kehidupan yang semakin aman dan semakin adil. Dan, dengan ini pula, saya yakin, bangsa kita akan menjadi bangsa yang disegani dan dihormati oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Saudara sebangsa setanah air, Suasana gembira hari ini diselimuti oleh rasa optimisme yang besar. Namun kita harus ingat, bahwa kita akan melampaui masa yang sulit, dan akan menghadapi tantangan yang berat: - Pertumbuhan ekonomi kita tahun ini, yang masih jauh dibawah 7 %, belum cukup untuk memberikan lapangan kerja - Lebih dari 10 juta saudara kita masih menganggur. - 16 % dari jumlah penduduk kita masih hidup dibawah garis kemiskinan. - Walaupun ada kecenderungan rasio hutang terhadap PDB menurun, namun masalah hutang tetap menjadi beban besar yang melilit perekonomian kita. - Saudara-saudara kita di Aceh dan di Papua masih resah. - Situasi keamanan di Poso dan Maluku sudah terkendali, namun belum sepenuhnya pulih. - KKN masih terus menjadi persoalan sistemik. - Situasi internasional masih tidak menentu. - Harga minyak terus melambung jauh di atas asumsi APBN. - Dan ancaman terorisme serta kejahatan transnasional masih terus menghantui kita.

Marilah kita semua bekerja keras, untuk menghadapi segala tantangan yang berat ini.

Besok pagi, tanggal 21 Oktober, insya Allah saya akan melantik anggota Kabinet Masa Bhakti 2004-2009. Setelah itu, kami akan langsung menyingsingkan lengan baju, untuk merumuskan dan menjalankan langkah-langkah awal kebijakan, dan rencana aksi Pemerintah.

Dalam beberapa bulan mendatang, Pemerintahan akan mencurahkan perhatian untuk menata masalah-masalah dalam negeri. - Pemerintahan akan menstimulasi kehidupan ekonomi, guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, yang dapat menyerap tenaga kerja dan membantu mengentaskan kemiskinan. - Pemerintahan akan terus menjalankan kebijakan ekonomi terbuka, dalam rangka berintegrasi dengan ekonomi regional dan internasional. Untuk itu, Pemerintah akan terus meningkatkan produktifitas dan daya saing. - Pemerintahan akan menggalakkan investasi untuk pembangunan infrastruktur. - Pemerintahan secara aktif akan melancarkan program pemberantasan korupsi, yang akan saya pimpin sendiri. - Pemerintahan akan memberi perhatian khusus terhadap penanganan situasi konflik di Aceh dan Papua. - Pemerintahan akan memprioritaskan dan menata kebijakan Pemerintah di bidang pendidikan dan kesehatan. - Pemerintahan akan melakukan dialog intensif dan konstruktif 'dengan pelaku-pelaku ekonomi, terutama dengan dunia -usaha, termasuk para investor yang saya harapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi kita. - Pemerintahan akan memberikan perhatian khusus pada desentralisasi dan otonomi daerah, untuk menjamin pelayanan Pemerintahan yang lebih baik, tanpa menimbulkan ekonomi biaya tinggi. - Pemerintahan akan berusaha keras membentuk Pemerintah yang bersih dan baik (good governance) serta tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Namun saya mengingatkan : segala persoalan bangsa yang rumit ini tidak mungkin diselesaikan hanya dalam 100 hari. Tidak semudah membalik telapak tangan.

Tetapi, saya yakin bahwa tekad dan itikad baik kita jauh lebih unggul dari permasalahan yang dihadapi. Disinilah watak dan ketangguhan kita sebagai bangsa yang besar sedang diuji.

Bagi bangsa yang besar, semakin berat ujian yang membebaninya akan semakin tinggi ketangguhannya; dan semakin hebat cobaan yang dialaminya akan semakin kokoh imannya; semakin deras ia diterpa badai akan semakin kokoh rasa kesetia-kawanannya; semakin ditantang rasa kebangsaannya akan semakin kokoh rasa persatuannya. Mari kita buktikan dan bangun kebesaran kita sebagai bangsa.

Insya Allah, dengan kebersamaan dan kerja keras kita, kita akan mampu mewujudkan. kondisi Indonesia yang Iebih balk : Iebih aman, Iebih adil, Iebih sejahtera. Saudara sebangsa setanah air, Dengan dada yang lapang dan keyakinan yang bulat, hari ini kita membuka lembaran baru dalam sejarah bangsa Indonesia. Kinilah masanya kita menyongsong fajar.

Kepada rakyat Indonesia di manapun berada, saya mengucapkan terima kasih, atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya, dan Saudara Muhamad Jusuf Kalla. Walaupun kini saya telah menjadi Presiden, saya tidak berbeda dari saudara semuanya : saya hanyalah warga biasa yang lahir dari keluarga biasa yang lahir, tumbuh dan dibesarkan oleh negara dan masyarakat.

