dengan gadisnja. Lantas dia berpura-pura sakit, sehingga gadisnja jang mesti rawati padanja. Ketika ini dia pakai gadisnja untuk bersandiwara lebih djauh. Kepada gadisnja dia berlagak menjesal serta menjatakan selandjutnja tidak hendak membatalkan lagi pertunangan anaknja itu,
Nona Tjiang girang mendapat kenjataan ajah itu sudah berubah pikiran, maka pada suatu malam, ketika Ouw Tjeng Lip datang padanja — datang setjara diam2 seperti biasanja — disampaikan kepadanja hal perubahan sikap ajahnja itu. Tapi Tjeng Lip sangsi dan dia menduga_duga, entah bakal mertua itu hendak menggunakan tipudaja apa.
Selama itu, berhubung dengan tugasnja menghubungi kaum Siauw Too Hwee — perkumpulan rahasia Golok Ketjil, jang bertjita-tjita membangun negara — Tjeng Lip sering berdiam di Siangtjioe. Tempat bersarangnja ialah sebuah kuil ketjil diluar kota utara. Disana ia tinggal bersama Tjie Loosianseng, orang kepertjajaan mendiang ajahnja. Karena itu, ia dapat kesempatan untuk setiap waktu berkundjung kerumahnja Tjiang Tek, jang tinggal digang Tiang-leng.
Pemuda ini terliti. Setiap kali datang ia senantiasa waspada. Ia selalu memeriksa dulu didepan dan dibelakang rumah, Sampai sebegitu djauh, ia tidak pernah nampak kesulitan, maka lama2, perhatiannja mendjadi agak kurang. Ia tidak tahu, dipihak lain, Tjiang Tek tengah mengatur tipunja.
Untuk menawan Tjeng Lip, pihak tiehoe di Siangtjioe telah minta bantuan pembesar dari Kangleng. Dari sana dikirim lima orang polisi diantaranja Thio Djin Liong dan Pit Tay Kwee. Mereka ini ditempatkan dirumahnja Tjiang Tek dengan mengaku dirinja sebagai kuli2 sawah iparnja Tjiang Tek di Toan San itu. Mereka bersembunji diatas dan dibawah lauwteng. Lebih dulu daripada itu, mereka sudah meneliti djalan jang biasa diambil Tjeng Lip untuk masuk-keluar dirumah Tjiang Tek itu.
Kemudian datanglah malam jang di-tunggu2. Baru sadja Tjeng Lip lompat turun dari pajon rumah, atau kedua kakinja segera disambut dadung bandringan jang pandjang, hingga kakinja itu kena dilibat dan dia djatuh terserimpat tanpa ampun lagi, sehingga tanpa berdaja dia kena diringkus.