Pembicaraan:Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Perubahan EYD[sunting]

Bagian daftar isi[sunting]

Lama

Daftar isi:
I. Pemakaian Huruf

A. Huruf Abjad
B. Huruf Vokal
C. Huruf Konsonan
D. Huruf Diftong
E. Gabungan Huruf Konsonan
F. Pemenggalan Kata

II. Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring

A. Huruf Kapital atau Huruf Besar
B. Huruf Miring

III. Penulisan Kata

A. Kata Dasar
B. Kata Turunan
C. Kata Ulang
D. Gabungan Kata
E. Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya
F. Kata Depan di, ke, dan dari
G. Kata si dan sang
H. Partikel
I. Singkatan dan Akronim
J. Angka dan Lambang Bilangan

IV. Penulisan Huruf Serapan
V. Pemakaian Tanda Baca

A. Tanda Titik
B. Tanda Koma
C. Tanda Titik Koma
D. Tanda Titik Dua
E. Tanda Hubung
F. Tanda Pisah
G. Tanda Elipsis
H. Tanda Tanya

I. Tanda Seru
J. Tanda Kurung
K. Tanda Kurung Siku
L. Tanda Petik
M. Tanda Petik Tunggal
N. Tanda Garis Miring
O. Tanda Penyingkat (Apostrof)

Baru

Daftar isi:
I. Pemakaian Huruf

A. Huruf Abjad
B. Huruf Vokal
C. Huruf Konsonan
D. Huruf Diftong
E. Gabungan Huruf Konsonan
F. Huruf Kapital
G. Huruf Miring
H. Huruf Tebal

II. Penulisan Kata

A. Kata Dasar
B. Kata Turunan
C. Bentuk Ulang
D. Gabungan Kata
E. Suku Kata
F. Kata Depan
G. Partikel
H. Singkatan dan Akronim
I. Angka dan Bilangan
J. Kata Ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya
K. Kata si dan sang

III. Pemakaian Tanda Baca

A. Tanda Titik
B. Tanda Koma
C. Tanda Titik Koma
D. Tanda Titik Dua
E. Tanda Hubung
F. Tanda Pisah
G. Tanda Tanya
H. Tanda Seru

I. Tanda Elipsis
J. Tanda Petik
K. Tanda Petik Tunggal
L. Tanda Kurung
M. Tanda Kurung Siku
N. Tanda Garis Miring
O. Tanda Penyingkat
atau Apostrof


IV. Penulisan Unsur Serapan


Bennylin
05:45, 7 September 2011 (UTC)

Bagian isi[sunting]

(semua penomoran mengikuti daftar isi yang baru)

