Lompat ke isi

Halaman:Warisan Seorang Pangeran 03.pdf/64

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Itulah kata2 djumawa dan tantangan. Maka sepasang alis si nona mendjadi bangun berdiri.

„Apakah kami membawa lagakmu ini untuk menggertak2 aku ?“ dia bertanja.

Belum Houwyan Pa atau lainnja menjahuti, tiba2 ada suara datang dari tempat lebat pohon telaga. Suara itu keras : „Saudara2 madjulah semua ! Dengan wanita sebangsa dia ini, mana ada kata2 baik jang dapat diutjapkan ? Paling benar segera kirim dia pulang kerumah ibunja jang sudah tua !“

Houwyan Pa tidak kenal suara itu, ia heran hingga tetjengang. Tidak demikian dengan seorang didampinginja, Tankauw Song, jang mendjadi muridnja. Pemuda ini keras tabiatnja. Ia memang sudah bernapsu sekali untuk bertempur, maka sudah tidak siasiakan ketikanja. Ia berteriak seraja lompat kehadapan Goat Hoa.

Nona Sim awasi pemuda ini, jang tubuhnja ketjil dan kate dan usianja kurang lebih tiga puluh tahun, wadjahnja menundjukkan dia sedang sakit, sedang tangannja menjekal tankauw, sebatang gaetan jang pandjangnja tiga kaki lebih. Begitu datang dekat, anak muda itu memperdengarkan tertawa hinaannja.

Diperlakukan demikian, Goat Hoa murka dan segera menikam tenggorokan orang itu.

Tan-kauw Song lihat datangnja serangan, dengan ngo-bie-tji ia menangkis, dengan gaetannja tankauw, ia menjerang. Ia memang menggunakan dua matjam sendjata.

Sim Goat Hoa rubah gerakan pedangnja. Ia berbalik menotok belakang telapakan tangan lawan jang djumawa itu. Tankauw song lompat mundur. Dia mungkin mengira lompatannja itu gesit, tidak tahunja si nona dapat susul padanja, maka waktu nona itu ajun sebelah kakinja, tidak ampun lagi dia kena ditendang kempolannja jang kanan, tubuhnja terpelanting hingga lima tindak. Sjukur gaetannja tidak lepas dari tangannja.

Goat Hoa tahu musuh banjak dan ia bersendirian. Ia berpendapat tanpa menudjukkan kegagahannja ia tidak bakal berhasil membikin tjiut hati semua musuhnja itu. Karena berpikir begini, ia lompat untuk menjusul Tankauw Song. Ia ulur tangan kirinja untuk mentjekuk.

Tankauw Song tidak punja guna, tetapi tubuhnja gesit, matanja awas. Ia tahu dia disusul dan terus disambar, maka dia bisa segera menjingkir sambil bergulingan.

185