Lompat ke isi

Majalah Horison/1966/Nomor 3/Kekasih Mendiang

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Kekasih Mendiang
Woe Ti

WOE TI

KEKASIH MENDIANG

Tak kudengar lagi dia
Tapi dulu desir gaunnja restu bahagia
Kini kosong dan sepi kamarnja
Debu bertumpukan, begitu aman
Daun berdesik rindu membelai djendela
Disana ditirai djendela
Kenapa tak melintas lagi bajang tubuhnja
Kenapa tak berdesir lagi gaunnja
Mari, kembalilah kau kuminta

Terdjemahan: Hartojo Andangdjaja
lewat Slauerhoff's Verzamelde Gedichten II