  • Bagian I E. ditambahkan catatan (di EYD lama catatan ini berupa Keterangan yang terdapat pada bagian akhir Bagian I.)
  • (Bagian I F. yang lama tentang Pemenggalan Kata dipindah ke II E. tentang Suku Kata)
  • (Bagian II (II A. dan II B.) yang lama dipindah ke bagian I, menjadi I F. dan I G.)
  • Perubahan dan tambahan pada bagian I F. tentang Huruf Kapital
    • Judul diubah dari "Huruf Kapital atau Huruf Besar" menjadi "Huruf Kapital"
    • Tambahan bagian 5 b.
    • Tambahan bagian 6 b.
    • Bagian 6 c. ditambahkan catatan
    • Bagian 8 a. dan b. dipecah dari 8 a. yang lama
    • Tambahan bagian 9 b. dan 9 c.
    • Perkecualian di 10 a. ditambah, dari dan menjadi dan, oleh, atau, dan untuk.
    • Bagian 10 b. ditambahkan catatan
    • Bagian (kaidah) 13. ditambahkan catatan
    • Tambahan bagian (kaidah) 16.
  • Perubahan dan tambahan pada bagian I G. tentang Huruf Miring
    • Bagian 1. ditambahkan catatan
    • Bagian 3 a. dan b. dipecah dari 3. yang lama
  • Tambahan I H. tentang Huruf Tebal
  • Perubahan dan tambahan pada bagian I A. tentang Kata Dasar
    • (tidak ada perubahan)
  • Perubahan dan tambahan pada bagian II B. tentang Kata Turunan
    • Tambahan bagian 1 b.
    • Tambahan bagian 4. catatan nomor (3), (4), (5)
  • Perubahan dan tambahan pada bagian II C. tentang Bentuk Ulang
    • Bagian 1. ditambahkan catatan (1) dan (2)
    • Tambahan bagian 2. beserta catatannya
  • Perubahan dan tambahan pada bagian I D. tentang Gabungan Kata
    • (tidak ada perubahan)
  • Perubahan dan tambahan pada bagian II E. tentang Suku Kata
    • Tambahan bagian 1 b.
    • Bagian 1 e. ditambahkan catatan (1) dan (2)
    • Tambahan bagian 2. catatan nomor (4)
    • Tambahan bagian 4.
  • (Urutan E-J yang lama disusun ulang. Huruf H→G, I→H, J→I, E→J, G→K)
  • Perubahan dan tambahan pada bagian II F. tentang Kata Depan
    • Judul diubah dari "Kata Depan di, ke, dan dari" menjadi "Kata Depan"
  • Perubahan dan tambahan pada bagian II G. tentang Partikel
    • Daftar keduabelas perkecualian partikel pun pada catatan pada bagian 2. dihilangkan (adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, walaupun)
    • Bagian 3. ditambahkan catatan
  • Perubahan dan tambahan pada bagian II H. tentang Singkatan dan Akronim
    • Bagian 1 c. (1), (2), dan 1 d. dipecah dari 1 c. yang lama
    • Bagian 1 c. (2) ditambahkan catatan
    • Definisi "akronim" pada bagian 2. diubah
    • Inkonsistensi: KTP merupakan dokumen resmi yang menurut Bab I, Huruf F, Butir 10 a perlu dikapitalisasi
  • Perubahan dan tambahan pada bagian II I. tentang Angka dan Bilangan
    • Judul diubah dari "Angka dan Lambang Bilangan" menjadi "Angka dan Bilangan"
    • Ditambahkan definisi "bilangan"
    • Definisi "bilangan" dan "angka" tidak lagi menjadi bagian 1. (lama) melainkan tidak bernomor
  • (Urutan 1-12 yang lama disusun ulang. Bagian 1 tidak dinomori lagi, 8→1, 9→2, 10→3, 2→4, 3→5, 4→6, 5→7, 6→8, 7→9, 11→10, 12→11)
    • Bagian 4. ditambahkan catatan (2)
    • Bagian 7 b. ditambahkan catatan (1) dan (2)
    • Bagian 11. ditambahkan catatan (1), (2), dan (3)
  • Perubahan dan tambahan pada bagian II J. tentang Kata Ganti
    • Judul diubah dari "Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya" menjadi "Kata Ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya"
    • Ditambahkan catatan
  • Perubahan dan tambahan pada bagian II K. tentang Kata Sandang
    • Ditambahkan catatan
    • Perubahan aturan: "sang Kancil" menjadi "Sang Kancil" karena merupakan nama diri
  • (Urutan bagian Pemakaian Tanda Baca dan Penulisan Unsur Serapan dibalik)
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III A. tentang Tanda Titik
    • Bagian 3. ditambahkan catatan (1) dan (2)
    • (Bagian 6 b, 7, dan 8 yang lama dipindah ke bagian 6 catatan (1), (2), dan (3))
    • Bagian 6. ditambahkan catatan (4)
    • Perubahan aturan: penulisan mata uang dolar mengikuti konvensi AS, bukan Indonesia: $ 50,000.50 (lihat pula catatan yang ditambahkan di bagian III B 12.)
    • Tambahan bagian 7.
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III B. tentang Tanda Koma
    • Contoh di bagian 2 ditambahkan dari "tetapi atau melainkan" menjadi "tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali"
    • Bagian 4. ditambahkan catatan
    • Bagian 5. diperluas
    • Bagian 7. merupakan bagian 14. yang lama
    • Bagian 11. ditambahkan catatan
    • Bagian 12. ditambahkan catatan
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III C. tentang Tanda Titik Koma
    • Tambahan bagian 2.
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III D. tentang Tanda Titik Dua
    • (tidak ada perubahan)
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III E. tentang Tanda Titik Hubung
    • Catatan pada bagian 1. (lama) tentang suku kata dihilangkan
    • Tambahan bagian 6 e.
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III F. tentang Tanda Titik Pisah
    • Bagian 3. ditambahkan catatan (1)
  • (Urutan G-M yang lama disusun ulang. Huruf H→G, I→H, G→I, L→J, M→K, J→L, K→M)
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III G. tentang Tanda Tanda Tanya
    • (tidak ada perubahan)
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III H. tentang Tanda Tanda Seru
    • (tidak ada perubahan)
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III I. tentang Tanda Elipsis
    • Bagian 2. ditambahkan catatan (1) dan (3)
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III J. tentang Tanda Petik
    • Perubahan minor pada judul
    • (Bagian 4, 5, dan catatan yang lama dipindah ke bagian 3. catatan (1), (2), dan (3))
    • Bagian 3. ditambahkan catatan (4)
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III K. tentang Tanda Petik Tunggal
    • Perubahan minor pada judul
    • Tambahan bagian 2.
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III L. tentang Tanda Kurung
    • Perubahan minor pada judul
    • Bagian 1. ditambahkan catatan
    • Opini: catatan pada bagian 1. terlihat terlalu dipaksakan, bahkan berlawanan dengan contoh yang diberikan 3 baris di atasnya
    • Bagian 4. ditambahkan catatan
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III M. tentang Tanda Kurung Siku
    • Perubahan minor pada judul
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III N. tentang Tanda Garis Miring
    • "atau, tiap" diganti menjadi "atau, tiap, dan ataupun"
    • Bagian 2. ditambahkan catatan
  • Perubahan dan tambahan pada bagian III O. tentang Tanda Penyingkat atau Apostrof
    • Perubahan minor pada judul

