Lompat ke isi

Halaman:Warisan Seorang Pangeran 03.pdf/58

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini belum diuji baca

menjusuti air matanja dia terus mengatakan : sajang satu anak muda umur tigapuluh tahun mesti mati tidak keruan.......”

Hati Goat Hos mendjadi tidak tenteram, Lantas ia pergi keluar, akan tjari Lao Ong, tukang pakai perahu, untuk minta keterangan.

Lao Ong menetapkan, waktu si imam baru sampai, dia memang mengatakan demikian, hanja dia pesan supaja hal itu tidak diberitahukan siapa djuga, supaja keluarga Sim djangan bersusah hati.

Goat Hoa merasa aneh sekali. Tapi ia dapat berlaku tenang. Ia lantas menemui ipar dan ibunja djuga, untuk menghibur mereka, kemudian ia undurkan diri, untuk beristirahat didalam kamarnja. Disini ia berpikir, guna mengambil keputusan.

Adalah biasa bagi Goat Hoa, kalau ia melakukan perdjalanan, tidak pernah ia naik kereta, Ia biasa melakukan perdjalanan malam, dengan lari keras menuruti ilmu mengentengkan tubuh. Akan tetapi, kali ini ia mesti pergi djauh dan untuk urusan jang agaknja sulit. Ia tidak dapat memastikan kapan ia bakal kembali, maka ia mau menjimpang dari kebiasaan itu. Untung baginja, baru empat atau lima, hari jang lalu paman gurunja, jaitu Hay-Liong-Sin Tjia Kiam si Malaikat Naga diwaktu lewat di Tjong-beng, sudah mampir dan telah menitipkan keledai kesajangannja — seekor keledaj jang sudah dipelihara bertahun2, djinak dan mengerti — maka ia hendak pindjam pakai keledaj itu jang katanja kuat djalan dan tjepat larinja.

Waktu sang malam telah lewat dan sang pagi tiba, Goat Hoa lantas ber-kemas2. Ia dandan dan menjediakan buntalannja jang singkat, Selain pedangnja, ia bekal kantong piauw terisi tigapuluh-enam thie-lian-tjie atau teratai besi. Ia telah titahkan Lao Ong roskam keledainja, lantas ia pamitan dari ibu dan iparnja untuk memulai perdjalanannja. Ia lantas melarikan keledainja keras.

Hari itu djam sin-pay, djam 3-4 lohor, Goat Hoa telah tiba di Rie-lin-tin, Kangpak.

Hay Djiak Toodjin sudah mendahului kembali ke Sia Yang Ouw. Ia perlu sampai terlebih dulu, untuk bekerdja terlebih djauh. Ta tidak ingin Goat Hoa nanti bertemu dan berbitjara dengan Yan Tjoe Hoei atau kawan2nja si Walet Terbang. Ia ingin supaja begitu bertemu, kedua pihak lantas bertempur, agar salah mengertj men djadi mendalam, Tentu sekali inilah diluar dugaan nona she Sim itu.

Dihari ketiga pagi, Goat Hoa telah tiba disebuah rimba di Djie-long-pa disebelah utara ketjamatan Tongtay. Tempat ini terpisah