Lompat ke isi

Halaman:Wasiat Jang Beharoe.djvu/342

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

334 2 KORINTl VI, VII.

naän, dengan chabar jang djahat dan chabar jang baïk, saperti orang pĕnipoe, maka bĕnar djoega,
9. Sapĕrti orang jang tiada dikĕnal, maka dikĕnal baïk-baïk: sapĕrti orang jang mati, tĕtapi sasoenggoehnja kami hidoep; sapĕrti orang jang disiḳsa, maka tiada sampai diboenoeh;
10. Sapĕrti orang jang berdoeka-tjita, maka senantiasa bĕrsoeka-tjita djoega; sapĕrti orang papa, maka mĕngajakan banjaḳ orang; sapĕrti orang jang tiada mempoenjaï barang sasoeatoe, maka mĕmpoenjaï djoega sakaliannja.
11. Hai orang Korinṭi, bahwa moeloet kami terboekalah kapada kamoe dan hati kami pon loewaslah,
12. Boekan kamoe kapitjikan dalam hati kami, mĕlainkan kamoe kapitjikan dalam hatimoe sĕndiri.
13. Maka sakarang, soepaja kita sama berbalas (maka akoe mĕngatakan ini sa'olah-olah kapada anaḳ-anaḳkoe) hĕndaḳlah kamoe pon mĕloewaskan hatimoe.
14. Maka djangan kamoe mĕmakai sama koḳ jang tjanggoeng dĕngan orang kafir; karĕna apakah padannja kabĕnaran itoe dengan kadjahatan? dan apakah pĕrsamaannja tĕrang dĕngan gelap itoe?
15. Dan apakah faḳatnja Almasiḥ dĕngan Belial? ataw apakah pĕrolihan orang jang bĕrimán itoe dĕngan orang kafir?
16. Dan apakah pĕrhoeboengan bait-Oellah dĕngan brahala? Ka- rĕna kamoe inilah bait-Oellah jang hidoep, sapĕrti firmán Aliah, boenjinja: Bahwa Akoe akan diam dalam mareka-itoe dan berdjalan di-antara mareka-itoe; maka Akoelah mĕndjadi Allahnja dan mareka-itoelah mendjadi oematkoe.
17. Maka sĕbab itoelah firmán Toehan: Kaloewarlah kamoe dari antaranja dan bĕrtjĕrailah daripadanja, dan djangan mendjamah jang nĕdjis itoe, maka Akoe pon akan mĕnĕrima kamoe,
18. Dan mĕndjadi Bapa kamoe, dan kamoe ini mendjadi anaḳkoe laki-laki dan pĕrampoean, demikianlah firmán Toehan jang maha koewasa adanja.


FAṢAL VII.

HAI kĕkasihkoe, sĕbab pada kita adalah perdjandjian jang dĕmikian, maka hĕndaḳlah kiranja kita mĕnjoetjikan diri kita daripada sĕgala katjĕmaran badan dan djiwa, sĕrta mĕnjampoernakan penjoetjian dĕngan takoet akan Allah.
2. Arakian, maka hĕndaḳlah kamoe mĕnĕrima akan kami. Bahwa kapada sa'orang pon tiada kami mĕmboewat salah dan sa'orang pon tiada kami roesakkan, dan kapada sa'orang pon tiada kami mĕntjĕhari oentoeng diri kami.
3. Boekan akoe bĕrkata demikian hĕndaḳ mĕnsalahkan kamoe, karĕna dehoeloe soedah koekatakan bahwa kamoe adalah dalam hati kami akan mati dan hidoep bĕrsama-sama.
4. Bahwa bĕrsarlah bĕranikoe dalam bĕrkata-kata kapadamoe, dan banjaḳlah kapoedjiankoe sĕbab kamoe; maka telah akoe penoeh dĕngan pĕnghiboeran dan bĕrkalempahanlah kasoekaänkoe dalam sĕgala kasoekaran kami.
5. Karĕna tatkala kami masoeḳ kadalam negari Maḳĕdoni, maka toeboeh kami tiada mĕndapat pĕrhĕntian, melainkan kami mendapat kasoekaran bĕrkoeliling, diloewar ada pĕrang didalam ada katakoetan.
6. Tĕtapi Allah, jang mĕnghiboerkan segala orang jang rendah hati, Ija djoega jang tĕlah meng-