Catatan lain:

  • Istilah nama diri muncul dua kali lebih banyak (6x -> 13x)

Penulisan Unsur Serapan

  • Pengakuan bahwa bahasa Indonesia menyerap unsur bahasa Tionghoa
  • Penggunaan Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga
  • Tambahan:
    • a (ain Arab dengan a) menjadi 'a
    • ' (ain Arab) di akhir suku kata menjadi k
    • ck menjadi k
    • d (Arab) menjadi d (tetap?)
    • f (Arab) menjadi f (tetap?)
    • h (Arab) menjadi h (tetap?)
    • q (Arab) menjadi k
    • s (Arab) menjadi s (tetap?)
    • s (Arab) menjadi s (2) (tetap?)
    • t (Arab) menjadi t (tetap?)
    • w (Arab) tetap w
    • z (Arab) menjadi z
    • "-al, -eel (Belanda) menjadi -al" menjadi "-al (Inggris), -eel (Belanda), -aal (Belanda) menjadi -al"
    • -i (Arab) tetap -i
    • -iyyah, -iyyat (Arab) menjadi -iah
  • Ralat:
    • "oo (Belanda) menjadi u" (lama) dibagi dua: "oo (Belanda) menjadi o" dan "oo (Inggris) menjadi u"

Dapat dilihat bahwa kebanyakan tambahan di atas adalah untuk bahasa Arab. Sama sekali tidak ada tambahan untuk kaidah penyerapan / pembentukan istilah dari unsur bahasa Tionghoa, Portugis, Spanyol, dan bahasa daerah di Indonesia. Hal ini semoga dapat ditambahkan pada edisi EYD yang berikutnya.


Bennylin
05:45, 7 September 2011 (UTC)

Bagian contoh[sunting]

(untuk lokasinya silakan gunakan Ctrl-F)

B. Huruf Vokal

  • "Upacara itu dihadiri pejabat teras pemerintah."-> "Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia."
  • (tambahan) "Di mana kécap itu dibuat?"
  • (tambahan) "Coba kecap dulu makanan itu."

C. Huruf Konsonan

  • "abad"-> "Abad"
  • "balig"-> "gudeg"
  • "sesak"-> "politik"
  • "kesal"-> "akal"
  • "anak"-> "tanah"
  • "Furqan"-> "status quo"(ini bukan di tengah kata, bukan?)
  • "-"-> "Taufiq"
  • "lemas"-> "tangkas"
  • "xenon"-> "xerox"(dalam keterangan, Xerox adalah nama diri, dan dikapitalisasi, tapi di dalam contoh tidak)
  • "-"-> "sinar-x"

D. Huruf Diftong

  • "syaitan"-> "malaikat"(hmm...)