Dengan mandat yang saya terima Iangsung dari saudara, saya bertekad bukan saja untuk menjadi Presiden Republik Indonesia, namun juga menjadi Presiden Rakyat Indonesia, seluruh rakyat Indonesia I

Saya akan terus menjaga kontrak politik yang mulia dengan rakyat. Pikiran, tenaga dan waktu yang saya miliki, akan saya dedikasikan untuk memajukan dan melindungi setiap insan Indonesia.

Kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah, saya dan Wakil Presiden Yusuf Kalla bertekad, akan bekerja-sama dengan saudara-saudara untuk kepentingan nasional, kepentingan seluruh rakyat Indonesia, sesuai dengan amanah konstitusi dan undang-undang yang harus sama-sama kita junjung tinggi.

Untuk itu, saya berharap kita dapat bekerja bersama-sama mengatasi berbagai persoalan yang kita hadapi. Rakyat tentu menuntut kita semua untuk bahu-membahu menciptakan lapangan kerja, mengatasi kemiskinan, membangun kembali infrastruktur kita, dan masih banyak- lagi persoalan rakyat. Rakyat memerlukan kepemimpinan dan keteladanan

Kepada segenap jajaran Pemerintahan utamanya para pegawai negeri sipil di pusat dan daerah, seta para tentara, para polisi, para karyawan BUMN-saya mengajak kita semua untuk menyongsong pemerintahan baru dengan semangat baru, dengan pengabdian yang semakin meningkat, dan bersama seluruh rakyat untuk mewujudkan kehidupan bersama yang lebih balk. Banyak hal penting dalam kehidupan bersama, berada dalam tanggung jawab Saudara. Mari kita jalankan tugas dan kewajiban tersebut dengan penuh tanggung jawab. Kita semua adalah abdi negara. Pemerintah dan seluruh pegawai negeri memang mengemban tugas untuk melayani dan mengabdi pada rakyat, pada negara. Jagalah semangat pengabdian ini. Negara manapun di dunia ini hanya akan berjaya apabila didukung oleh aparat Pemerintah yang bersih, profesional, dan tanggap atas aspirasi dan perkembangan masyarakatnya.

Kepada sahabat-sahabat Indonesia di dunia internasional, terimalah uluran tangan persahabatan kami.

Pemerintahan yang saya pimpin akan tetap berpegang teguh pada politik bebas aktif. Dalam pentas internasional, Indonesia akan menjadi suara nurani untuk memajukan perdamaian, meningkatkan kesejahteraan, dan membela keadilan. Indonesia akan terus tumbuh menjadi bangsa yang demokratis, terbuka, modern, pluralistik dan toleran.

Secara khusus saya juga ingin mengucapkan penghargaan kepada pada Tamu-tamu Negara dari negara sahabat, yang memberikan kehormatan yang luar biasa, dengan kehadiran beliau-beliau di dalam acara pelantikan Presiden dan wakil Presiden, yang diselenggarakan di Gedung MPRIDPR tadi pagi.

Kita menghargai kehadiran Yang Mulia Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi, Yang Mulia Sultan Brunei. Hasanal Bolkiah, Yang Mulia Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Yang Mulia Perdana Menteri Australia John Howard, dan Yang Mulia Perdana Menteri Timor Leste Marie Alkatiri. Saya ucapkan terima kasih pula kepada para pemimpin negara sahabat yang mengirim Utusan Khusus, dari Belanda, Filipina, Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam. Secara pribadi, dan atas nama rakyat Indonesia, saya merasa berbahagia dan terhormat atas perhatian Yang mulia, pada pemerintahan baru yang saya pimpin.

Saudara sebangsa setanah air,

Setelah dilantik sebagai Presiden dan wakil Presiden pagi tadi, saya akan memusatkan perhatian untuk menyelesaikan susunan kabinet 2004-2009, yang Insya Allah akan saya umumkan malam ini: Lebih lanjut, kabinet ini akan segera saya lantik, dengan harapan bahwa kabinet segera dapat beradaptasi dan dapat bekerja dengan baik.

Saya pastikan bahwa saya bersama seluruh jajaran pemerintahan baru, akan bekerja keras dengan menjaga amanah seluruh rakyat. Untuk itu, saya mohon doa restu, dukungan, den kepercayaan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, untuk menjalankan amanah dan ketetapan konstitusi selama lima tahun ke depan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan kekuatan bagi kita semua.

Terima kasih,

Wabillahittaufik Wal Hidayah
Wassalammu' alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, 20 Oktober 2004
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Dr. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO