Malam Kudus

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Versi Protestan[sunting]

Versi Kidung Jemaat 92, terjemahan Yamuger

Malam kudus, sunyi senyap;
dunia terlelap.
Hanya dua berjaga terus
ayah bunda mesra dan kudus;
Anak tidur tenang,
Anak tidur tenang.

Malam kudus sunyi senyap
Kabar Baik menggegap;
bala sorga menyayikannya,
kaum gembala menyaksikannya:
"Lahir Raja Syalom,
lahir Raja Syalom!"

Malam kudus, sunyi senyap.
Kurnia dan berkat
tercermin bagi kami terus
di wajah-Mu, ya Anak kudus,
cinta kasih kekal,
cinta kasih kekal.

Versi Katolik[sunting]

Versi 1990/Puji Syukur 451[sunting]

Stanza I[sunting]

Malam kudus,
malam kudus.
Langit bersinar
gemilang dan indah
nampak cahaya
terang benderang

Marilah kita
pergi segera,
turut gembala
bersujud sembah

Palungan tahta-Nya,
kandang istana-Nya:
Putra Allah,
Putra Allah.

Malam kudus,
malam kudus.
Langit bersinar
genilang dan indah
nampak cahaya
terang benderang

Marilah kita
pergi segera,
turut gembala
bersujud sembah

Palungan tahta-Nya,
kandang istana-Nya:
Putra Allah,
Putra Allah.

Stanza II[sunting]

Malam kudus,
malam kudus.
Turun malaikat
membawa berita:
Damai di bumi,
Mesias daťang

Marilah kita
pergi segera,
turut gembala
bersujud sembah

Palungan tahta-Nya,
kandang istana-Nya:
Putra Allah,
Putra Allah.

Stanza III[sunting]

Putra Allah,
Putra Allah
wujud jelmaan
Allah pengasih
Dikau terbit
dari akar Yesse

Juru selamat
yang mahabesar,
suci kanji
waku yang tercemar

Bukalah tangan-Mu,
limpahkan padaku
damai tenang,
damai tenang.

Stanza IV[sunting]

Putra Allah,
Putra Allah
Biar kubalas
cinta-Mu yang baka
dengan cintaku
yang tulus mesra

Juru selamat
yang mahabesar,
suci kanji
waku yang tercemar

Bukalah tangan-Mu,
limpahkan padaku
damai tenang,
damai tenang.

Versi 1992/Puji Syukur 452[sunting]

Stanza I[sunting]

Malam kudus,
sunyi senyap,
dunia terlelap.

Hanya dua
berjaga terus
ayah bunda
mesra dan kudus;

Anak tidur tenang,
anak tidur tenang

Stanza II[sunting]

Malam kudus,
sunyi senyap,
“Gloria!” menggegap.

Bala surga
menyanyikannya
dan gembala
menyaksikannya:

lahir Sang Penebus,
lahir Sang Penebus.

Stanza III[sunting]

Malam kudus, sunyi senyap,
Kurnia dan berkat
tercermin bagi kami terus
di wajah-Mu, ya Anak Kudus:

cinta kasih kekal,
cinta kasih kekal.

Media[sunting]

Templat:Audio

Templat:Multi-listen end

Referensi[sunting]