umpatkan dirinja. Pertjajalah kau bahwa sipembesar andjing bermaksud baik ? Baik kau ketahui, disatu pihak dia desak kau untuk mendapatkan pulang piauw itu, dilain pihk dia telah kerahkan orang2nja jang liehay njelusup ke Kangpak. Baru sadja kemarin Tietjioe Soe Kiat memperoleh kabar rahasia bahwa barisan dari Tangsi Hidjau dari Kho-soeim Hoe-leng dan Yam-shia telah bergerak saling-susul dalam tudjuan ke Sia Yan Ouw. Asal hari itu, setelah mendapatkan emas, Yan To-tjoe pergi menjingkir, mana bisa timbul kesulitan seperti ini ? Tjongpiauwtauw, aku telah omong terus-terang, maka aku harapkan tidaklah lagi menggusari Yan To-tjoe“.
Tjeng Loen diam untuk berpikir, begitu djga Ban Tjiong.
Selagi orang berdiam, Kak Beng berbitjara terlebih djauh.
„Kaum Rimba Hidjau di Kangpak telah mengetahui urusan telah mendjadi besar“ demikian katanja. „Disebelah tentera Boan itu, jang bakal berangkat kemari, djuga gubernur Liang-kang di Lam-khia sudah menitahkan Seng Tiat Hoed, kepala polisi jang kenamaan dari Kanglam, membawa tiga atau empat puluh sebawahannja menjeberang ke Utara ini untuk mengurus perkara piauwmu ini. Karena itu kaum sukarela memberikan bantuannja kepada Yan Totjoe. Sama sekali mereka itu tidak memikir untuk memusuhi kau dan Mauw San Tjit Yoe“.
Ban Tjiong lantas sadja mengerti hebatnja urusan. Selagi Tjeng Loen masih bediam sadja, ia lantas membantui Kak Beng memberi pendjelasan kepada piauwsoe itu.
Tjeng Loen masih berpikir sekian lama, baharulah ia sadar. Mengertiah ia sekarang, apabila ia berkukuh memusuhi Yan Tjoe Hoei, tidak sadja keakuran kaum Rimba Persilatan mendjadi terganggu, untuk ia benar2 tidak ada faedahnja. Tjuma ia tetap memikirkan piauw itu. Maka lagi sekali ia mengutarakan kesulitannja itu.
Sampai disitu, ketiganja lantas berunding. Disetudjui, Ban Tjiong dan Tjeng Loen kembali dulu ke Lioe-lim-tjhung dan Kak Beng nanti pergi kepada Yan Tjoe Hoei, untuk menerangkan bahwa Tjeng Loen sudah mengerti duduknja hal, hingga dia mendjadi sangat menjesal sudah tertipu pembesar negeri dan mesti memikul tanggung-djawab atas limaribu tail emas itu. Kepada Yan Tjoe Hoei akan didjelaskan, asal piauw itu dikembalkan, selandjutnja dia bakal melepas tangan, dia tidak akan membuat dirinja didjadikan perkakas pula oleh pembesar negeri.
172