Lompat ke isi

Halaman:Sistem Kesatuan Hidup Setempat Daerah Bali.pdf/118

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

kan. Dan hal itu bukan menjadi masalah karena di antara sesama warga komunitas selalu ada tokoh-tokoh atau figur-figur seperti ini yang secara umum diharapkan oleh setiap warga dapat bertindak sewaktu-waktu sebagai pimpinan mereka.

Pimpinan informal seperti di kalangan warga komunitas segera dikenal walaupun mereka secara tegas tidak mempunyai hak, kewajiban, persyaratan baik pengangkatan maupun pelaksanaan tugasnya demikian juga dengan atribut atau simbol yang memberi mereka tanda yang jelas sebagai pimpinan.

Dalam kepemimpinan formal dikenal adanya lapangan kepemimpinan yang menyangkut kedinasan dan administrasi, di mana pemimpin yang diserahi tugas dan kewajiban untuk hal itu memang menangani masalah-masalah tersebut saja. Seorang pimpinan informal dalam hal ini secara tegas memang tidak menangani masalah tersebut secara resmi tetapi secara tidak resmi warga masyarakat menyerahkan pemecahan masalahnya kepada mereka. Karena itu lapangan kepemimpinan unsur pimpinan informal ini adalah menangani masalah-masalah sehari-hari yang ada hubungannya dengan kedinasan, yang secara awal dicoba diselesaikan olehnya untuk kemudian diteruskan kepada pimpinan yang formal. Suatu misal warga komunitas menghadapi kesukaran dalam mengisi suatu formulir isian tentang sensus, pajak, atau survey-survey, maka sebelum mereka menanyakannya kepada kepala desa atau kelihan dinas maka mereka berusaha untuk menanyakannya dahulu kepada tokoh-tokoh yang mereka anggap dapat memberikan keterangan atau petunjuk.

Bidang lain yang memunculkan pula pimpinan informal seperti ini misalnya bidang yang menyangkut keamanan, atau hal-hal yang berhubungan dengan masalah kepolisian untuk diminta suatu keterangan, maka sebelum mereka pergi memberikan keterangannya kepada polisi, umum mereka mendiskusikan atau menanyakan dahulu pada orang-orang yang mereka anggap mengetahui masalah-masalah seperti itu.

Beberapa faktor yang mendukung peranan pimpinan informal seperti ini antara lain : faktor kemahiran, mengusai suatu masalah, senioritas atau status dalam masyarakat. Kemahiran menguasai masalah-masalah atau menangani masalah tertentu sangat mendukung kepemimpinan mereka. Mereka akan muncul atau mereka akan selalu dicari oleh warga komunitas seandainya ada terasa tantangan terhadap masalah tersebut. Karena itu pengalaman mereka untuk menguasai atau menyelesaikan masalah-masalah yang ada sangat mendukung peranan mereka dalam memimpin warga komunitas.

108