dua atau tigapuluh lie dari telaga Tay Tjiong Ouw, Kangpak daerah tandus, akan tetapi disini ada tjabang2 sungai jang seperti malang melintang, jang ditanami banjak pohon yanglioe, maka setiap habis turun hudjan, pemandangan alam disini mirip djuga dengan pemandangan di Kanglam. Demikian Say Hiang Hoei, ia kasi ketika keledainja djalan sesukanja, malah kemudian ia turun dari punggung keledai. Sesudah djalan terus dua hari setengah malam, manusia dan binatang merasa lelah djuga.
Adalah maksud Goat Hoa untuk tambat keledainja, guna duduk beristirahat ketika tiba² ia dengar tindakan kuda lari kearahnja. Dengan sebat ia sembunji dibelakang sebuah pohon, matanja dipasang.
Jang datang itu dua penunggang kuda, jang satu djalan dimuka, Karena kuda dilarikan keras, debu mengepul naik disebelah belakang mereka. Kedua penunggang kuda itu bertubuh besar. Mereka mengangkat tubuh, mata mereka tjelingukan, seperti sedang mentjari apa2. Tepat didepan rimba, mereka berhenti, Masih mereka melihat kekiri dan kanan, melongok kedalam rimba. Agaknja mereka heran.
„Tidakkah mengherankan, Lao Kiong ?“ berkata jang pertama, „Masa baru sadja berkelebat sudah lenjap ?“
Sang kawan, jang dipanggil Lao Kiong, ialah Kiong situa, menggaruk-garuk kepalanja.
„Mungkinkah perempuan itu mengerti ilmu membikin bumi mendjadi tjiut ?“ katanja. „Tidak, aku tidak pertjaja. ! Boleh djadi dia telah memotong djalan! Mari kita berpentjaran untuk mentjari !“
Ia lantas hendak menarik les kudanja, tapi kawannja menahannja.
„Lao Kiong, kau hendak tjari mampusmu ?“ dia menegur. „Ingat orang itu adalah djago wanita dari Boe Tong Pay ! Walaupun kita berdua, apakah kau sangka aku masih ingin mentjoba menempur dia ? Mari dengar perkataanku, Kita pulang untuk memberi laporan kepada djie-tong-kee“, dan ia mendahului memutar kudanja, jang terus dilarikan kearah djalanan dari mana mereka tadi datang. Karena itu, si orang she Kiong mengikuti tanpa membuka suara.
Goat Hoa segera mengerti bahwa ada orang menguntit. Ia tidak takut, tetapi ia belum tahu sidpa mereka. Ada baiknja, pikirnja,