Pidato Presiden Republik Indonesia pada peresmian Gedung Studio Produksi TVRI 24 Agustus 1982
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Saudara-saudara ;
Hari ini kita bersama berkumpul di sini untuk menyaksikan peresmian Gedung Pusat Produksi TVRI.
Gedung yang megah dan indah seperti yang kita saksikan bersama ini, mempunyai peranan yang penting bagi kehidupan bangsa kita. Sebab dari gedung inilah disiapkan sebagian besar siaran TVRI yang dipancarkan ke seluruh penjuru Tanah Air melalui stasiun-stasiun pemancar dan stasiun-stasiun penghubung. Siaran-siaran itu mempunyai pengaruh terhadap kehidupan masyarakat kita. Melalui siaran-siarannya TVRI tidak saja hanya meneruskan berita kepada masyarakat, menyajikan hiburan dan pengetahuan, tetapi juga dapat ikut membentuk pikiran masyarakat. Dan pikiran-pikiran positif dan penuh kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat merupakan kekuatan besar dalam membina kehidupan dan kesejahteraan bangsa kita.
Dalam membina kehidupan dan menggairahkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan itu, yang perlu mendapatkan perhatian adalah usaha untuk terus menumbuhkan semangat persatuan bangsa dan menumbuhkan sikap yang cocok bagi pembangunan itu sendiri. Tanpa semangat untuk bersatu, maka bangsa kita yang serba majemuk ini tidak mungkin akan menjadi bangsa yang kuat dan kokoh. Tanpa semangat dan kesadaran untuk bersatu padu, bangsa kita akan sulit untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang tergambar dengan indahnya dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar kita.
Hal-hal yang baru saya katakan tadi merupakan salah satu tugas penting dari TVRI dan semua alat komunikasi media massa kita lainnya.
Berulang kali saya tegaskan bahwa momentum pembangunan telah berada di tangan. Ini tidak akan dan tidak boleh kita lepaskan. Kita bersyukur terhadap hasil kerja pembangunan yang kita capai dan kita syukuri pertumbuhan ekonomi yang bisa kita raih sampai sekarang, hingga kita dapat melanjutkan langkah-langkah pemerataan menuju keadilan sosial. Sebagai bangsa yang membangun kita selalu menyadari bahwa maju atau mundurnya pembangunan, baik atau buruknya tingkat kesejahteraan adalah sepenuhnya di tangan kita sendiri.
Dalam hubungan inilah TVRI dalam penyelenggaraan siarannya berperan untuk menyebarluaskan semangat kerja dan semangat membangun bagi masyarakat. Sebagaimana diamanatkan di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara maka tugas media massa adalah untuk dapat menggelorakan semangat pengabdian perjoangan bangsa, memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional, mempertebal rasa tanggung jawab dan disiplin nasional serta menggairahkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Di samping memiliki fungsi untuk mendidik dan menyajikan acara hiburan, TVRI juga berperan untuk menyampaikan kecepatan informasi yang setiap hari bisa diikuti melalui Siaran Berita ataupun Laporan Pembangunan. Dalam hal ini saya ingin menekankan pentingnya peningkatan secara terus menerus siaran pedesaan.
Peranan RRI dan TVRI dalam menyajikan siaran pedesaan telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kita, yang sebagian besar justru tinggal di daerah pedesaan. Melalui siaran itu kita semua mengetahui kemajuan yang telah dicapai oleh setiap daerah, kita juga makin menyadari betapa besar tantangan yang kita hadapi dalam pembangunan ini.
Karena masalah nasional kita yang terbesar dewasa ini dan juga untuk jangka panjang adalah masalah pembangunan, maka menyebarluaskan gagasan-gagasan dan masalah-masalah pembangunan adalah tugas media massa kita — terutama TVRI — yang penting dewasa ini. Pemberitaan dan ulasan yang disiarkan, hendaknya dapat memberi inspirasi dan dorongan kepada masyarakat untuk lebih giat melaksanakan pembangunan tadi.
Dalam melaksanakan pembangunan itu, mulai REPELITA III — dan juga untuk REPELITA-REPELITA selanjutnya — usaha pemerataan menuju keadilan sosial kita beri tekanan yang makin besar.
Saudara-saudara;
Jika 20 tahun yang lalu, ketika masyarakat Indonesia untuk pertama kali menyaksikan siaran TVRI, kita hanya memiliki 2 buah stasiun penyiaran yaitu di Jakarta dan Yogyakarta, maka pada tahun ini kita sudah memiliki 9 stasiun penyiaran yang dilengkapi dengan stasiun-stasiun pemancar dan stasiun penghubung yang jumlahnya 210 buah dan 10 buah stasiun produksi keliling yang dapat menembus desa-desa kita.
Siaran TVRI yang pada tahun 1965 hanya dapat ditangkap di wilayah Jakarta dan Yogyakarta saja, kini telah dapat ditangkap hampir di seluruh penjuru Tanah Air, malahan ke negara-negara tetangga kita. Jika pada saat kita mulai membangun lebih kurang 15 tahun yang lalu pesawat televisi masih merupakan barang mewah, maka saat ini hampir setiap desa di wilayah Tanah Air kita yang luas ini telah memiliki pesawat televisi.
Dalam hubungan ini, yang juga membanggakan kita semua adalah bahwa seluruh perencaaan dan penyelenggaraan siaran serta pelaksanaan pembangunan studio maupun stasiun-stasiun pemancar dan stasiun-stasiun penghubung telah dirancang dan dilaksanakan oleh tenaga-tenaga bangsa Indonesia sendiri. Hal ini mencerminkan betapa pesatnya kita memanfaatkan kemajuan-kemajuan teknologi — khususnya Media Massa Elektronika — bagi kemajuan bangsa kita. Pesatnya kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh TVRI ini antara lain juga karena kerja keras dari pimpinan dan para karyawannya.
Pemerintah memang telah memberikan perhatian yang besar dan investasi yang tidak sedikit bagi perkembangan TVRI. Namun hanya dengan perhatian dan investasi yang besar saja, tanpa kerja keras dari pimpinan dan karyawannya, TVRI tentu tidak akan mengalami perkembangan sepesat apa yang tadi saya kemukakan. Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini, yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun TVRI yang ke-20, kepada pimpinan dan seluruh jajaran karyawan TVRI di manapun berada, saya ucapkan selamat dan saya sampaikan penghargaan atas sumbangsih karya Saudara-saudara kepada pembangunan bangsa kita. Kobarkan terus semangat kerja dengan penuh pengabdian dan kreativitas untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Saya berharap agar TVRI terus maju dan berkembang, sejalan dengan gerak cepatnya pembangunan di segala bidang.
Akhirnya dengan ini saya resmikan penggunaaan Gedung Pusat Produksi Televisi ini.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rakhmatNya kepada kita semua.
Terima kasih,
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SOEHARTO
Karya ini berada pada domain publik di Indonesia, karena tidak dilindungi hak cipta berdasarkan Pasal 42 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Tidak ada Hak Cipta atas:
- hasil rapat terbuka lembaga-lembaga Negara;
- peraturan perundang-undangan;
- pidato kenegaraan atau pidato pejabat Pemerintah;
- putusan pengadilan atau penetapan hakim; atau
- kitab suci atau simbol keagamaan.
Karena merupakan dokumen resmi pemerintahan, karya ini juga berada pada domain publik di Amerika Serikat.