E. Gabungan Huruf Konsonan

  • "hanyut"-> "banyak"

F. Huruf Kapital

  • "Dia mengantuk."-> "Dia membaca buku."
  • "Pekerjaan itu belum selesai. "-> "Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam."
  • Bapak menasihatkan, "Berhati-hatilah, Nak!"-> Orang itu menasihati anaknya, "Berhati-hatilah, Nak!"
  • "Besok pagi,"kata Ibu, "Dia akan berangkat". -> "Besok pagi,"kata Ibu, "dia akan berangkat."
  • (tambahan) "Hindu"
  • "Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya."-> "Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya."
  • "Tahun ini ia pergi naik haji."-> "Pada tahun ini dia pergi naik haji."
  • (tambahan) "Ilmunya belum seberapa, tetapi lagaknya sudah seperti kiai."
  • "Gubernur Irian Jaya"-> "Gubernur Jawa Tengah"
  • "bangsa Indonesia"-> "bangsa Eskimo"(wah...)
  • "bahasa Inggris"-> "bahasa Indonesia"
  • "mengindonesiakan kata asing"-> "pengindonesiaan kata asing"
  • (tambahan) "kejawa-jawaan"
  • (tambahan) "Perang Dunia I"
  • "Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya."-> "Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia."
  • (tambahan) "Amerika Serikat", "Eropa", "Jawa Barat", "Sungai Musi"
  • (penguranan) "Ngarai Sianok"
  • "mandi di kali"-> "mandi di sungai"
  • "pergi ke arah tenggara"-> "berenang di danau"
  • "garam inggris", "gula jawa", "kacang bogor"-> "nangka belanda", "kunci inggris", "petai cina"
  • "Departemen Pendidikan dan Kebudayaan"-> "Departemen Keuangan"
  • "Undang-Undang Dasar Republik Indonesia"-> "Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan"
  • (tambahan) "S.E. sarjana ekonomi", "S.Kp. sarjana keperawatan", "M.Hum. magister humaniora", "K.H. kiai haji"
  • (tambahan) "Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta."
  • (tambahan) "Siapa nama Anda?"
  • "Surat Anda telah kami terima."-> "Surat Anda telah kami terima dengan baik."
  • "majalah Bahasa dan Kesusastraan"-> "Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca."
  • "buku Negarakertagama karangan Prapanca"-> "Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa."
  • "surat kabar Suara Karya "-> "Berita itu muncul dalam surat kabar Suara Merdeka. "
  • "Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital."-> "Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital."
  • "Buatlah kalimat dengan berlepas tangan."-> "Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan berlepas tangan. "
  • (tambahan) "Orang tua harus bersikap tut wuri handayani terhadap anak."
  • "Weltanschauung antara lain diterjemahkan menjadi 'pandangan dunia'."-> "Weltanschauung dipadankan dengan 'pandangan dunia'."
  • (tambahan) "Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus."


Bennylin
05:45, 7 September 2011 (UTC)

Dari b:Bahasa Indonesia/EYD

  1. Tambahan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur nama seperti de, van, der, von, atau da.
  2. Tambahan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata bin dan binti (pada beberapa nama tertentu).
  3. Tambahan: Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada kata, seperti keterangan, catatan, dan misalnya
  4. Tambahan: Huruf tebal

Penanda waktu bukan bilangan desimal[sunting]

Saya kurang sepakat dengan salah satu diktum dalam halaman ini, yang menyatakan bahwa tanda titik juga digunakan untuk penanda waktu. Menurut saya, penanda waktu tidak sama dengan bilangan desimal yang pecahannya menggunakan tanda titik. Penanda waktu, dalam matematika, memiliki cara penghitungan tersendiri. Untuk lebih meyakinkan, silakan bikin hitung-hitungan menggunakan Ms Excel, dijamin tidak akan berhasil. Jika ada kesepakatan, halaman ini harus segera diamandemen. Jadi, tabel di bawah ini barangkali dapat menjadi patokan dan konsensus bersama:

Contoh Keterangan
13.30 salah
13:30 betul

Andriana08 (bicara) 6 Juni 2015 16.21 (UTC)

Penanda titik masih digunakan di kalangan militer, termasuk untuk koordinat dan waktu. Patokan untuk EYD bukan microsoft excel.
Juga, ini wikisource (sumber), bukan wikipedia. Berkas yang masuk bukan kesepakatan komunitas, melainkan, "Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009" - jadi ngga bisa diubah seenaknya ataupun berdasarkan kesepakatan. Di wiki sumber, segala kesalahan bahkan tipo apabila dari sumbernya demikian, harus diikuti.

