Lompat ke isi

Halaman:Zonder lentera.pdf/119

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

111

Tjia Be Liauw djadi sanget merasa heran jang itoe commissaris tiada seboet satoe apa dari perkara makanan boesoek. Boeat abisken penasaran, ia braniken hati aken menanja

— „Apakah toean tida maoe tanja dari laen-laen oeroesan lagi sama saja?“

— „Tida.“

— „Saja permisi, toean, saja maoe tanja sedikit sama toean, bagimana toean poenja njonja dan anak, apakah sakitnja sekarang soedah baek dan tida koerang apa-apa?“

— „Tida perloe kowe tjari taoe dari halnja saja poenja njonja dan anak!“ membentak de Stijf; „God verdomme, kowe koerang adjar sekali! lekas pigi dari sini!“

— „Saja, toean, trima kasih toean,” berkata Be Liauw sambil bongkokin badannja, moendoer-moendoer dan manggoet bebrapa kalih, lantes boeroe-boeroe djalan kaloear dengen girang dan hati lega, kerna itoe bahaja heibat jang tadi ia begitoe koeatirken, ternjata tida ada sama sekali. Berbareng dengen itoe, ia merasa menjesel soedah tempiling dan maki-maki pada Sarnah jang kasalahannja, soedah tjampoerin kepiting boesoek, tida menerbitken kasoedahan djelek seperti jang ia kira. Boeat bikin itoe njaie