Menjaksikan ringannja tubuh orang, Hong Hoa terperandjat. Tidak dapat ia turut lompat naik kesitu, karena para2 itu terbuat dari bambu ketjil. Karenanja, terpaksa ia mengedjar dibawahnja.
Tiba dilain udjung, nona itu sudah lompat turun, terus lari ke samping. Disitu ada segumpulan pohon bambu lebat, Hong Hoa mengedjar terus, ia mendjadi penasaran sekali, ingin menempur orang itu, untuk membekuknja.
Sinona seperti hendak mempertontonkan kelintjahannja. Ia tidak lari terus atau menghilang, ia ber-lari2an disekitar situ, dengan lompat sana dan lompat sini, kekiri dan kanan. Ia gesit bagaikan burung hong atau litjin bagaikan naga.
Sia-sia belaka Hong Hoa mengedjar terus, ia tidak mampu mendekati. Inilah disebabkan terutama ia kuatir nanti kena terbong, karena ia dapat kenjataan orang itu tjerdik sekali.
Begitulah mereka ber-kedjar2an bagaikan main2. Lama2 Hong Hoa mendjadi hilang sabarnja, hingga ia mentjari sesuatu jang dapat digunakan sebagai sendjata rahasia, guna menghadjar botjah itu.
Djusteru itu sinona memperdengarkan tertawanja jang rianggembira lalu lari terus kearah selatan, hingga dilain saat dia sudah keluar dari kalangan taman itu. Dengan berlompat dia naik keatas genteng dan ber-lari2 diatasnja.
Hong Hoa mengedjar hingga ia melewati dua pekarangan dalam, lalu mendadak ia menghentikan tindakannja. Ia mulai bersangsi pula. Si nona pun berhenti berlari, tetapi dia menoleh kebelakang dengan tangannja dia meng-gape2. Hal ini membuat pemuda itu mendongkol lagi hingga kembali ia mengedjar.
Sekarang nona itu berlompat turun. Ketika Hong Hoa mengedjar sampai ditempat itu, disitu ia tak nampak orang jang dikedjar itu, entah dia melenjapkan diri kemana.
Hong Hoa perhatikan keadaan disitu. Segera ia ingat, itulah tempat jang tadi ia pernah datangi. Ketika ia berpaling keutara, dari dalam kamar ada sinar api samar2, suatu tanda penghuninja masih belum tidur . . . . . . . . . . . .
Dengan merasakan sulit sendirinja, Hong Hoa men-duga2. Penghuni kamar itu mestinja Soh In Soe-thay atau salah satu muridnja. Maka mesti ada maksud pada sinona tjilik itu, memantjing dirinja tiba disitu. Mungkin nona itu sedang mendjalankan titah gurunja, atau dia bermaksud baik, dengan tjaranja itu menundjukkan tempat kediaman Goat Hoa . . . . . . . . . . . .