Lompat ke isi

Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/64

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Soen Eng mengawasi dua kawannja, ia lihat Tjio Hoa lebih perlu dibantu, maka ia lari keadiknja. Sambil membentak, ia serang musuh jang bertangan kosong. Dia melihat serangan, lantas lompat berkelit. Maka Soen Eng terus menjerang musuh jang lainnja.

Tjio Hoa mengambil kesempatan lompat mendekati kakaknja, karena Soen Eng bisa serahkan toja kepadanja,

,,Hadjar, entjie!" Tjio Hoa berteriak.,,Tidak salah lagi, mereka ini bangsa paha andjing !" Sembari berteriak, ia menjerang.

Habis itu Soen Eng lompat mundur.

,,Rapat!" dia berseru.,,Sambut sendjata ! Djangan biarkan ada jang lolos! Merekalah kuku garuda!" Yan Tjoe Hoei lantas berpikir. Ia tahu, pertempuran ini membuat mereka tidak akan dapat berdiam lebih lama lagi dikota Hay-an ini. Terang sudah, mereka telah dikuntit mata pembesar negeri. Maka ia berpikir pula:,,Baiklah mereka ini dirobohkan supaja mereka tidak dapat kesempatan memberi kabar pada kawan2nja".

Tuan rumah sementara itu takut bukan main,

,,Pergi pada kepala kampung !" ia suruh satu djongosnja. Belum lagi djongos itu berlalu, atau pintu pekarangan sudah dikuntji oleh tauwbak pengikut Yan Tjoe Hoel, Dia ini tjerdik dan tahu bagaimana harus bertindak. Dia insaf, jang perkara telah men-djadi hebat. Dia pun merintangi djongos itu.

Pertempuran tidak berdjalan lama. Tjio Hoa telah lantas dapat merobohkan satu lawannja, jang bermata tikus, jang terhadjar pahanja, Disebelah dia, satu kontjonja telah dibikin mental oleh Yan Tjoe Hoei. Mereka itu saling, memberi tanda, lantas mereka lari kepintu, tetapi mereka dapatkan pintu terkuntji, terpaksa mereka lompat naik keatas tembok.

Tjio Hoa hendak mengedjar, ia dilarang Yan Tjoe Hoei.

,,Sahabat baik, djangan kamu kegirangan tidak keruan!" berseru seorang dari atas tembok.,,Apa kamu sangka kita kalah benar-benar? Hm! Kita sedang menunaikan tugas, maka kita tjuma bisa memperlihatkan kepandaian kita sampai disini! Sampai bertemu pula!"

Paha andjing !" membentak Tjio Hoa.,,Apakah kamu kira kami takut ?" Ia lantas menggerakkan tubuhnja, untuk lompat menjusul, akan tetapi Soen Eng tahan dia,

247