Serenity (bicara) 8 Juni 2015 04.57 (UTC)

Pemenggalan kata 'citra'[sunting]

Menurut EYD, kata 'citra' apabila dipenggal menurut suku katanya menjadi apa ya? 111.95.9.47 20 Maret 2016 07.39 (UTC)

ci·tra
Bennylin
7 April 2016 16.13 (UTC)

EYD 2015[sunting]

http://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/01/salinan-permendikbud-nomor-50-tahun-2015-tentang-pedoman-umum-ejaan-bahasa-indonesia
Bennylin
7 April 2016 16.13 (UTC)

Beberapa perubahan dari EYD 2009 ke EBI 2015:

  1. I.A: Penambahan informasi pelafalan menggunakan diakritik é (taling tertutup) dan è (taling terbuka)
  2. I.B: Penambahan tanda diakritik untuk huruf "e": taling: é [e] è [ɛ] pepet: ê [ə]
  3. I.C: Penghilangan "k melambangkan bunyi hamzah"
  4. I.C: Penambahan "x pada posisi awal diucapkan "s"
  5. I.D: Penambahan diftong "ei", msl. "survei"
  6. I.F.2: Penambahan penjelasan unsur nama orang yang termasuk julukan ditulis dengan huruf kapital (msl. Dewa Pedang)
  7. I.F.2: Penambahan penjelasan unsur nama orang yang bermakna "anak dari" (bin, van, dll) tidak ditulis dengan huruf kapital
  8. I.F.9: Penambahan cara pembedaan unsur nama geografi yang menjadi bagian nama diri dan nama jenis
  9. I.F.12: Penambahan contoh gelar lokal (Daeng, Datuk, dll.)
  10. I.F.13: Penambahan penjelasan penulisan kata atau ungkapan lain yang digunakan sebagai penyapaan ditulis dengan huruf kapital (Hai, Kutu Buku)
  11. I.G.3: Perubahan "bukan bahasa Indonesia" > "dalam bahasa daerah atau bahasa asing" ditulis dengan huruf miring
  12. I.G.3: Penambahan catatan bahwa nama diri dalam bahasa daerah atau bahasa asing tidak perlu ditulis dengan huruf miring
  13. I.H: Penghilangan klausul bahwa bukan huruf tebal yang dipakai untuk menegaskan, melainkan huruf miring
  14. I.H: Penghilangan klausul penggunaan huruf tebal dalam kamus
  15. I.H.1: Penambahan klausul "Huruf tebal dipakai untuk menegaskan bagian tulisan yang sudah ditulis dengan huruf miring"
  16. I.H.2: Penambahan contoh bagian karangan yang ditulis dengan huruf tebal
  17. II.E.5: Penambahan klausul "Singkatan nama diri dan gelar yang terdiri atas dua huruf atau lebih tidak dipenggal"
  18. II.F: Perubahan judul "Kata Depan di, ke, dan dari" menjadi "Kata Depan"
  19. II.G.2: Penambahan keterangan "Partikel pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai"
  20. II.I.12: Penambahan klausul "Bilangan yang digunakan sebagai unsur nama geografi ditulis dengan huruf", misalnya "Kelapadua"
  21. II.J: Penghilangan "Kata ganti itu (-ku, -mu, dan -nya) dirangkaikan dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan huruf kapital."
  22. III.E.5: Penambahan klausul penggunaan tanda hubung antara (1) kata dengan kata ganti Tuhan, (2) huruf dan angka, serta (3) kata ganti dengan singkatan
  23. III.E.6: Perubahan klausul "Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing" dari awalnya hanya bahasa asing saja, msl. di-sowan-i
  24. III.E.7: Penambahan klausul "Tanda hubung digunakan untuk menandai bentuk terikat yang menjadi objek bahasan"
  25. III.J.2: Penambahan "judul lagu, film, sinetron" sebagai judul yang diapit dengan tanda petik
  26. III.L.3: Perubahan klausul "Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda pemerincian"
  27. III.N.3: Penambahan klausul "Tanda garis miring dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau pengurangan atas kesalahan atau kelebihan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain"
  28. IV: Penambahan dan pendetailan banyak unsur serapan bahasa Arab (berikut huruf Arabnya), misalnya "i" huruf Arab

--ivanlanin 7 Mei 2016 15.10 (UTC)